Ketahui Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Neuropati Radialis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Neuropati Radialis

Halodoc, Jakarta Saraf radial bermula dari lengan atas ke pergelangan tangan dan jari. Saraf ini mengontrol gerakan dan sensasi pada lengan dan tangan serta perluasan siku, pergelangan tangan, dan jari.

Kelumpuhan saraf radial atau neuropati radialis adalah suatu kondisi yang memengaruhi saraf radial dan jika kerusakan saraf ini terjadi, kelemahan, mati rasa, dan ketidakmampuan untuk mengendalikan otot yang dilayani oleh saraf ini dapat terjadi.

Baca juga: Mengobati Neuropati Radialis, Inilah 3 Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Gejala kelumpuhan saraf radial meliputi:

  • Mati rasa dari triceps ke jari-jari

  • Masalah memperpanjang pergelangan tangan atau jari

  • Masalah mencubit dan menggenggam

  • Kelemahan atau ketidakmampuan untuk mengontrol otot-otot dari trisep ke jari-jari

  • Drop pergelangan tangan, ketika pergelangan tangan lemas dan pasien tidak dapat mengangkatnya

Untuk mendiagnosis kelumpuhan saraf radial, seorang dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kelemahan, mati rasa dan gejala lainnya di lengan dan tangan. Beberapa pemeriksaan fisik yang dilakukan, yaitu:

  • Electromyogram (EMG)

Tes ini mengukur aktivitas listrik otot sebagai respons terhadap stimulus serta sifat dan kecepatan konduksi impuls listrik di sepanjang saraf. Ini dapat mengonfirmasi adanya kerusakan saraf dan menilai tingkat keparahannya.

Baca juga: Ini Bedanya Neuroma Akustik, Diabetik, dan Radialis

  • Studi pencitraan

Dokter dapat memesan X-ray, ultrasound, ataupun MRI untuk memeriksa patah tulang, kista, dan massa lain di lengan.

  • Studi Konduksi Saraf

Tes ini mengukur seberapa baik saraf individu dapat mengirim sinyal listrik dari sumsum tulang belakang ke otot. Seorang dokter menempatkan elektroda pemancar kejut langsung ke saraf yang akan dipelajari, dan elektroda rekaman di atas otot yang disuplai oleh saraf itu. Elektroda pemancar kejut mengirimkan pulsa elektrik singkat yang berulang ke saraf, dan elektroda rekaman mencatat waktu yang diperlukan otot untuk berkontraksi sebagai respons terhadap denyut listrik.

Kenali Penyebabnya

Palsy saraf radial dapat disebabkan oleh cedera tekanan yang disebabkan oleh posisi tubuh yang canggung untuk waktu yang lama, seperti saat bekerja atau tidur, memar yang menekan saraf radial, pertumbuhan, seperti tumor atau kista, dan perangkat, misalnya jam tangan yang ketat menekan pergelangan tangan atau kruk menekan di bawah lengan.

Baca juga: 5 Penyakit Akibat Kerusakan Saraf

Fraktur atau dislokasi serta luka pada pergelangan tangan atau lengan juga dapat merusak atau memisahkan saraf radial. Dalam kasus yang jarang terjadi, kelumpuhan saraf radial disebabkan oleh infeksi atau peradangan.

Sebagian besar penyebab ini tidak dapat dikendalikan oleh perubahan perilaku atau gaya hidup. Namun, ergonomi dan postur yang tepat di tempat kerja dan bantal untuk memperbaiki posisi tidur yang canggung dapat membantu.

Faktor risiko yang dapat berkontribusi terhadap kelumpuhan saraf radial meliputi:

  • Gender: Radial nervus palsi lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

  • Risiko pekerjaan: Pekerjaan yang membutuhkan gerakan berulang dan postur yang canggung atau posisi kerja dapat meningkatkan risiko kelumpuhan saraf radial.

  • Cedera lain: Tulang patah, dislokasi sendi, memar yang signifikan, dan cedera yang membutuhkan penggunaan kruk dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kelumpuhan saraf radial.

Sebagian besar kasus kelumpuhan saraf radial tidak dapat dicegah, tapi terapi tepat dan postur kerja serta bantal untuk memperbaiki posisi tidur yang canggung dapat membantu.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai proses diagnosis neuropati radialis, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.