• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Kaitan antara Asma dan Makanan Pedas
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Kaitan antara Asma dan Makanan Pedas

Ketahui Kaitan antara Asma dan Makanan Pedas

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 18 Agustus 2022

“Makanan pedas secara tidak langsung dapat memicu serangan penyakit asma. Ini disebabkan oleh asam lambung yang mengiritasi organ paru-paru dan saluran napas.”

Ketahui Kaitan antara Asma dan Makanan PedasKetahui Kaitan antara Asma dan Makanan Pedas

Halodoc, Jakarta – Asma adalah gangguan berupa peradangan kronis di saluran pernapasan. Kondisi ini menyebabkan penyempitan saluran napas (hiperaktifitas bronkus) yang memicu gejala berupa sesak napas, mengi dan batuk.

Gejala asma yang muncul setelah mengonsumsi makanan pedas disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan. Kondisi tersebut dipicu oleh iritasi pada organ lambung akibat naiknya asam lambung (refluks asam).

Sederhananya, asam lambung dapat memperparah gejala asma. Sebaliknya, asma juga bisa memperburuk gejala refluks asam lambung. Kondisi ini berisiko tinggi dialami oleh pengidap asma yang juga memiliki penyakit asam lambung.

Kandungan Dalam Makanan yang Bisa Memicu Asma

Selain mengonsumsi makanan pedas, intoleransi terhadap kandungan dalam makanan bisa menjadi pemicu asma. Dosis pemakaian yang terlalu tinggi meningkatkan risiko kekambuhan dan perburukan gejala asma.

Beberapa jenis kandungan yang perlu dihindari pengidap asma, antara lain:

1. Sulfit (Pengawet Makanan)

Sulfit adalah sejenis belerang dioksida dan natrium metabisulfit yang merupakan zat aditif dalam makanan. Beberapa jenis makanan yang menggunakan zat ini sebagai pengawet antara lain wine, jus buah, ikan kaleng dan buah kering

2. Tartrazine (Pewarna Makanan)

Tarzine adalah pewarna sintetis berwarna kuning seperti lemon. Kandungan ini memang jarang memicu serangan asma. Namun, risikonya tinggi pada pengidap asma yang memiliki alergi terhadap pewarna makanan.

3. Monosodium Glutamat (MSG)

MSG adalah kandungan yang sering digunakan sebagai zat penambah rasa gurih pada makanan. Serangan asma pada pengidap yang alergi terhadap monosodium glutamat bisa saja terjadi secara tiba-tiba, bahkan memburuk.

4. Salisilat 

Salisilat adalah kandungan yang sebenarnya tidak boleh digunakan pada makanan. Bahan kimia ini digunakan dengan cara disemprotkan ke sayuran saat penanaman guna memberantas hama tanaman. 

Akibatnya, salisilat masuk ke tanaman dan tidak dapat hilang meskipun dicuci. Ini bisa memicu alergi dan mengiritasi paru-paru serta saluran udara dalam tubuh. Dampaknya, seseorang akan mengalami sesak napas seperti gejala asma.

Kontrol Asma dengan Menghindari Pemicunya

Jika kamu adalah pengidap asma, penting untuk mengetahui apa saja yang dapat menjadi pemicu serangan. Ini dilakukan untuk mengontrol sekaligus mencegah serangan asma jadi semakin parah.

Pemicunya termasuk:

  • Polusi udara, debu, asap rokok dan asap pembakaran sampah.
  • Bulu binatang, rumput dan serbuk sari.
  • Perubahan cuaca atau iklim yang ekstrem.
  • Riwayat penyakit tertentu, seperti asam lambung.
  • Serangga dan obat semprot pembunuh serangga.
  • Debu di bantal dan kasur.
  • Infeksi pernapasan bagian atas, seperti sinus dan flu.
  • Stres dan kecemasan berlebihan.

Itulah kaitan antara penyakit asma dan mengonsumsi makanan pedas, serta faktor pemicu lainnya. Jika kamu mengalami gejala berupa sulit bernapas, lelah dan lesu serta susah tidur, segera buat janji rumah sakit untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Foods That Can Trigger Asthma Attacks.
Healthline. Diakses pada 2022. My Weirdest Asthma Triggers.