• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Persalinan dengan Vakum

Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Persalinan dengan Vakum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Persalinan dengan vakum biasanya dilakukan karena sejumlah alasan. Salah satunya adalah saat bayi mengalami stres berat dan cukup dekat dengan waktu persalinan. Menggunakan alat ini dapat mempercepat proses persalinan. Selain itu, persalinan dengan vakum juga dapat membantu saat bayi butuh lahir dengan cepat.

Sebelum memilih untuk melakukannya, sebaiknya ibu perlu mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan persalinan dengan vakum. Berikut ulasan selengkapnya!

Baca juga: 5 Hal Ini Menunjukan Tanda Kehamilan yang Sehat

Persalinan yang Dibantu dengan Vakum, Apa Kelebihannya?

Salah satu manfaat yang diperoleh dari prosedur persalinan ini adalah, proses persalinan yang lebih cepat dari biasanya. Alat ini digunakan dengan menempelkan cup vakum ke kepala bayi saat mulai terlihat dari vagina. Dokter sudah lebih dulu memastikan tidak ada jaringan vagina yang terjepit antara vakum dan kepala bayi. Kemudian, dokter akan menggunakan pompa vakum untuk mengisap.

Jika saat itu terjadi kontraksi, dokter akan meningkatkan tekanan hisap vakum. Jika kontraksi hilang dan kepala bayi belum keluar, dokter akan mengurangi tekanan hisap vakum dan meningkatkannya kembali setelah kontraksi datang. Setelah kepala bayi berhasil keluar, dokter kemudian akan melepaskan cup vakum dan menarik tubuh bayi keluar.

Baca juga: Tips Berhubungan Intim Sesuai Trimester Kehamilan

Sejumlah Kekurangan Prosedur Vakum untuk Persalinan

Seperti pada penjelasan sebelumnya, cup akan diletakkan di kepala bayi. Hal tersebut akan meninggalkan benjolan pada bagian kepala bayi, di mana vakum ditempelkan. Benjolan ini akan terlihat membengkak, dan akan hilang dengan sendirinya setelah 2 hari kelahiran bayi. Bukan itu saja, berikut ini sejumlah risiko pada bayi setelah prosedur persalinan dengan vakum:

  • Pendarahan di bawah kulit kepala bayi. Kondisi ini tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang karena akan hilang dengan sendirinya.
  • Pendarahan di bawah penutup tulang kepala. Kondisi ini menyebabkan bengkak pada sisi kepala bayi yang divakum, tetapi tidak memicu komplikasi.
  • Pendarahan di dalam tulang tengkorak. Kondisi ini dikenal dengan istilah subgaleal haemorrhage. Meskipun jarang sekali terjadi, tetapi kondisi ini sangat serius.

Si Kecil akan terus-menerus rewel selama beberapa hari, mungkin karena rasa sakit pada kepalanya. Namun, bukan hanya bayi saja yang mengalami sejumlah risikonya, lho. Ibu hamil dengan proses vakum saat persalinan juga mengalami sejumlah risikonya. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Kerusakan pada vagina dan serviks.
  • Risiko terjadinya infeksi.
  • Sakit pada persendian panggul.

Untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, prosedur ini akan dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Namun, saat prosedur vakum tidak dapat mempercepat persalinan dan kepala bayi tidak mudah untuk dikeluarkan. Maka satu-satunya jalan yang harus dilakukan adalah dengan operasi caesar.

Baca juga: Waspada, Ini Kelainan dalam Kehamilan

Kebanyakan ibu hamil dapat mendorong bayi keluar tanpa bantuan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan aktif selama masa kehamilan, optimalkan posisi janin, simpan energi saat persalinan awal, hindari berbaring telentang saat persalinan, jaga asupan cairan dalam tubuh, serta cari tahu posisi terbaik saat persalinan. Meski sudah melakukan berbagai langkah tersebut, beberapa wanita akan membutuhkan alat bantu persalinan.

Bila pada akhirnya ibu membutuhkan vakum untuk persalinan, ibu harus mempelajari hal-hal apa saja yang menjadi penyebab, sehingga persalinan selanjutnya dapat dilakukan dengan normal. Mengenai penyebab dan hal-hal lainnya tentang persalinan dengan vakum, ibu bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Vacuum Extraction.
NHS UK. Diakses pada 2020. Forceps or Vacuum Delivery.
Healthline. Diakses pada 2020. Vacuum-Assisted Delivery: Do You Know the Risks?
Medscape. Diakses pada 2020. Vacuum Extraction.