Ketahui Pencegahan dari Kondisi Perikoronitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Pencegahan dari Kondisi Perikoronitis

Halodoc, Jakarta – Perikoronitis merupakan penyakit yang terjadi karena adanya peradangan pada jaringan gusi pada gigi geraham bungsu. Gigi geraham bungsu merupakan geraham ketiga yang terletak di bagian paling dalam serta tumbuh paling terakhir. Saat jaringan ini terserang perikoronitis, pengobatan harus segera dilakukan. Peradangan gusi yang tidak ditangani dengan benar bisa merusak susunan gigi dan menyebabkan bau mulut. 

Pada dasarnya, gejala penyakit ini terbagi menjadi dua berdasarkan kondisi penyakit, yakni perikoronitis akut dan kronis. Penyakit perikoronitis akut timbul dalam waktu singkat dan mendadak, sedangkan kronis berlangsung lama atau menahun. Penyakit ini menyerang atau menginfeksi geraham yang tumbuh tidak normal, tertanam, atau tumbuh miring. 

Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya dilihat dari gejala-gejala yang muncul. Jika ditemukan gejala menyerupai perikoronitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi gigi terutama geraham bungsu. Dalam upaya memastikan dan mencari peradangan di sekitar geraham, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan foto rontgen gigi.

Baca juga: 3 Komplikasi yang Dapat Terjadi saat Cabut Gigi Bungsu

Mencegah penyakit ini bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan mulut, terutama pada gigi geraham yang sedang tumbuh. Rutin membersihkan gigi dan mulut, serta melakukan pemeriksaan ke dokter gigi bisa menjadi salah satu solusi. Mencegah perikoronitis juga bisa dilakukan dengan memastikan partikel makanan atau bakteri tidak menumpuk di bawah gusi, karena bisa meningkatkan risiko peradangan pada jaringan gusi. 

Jika cara pencegahan itu ternyata tidak banyak membantu dan gejala semakin buruk, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Sebab, bisa jadi perikoronitis yang selalu kembali perlu ditangani dengan pengangkatan bagian gusi yang mengganggu gigi geraham. Ada kemungkinan gigi bungsu perlu dicabut untuk menghindari penyakit ini terus berulang. 

Penyebab dan Gejala Perikoronitis 

Pada awalnya, penyakit gigi yang satu ini disebabkan oleh susunan gigi yang tidak sempurna, misalnya jarak antar gigi terlalu rapat atau malah terlalu renggang. Sebab, hal itu bisa menyebabkan sisa makanan mudah terselip lalu mengendap di antara gigi. Kondisi itu yang kemudian meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada gusi. 

Selain posisi pertumbuhan gigi, ada faktor lain yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit perikoronitis menyerang. Salah satunya adalah faktor usia, orang yang berusia 20–29 tahun disebut lebih berisiko mengalami penyakit ini. Selain itu, kesehatan gigi yang tidak terjaga dengan baik, stres, kelelahan, dan tengah hamil juga bisa meningkatkan risiko perikoronitis. 

Baca juga: Alasan Ibu Hamil Rentan Terkena Perikoronitis

Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini, tetapi gejala bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Hal itu dipengaruhi oleh jenis perikoronitis yang menyerang serta tingkat keparahannya. Pada perikoronitis akut, gejala yang dapat muncul di antaranya gusi bengkak, rasa nyeri yang tajam di sekitar gigi geraham, 

Kondisi ini juga menyebabkan pengidapnya kesulitan menelan makanan, keluar nanah dari gusi yang terinfeksi, serta terbatasnya gerakan membuka dan menutup rahang. Sementara pada perikoronitis kronis, gejala yang muncul adalah nyeri tumpul pada gigi dan bisa terjadi selama 1–2 hari. Penyakit ini juga menyebabkan bau napas serta rasa tidak nyaman di sekitar mulut.

Baca juga: Ibu Perlu Tahu, Inilah Fungsi Utama Gigi Bungsu

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi jika mengalami perikoronitis. Atau kamu bisa bertanya seputar penyakit ini kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!