Ketahui Penanganan Rotavirus pada Si Kecil

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Penanganan Rotavirus pada Si Kecil

Halodoc, Jakarta – Rotavirus mungkin jarang dikenal. Namun, tahukah ibu jika infeksi rotavirus berpotensi mengancam nyawa Si Kecil? Rotavirus bersifat mudah menular dan bisa menyebabkan diare kronis. Menurut Ikatan Dokter Indonesia, diare rotavirus menjadi salah satu penyebab kematian anak di Indonesia. Itu mengapa Kementerian Kesehatan RI menyarankan orangtua untuk memberikan bayinya vaksin rotavirus.

Baca Juga: Awas, Anak Anda Terserang Rotavirus. Inilah Ciri-Cirinya

Mengenal Infeksi Rotavirus pada Anak

Infeksi rotavirus pada anak menimbulkan diare, mual, demam, sakit perut, dan dehidrasi. Kebanyakan infeksi rotavirus menyerang anak berusia kurang dari tiga tahun. Si Kecil berisiko terinfeksi rotavirus apabila tidak mencuci tangan pakai sabun sebelum makan atau akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus.

Anak yang terinfeksi rotavirus mengalami mual, muntah, penurunan nafsu makan, warna feses menghitam, mudah lelah, demam, dehidrasi, dan nyeri perut. Orang dewasa juga berpotensi tertular rotavirus, hanya saja gejalanya lebih ringan dibandingkan pada anak-anak.

Baca Juga: Inilah Cara Pencegahan dan Penanganan Rotavirus

Cara Mengobati Infeksi Rotavirus

Penanganan rotavirus dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap paparan virus. Caranya dengan:

  • Meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. Pasalnya diare dalam jangka panjang berpotensi memicu diare yang jika dibiarkan, berpotensi menyebabkan kematian. Selain minum air putih (pada bayi berusia lebih dari enam bulan), kebutuhan cairan Si Kecil bisa dipenuhi dengan konsumsi ASI.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang pada Si Kecil untuk mengatasi gejala penyakit. Pada bayi dan anak berusia lebih dari enam bulan, bisa diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Kepadatan makanan bisa disesuaikan dengan usia bayi.

Pencegahan dianjurkan untuk meminimalkan dampak negatif infeksi rotavirus. Misalnya dengan rutin cuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet. Vaksin rotavirus juga bisa diberikan untuk melindungi kesehatan Si Kecil dari paparan virus. Pastikan cairan pada Si Kecil cukup dengan indikator buang air kecil setiap 2-3 jam sekali. Jangan sembarangan memberikan antibiotik karena dapat memperparah diare.

Mengenal Vaksin Rotavirus

Terdapat dua jenis vaksin rotavirus di Indonesia. Pertama, vaksin yang diberikan pada usia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan. Kedua, vaksin yang diberikan pada usia dua bulan dan empat bulan. Berbeda dengan jenis vaksin lainnya, vaksin rotavirus diberikan secara oral, bukan lewat suntikan (injeksi).

Jika bayi belum mendapatkan vaksin dosis pertama saat berusia 15 minggu, segera bicara pada dokter untuk vaksinasi susulan. Perlu diingat bahwa vaksin rotavirus tidak dianjurkan pada bayi berusia lebih dari delapan bulan karena efektivitasnya masih diragukan.

Baca Juga: Manfaat Vaksin Rotavirus untuk Anak

Itulah cara penanganan rotavirus pada Si Kecil. Jika cara di atas belum berhasil mengatasi rotavirus pada Si Kecil, ibu bisa berbicara dengan dokter Halodoc. Ibu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!