Ketahui Pencegahan yang Bisa Dilakukan Agar Terhindar dari Kutu Kelamin

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Pencegahan yang Bisa Dilakukan Agar Terhindar dari Kutu Kelamin

Halodoc, Jakarta - Kutu kelamin merupakan serangga parasit kecil yang memakan darah. Serangga ini akan menyebar dengan mudah dan memengaruhi organ kelamin manusia, menyebabkan munculnya bintik merah yang disertai rasa gatal. Terlepas dari area intim, kutu ini bisa memengaruhi rambut kasar lain pada tubuh, seperti bulu mata, alis, janggut, kumis, dan rambut yang ada pada punggung maupun perut.

Panjang kutu kelamin sekitar 2 milimeter dengan warna abu kecokelatan. Kutu ini bisa dengan mudah menular, biasanya sebagai akibat dari hubungan seksual, namun bisa juga karena pelukan atau kontak langsung dengan bibir. Tidak hanya kutil kelamin, penyakit kutu kelamin dianggap sebagai penyakit infeksi menular seksual, karena penularannya terjadi dengan cepat.

Penularan kutu kelamin memerlukan kontak langsung. Kutu ini tidak bisa melompat, terbang, atau berenang, tetapi bisa merangkak dari satu helai rambut seseorang ke helai rambut orang lain. Semua jenis aktivitas seksual memungkinkan terjadinya penularan. Penggunaan pengaman tidak mengurangi terjadinya penularan, karena sentuhan rambut tubuh yang menjadi media terbaik penularan kutu kelamin.

Baca juga: Selangkangan Sering Gatal, Hati-Hati Kutu Kelamin

Tindakan untuk Mencegah Kutu Kelamin

Kutu kelamin hidup antara 1 sampai 3 bulan. Kutu betina bisa menghasilkan telur hingga 300 butir selama masa hidupnya. Telur ini menetas dalam waktu antara 6 hingga 10 hari. Sementara untuk mencapai pematangan sempurna, serangga ini membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu.

Tidak hanya itu, kutu kelamin bisa bertahan hidup hingga 24 jam di tubuh manusia, hewan ini tidak pernah sengaja meninggalkan inangnya, kecuali merangkak karena menemukan inang yang lain, karena kutu ini hidup dengan mengisap darah manusia. Nah, kamu bisa melakukan tindakan berikut ini untuk mencegah kutu kelamin datang dan menginfeksi tubuh.

  • Hindari melakukan aktivitas seksual atau kontak langsung dengan orang lain sampai pengobatan sepenuhnya selesai.

  • Jangan pula berbagi barang dengan orang lain yang bersih atau dengan pengidap, karena meski jarang terjadi, kutu kelamin bisa menular dari penggunaan barang secara bersamaan.

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memastikan bahwa kamu tidak memiliki infeksi ini atau tertular kutu kelamin.

Baca juga: Kutu Kelamin Dapat Muncul di Ketiak, Apa Penyebabnya

Setelah tahapan infestasi selesai, cuci semua pakaian, seprai kantong tidur, dan handuk dalam air dengan suhu mencapai 90 derajat Celcius atau mendekati air mendidih. Lalu, keringkan dengan siklus panas selama kurang lebih 20 menit untuk membunuh semua kutu. Masukkan barang-barang yang tidak bisa dicuci ke dalam kantong plastik dan simpan rapat sampai 2 minggu atau lakukan pencucian kering. Rumah kamu tidak perlu difumigasi untuk mengatasi kutu kelamin, tetapi perabotan bisa kamu vakum atau semprot.

Baca juga: Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Atasi Kutu Kelamin

Ternyata, kutu kelamin menyebar dengan kontak langsung antara bulu tubuh pengidap dengan orang lain, jadi tindakan untuk mencegah kutu kelamin yang bisa kamu lakukan tentu saja menghindari adanya kontak langsung agar bulu-bulu tubuh tidak saling bertemu. Ini termasuk untuk tidak melakukan aktivitas seksual, ya. Kamu ingin tahu bagaimana gejala kutu kelamin yang menginfeksi tubuh? Jangan asal menebak, kamu bisa langsung bertanya pada dokter, karena sekarang ada aplikasi Halodoc yang bisa kamu download secara gratis. Aplikasi ini membuat kamu lebih mudah mengetahui apa sebenarnya diagnosis dari gejala gangguan kesehatan yang mungkin kamu alami. Tidak hanya sebatas itu, Halodoc juga memudahkan kamu dalam melakukan cek lab rutin tanpa harus ke lab.