• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Komplikasi Kesehatan Akibat Hipoparatiroid

Ketahui Komplikasi Kesehatan Akibat Hipoparatiroid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Komplikasi Kesehatan Akibat Hipoparatiroid

Halodoc, Jakarta – Kejang seperti kram yang berkepanjangan di tangan dan jari, kecacatan pada gigi cacat, detak jantung tidak teratur, sensasi kesemutan di bibir, lidah, jari, dan kaki, katarak, terdapat simpanan kalsium di otak, pertumbuhan anak yang terhambat, serta perkembangan mental yang lambat pada anak-anak adalah komplikasi kesehatan akibat hipoparatiroid

Hipoparatiroid adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar paratiroid di leher tidak menghasilkan cukup hormon paratiroid (PTH). Fungsi utama PTH adalah untuk mengatur tingkat kalsium dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan kalsium. Informasi selengkapnya mengenai hipoparatiroid bisa dibaca di bawah ini!

Cegah Komplikasi Hipoparatiroid

Salah satu upaya mencegah komplikasi akibat hipoparatiroid adalah dengan diagnosis dini serta mengetahui gejala-gejalanya. Kadar kalsium yang rendah menyebabkan banyak gejala kondisi termasuk:

Baca juga: Jarang Terjadi, Kenali 8 Gejala Hipoparatiroid

1. Nyeri otot atau kram,

2. kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa di ujung jari, jari kaki, dan bibir,

3. kejang otot, terutama di sekitar mulut,

4. kerontokan rambut yang merata,

5. Kulit kering,

6. Kuku rapuh,

7. Kelelahan,

8. Kecemasan atau depresi,

9. Menstruasi yang menyakitkan,

10. Kejang.

Anak-anak dengan hipoparatiroid juga mungkin mengalami sakit kepala, muntah, atau masalah gigi, seperti email gigi yang melemah atau perkembangan gigi yang buruk. Informasi selengkapnya mengenai komplikasi kesehatan akibat hipoparatiroid bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc.   

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Deteksi dan Diagnosis untuk Cegah Komplikasi Hipoparatiroid

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, mencegah komplikasi hipoparatiroid dapat dilakukan dengan deteksi dini dan diagnosis begitu mengalami gejala. Dokter akan mulai meninjau riwayat medis termasuk melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa gejala-gejala, seperti kulit kering, kejang otot, dan rambut rontok.

Kemudian, barulah akan dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar kalsium, fosfor, magnesium, dan PTH. Jika diperlukan akan ada tes tambahan berupa uji kalsium, untuk tahu apakah kadar kalsium yang berlebihan dikeluarkan dalam urine.

Tes Elektrokardiogram (EKG) dilakukan mengukur aktivitas listrik di jantung. Informasi dari tes ini dapat memberi tahu dokter jika kamu memiliki irama jantung abnormal yang dapat disebabkan oleh kekurangan kalsium.

Baca juga: Ini Efeknya Tubuh Kekurangan Paratiroid

Kemudian, sinar-X dan tes kepadatan tulang dapat membantu dokter menentukan apakah kadar kalsium yang rendah memengaruhi tulang atau tidak. Dokter juga akan memeriksa perkembangan gigi yang abnormal dan keterlambatan untuk mendiagnosis kondisi ini pada anak-anak.

Ini Penanganan Hipoparatiroid

Penanganan hipoparatiroid dirancang untuk membantu mengembalikan kadar kalsium dan mineral yang tepat dalam tubuh. Perawatan awal melibatkan mengambil suplemen kalsium karbonat dan vitamin D dalam bentuk pil. 

Vitamin D diberikan karena membantu tubuh menyerap kalsium dan menghilangkan fosfor. Dokter akan menentukan jumlah kalsium dan vitamin D yang dibutuhkan dan memantau level kalsium, fosfor, magnesium, dan PTH secara berkala. 

Dokter mungkin menyarankan untuk mengonsumsi suplemen sepanjang hari untuk membantu menstabilkan kadar kalsium. Sebagian besar orang perlu mengonsumsi suplemen selama sisa hidup mereka untuk mengobati kondisi ini.

Jika kadar kalsiummu mengancam jiwa atau mengalami kejang otot yang mengganggu, kalsium intravena (IV) akan diberikan. Ini akan mengurangi gejala lebih cepat karena kalsium langsung masuk ke aliran darah. Dokter juga mungkin akan memberikan obat diuretik untuk membantu mengurangi jumlah kalsium yang dikeluarkan dalam urine.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Hypoparathyroidism.
Rare Disease.org. Diakses pada 2020. Hypoparathyroidism.