• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Mitos Kesehatan yang Masih Dipercaya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Mitos Kesehatan yang Masih Dipercaya

Ketahui Mitos Kesehatan yang Masih Dipercaya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 21 Juni 2022

“Sebaiknya berhentilah memercayai beberapa mitos mengenai kesehatan. Sebab hingga kini masih ada berbagai mitos yang masih dipercaya padahal tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya.”

Ketahui Mitos Kesehatan yang Masih Dipercaya

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan adalah hal yang perlu dilakukan untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan. Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan demi menjaga kesehatan tetap optimal, seperti misalnya dengan mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga.

Namun, kamu juga perlu berhenti memercayai berbagai mitos yang berkembang mengenai kesehatan agar kamu tidak terjerat dalam berita bohong atau “hoaks”. Jadi, tidak ada salahnya mengetahui berbagai mitos mengenai kesehatan yang masih banyak dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini, yang ternyata tidak terbukti kebenarannya.

Waspada Mitos Mengenai Kesehatan yang Salah Kaprah

Mitos umumnya dipercaya masyarakat karena disampaikan dari mulut ke mulut dalam waktu yang cukup lama. Namun, jika mitos ini terus berkembang bukan tidak mungkin justru dapat membahayakan kondisi kesehatanmu. 

Untuk itu, ketahui berbagai mitos mengenai kesehatan yang saat ini masih dipercaya oleh masyarakat, seperti:

1. Deodoran Pemicu Kanker

Penggunaan deodoran dianggap bisa membantu kamu dalam menurunkan risiko bau badan. Namun, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa terlalu sering menggunakan deodoran dapat memicu penyakit kanker payudara. Ini terjadi akibat kandungan kimia yang terdapat dalam deodoran.

Padahal, kanker payudara biasanya dipicu oleh beberapa faktor, seperti pertambahan usia, riwayat gangguan kesehatan pada payudara, riwayat keluarga atau faktor genetik dengan penyakit yang serupa, pengonsumsian alkohol berlebih, hingga obesitas. Jadi, penggunaan deodoran sebetulnya cukup aman dan tidak akan menyebabkan kanker.

2. Mengonsumsi Air Dingin setelah Makan Bisa Memicu Kanker

Mitos ini sebaiknya jangan dipercaya lagi. Banyak masyarakat yang percaya dengan mengonsumsi air dingin setelah makan membuat lemak pada makanan akan mengeras dan memicu sel kanker. Faktanya, suhu makanan atau minuman akan memiliki temperatur yang sama dengan suhu tubuh setelah dikonsumsi sehingga sama sekali tidak mengundang bahaya untuk kesehatan.

3. Menggeretakkan Jari Bisa Memicu Arthritis

Memiliki kebiasaan menggeretakkan jari tentunya dapat membuat sekitar merasa tidak nyaman karena suara yang ditimbulkan. Namun, kebiasaan ini tidak dapat menyebabkan kamu mengalami arthritis.

Arthritis adalah salah satu kondisi yang terjadi akibat peradangan atau pembengkakan pada salah satu bagian sendi. Kondisi ini umumnya disebabkan akibat gangguan imun tubuh, usia lanjut, memiliki riwayat cedera pada sendi, hingga obesitas. 

4. Minum Air Putih Sebanyak 8 Gelas Setiap Hari

Sebenarnya, informasi yang benar adalah, pastikan kamu mengonsumsi air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sebab banyaknya konsumsi air putih pada setiap orang berbeda-beda dan disesuaikan dari kondisi usia hingga kesehatannya. Jadi, setiap orang tidak harus minum delapan gelas per hari, karena kebutuhannya bisa saja lebih dari itu. 

Namun, pastikan juga kamu selalu mengonsumsi air putih saat kamu merasa haus, panas, dan setelah makan. Jangan lupa hitung cairan yang masuk dari jenis makanan tertentu atau buah-buahan.

5. Jus Sudah Pasti Sehat

Saat ini banyak jus yang terbuat dari buah-buahan hingga sayuran. Jika dibuat secara tepat, jus memang bisa menyehatkan bagi fisik, namun, tidak semua jus itu sehat. 

Saat membuat jus sebaiknya hindari penggunaan tambahan gula atau air yang berlebihan agar kandungan nutrisi dan vitamin dalam jus tetap terjaga. Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi buah dan sayur dalam bentuk buah secara langsung agar nutrisi dan vitaminnya bisa kamu rasakan manfaatnya secara optimal.

6. Semua Lemak Berbahaya Bagi Tubuh

Membatasi asupan lemak memang diperlukan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Namun, tidak perlu menghentikan semua asupan lemak karena tubuh juga memerlukan lemak untuk menjalankan fungsinya. 

Simpanan lemak dalam tubuh digunakan untuk sumber energi, menyeimbangkan suhu tubuh, hingga menyerap beberapa jenis vitamin dan mineral tertentu. Kamu bisa mengonsumsi berbagai makanan yang memiliki lemak tak jenuh, seperti alpukat, kacang almond, tahu, salmon, tuna, telur, hingga edamame.

Itulah beberapa mitos mengenai kesehatan yang masih dipercaya. Kamu bisa cari tahu lebih banyak mengenai fakta dan mitos lainnya mengenai kesehatan dengan bertanya langsung pada dokter melalui Halodoc. Tunggu apa lagi? Segera download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:

Web MD. Diakses pada 2022. Slideshow: 10 Health Myths Debunked.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to Know About Breast Cancer.
Today. Diakses pada 2022. A stroke at The Salon? Cancer From Cold Water? Dr. Azar Clears Up Health Claims.
Healthline. Diakses pada 2022. 7 Health Myth, Debunked.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Arthritis.
Self. Diakses pada 2022. 25 Healthy High-Fat Foods to Keep You Full and Satisfied.