• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Pengaruh OCD pada Tidur dan Insomnia

Ketahui Pengaruh OCD pada Tidur dan Insomnia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - OCD atau Obsessive Compulsive Disorder adalah salah satu jenis gangguan mental di mana pengidapnya selalu melakukan suatu hal berulang-ulang yang disebabkan oleh rasa cemas atau khawatir. Jika hal ini tidak dilakukan, pengidap OCD dapat merasakan khawatir atau takut yang berlebihan.

Baca juga: Ini 3 Cara Diagnosis untuk Deteksi Penyakit OCD

Hingga saat ini penyebab pasti dari OCD belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini. Jika tidak diatasi dengan baik, kondisi OCD dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup hingga gangguan tidur dan insomnia. Simak kaitan OCD pada tidur dan insomnia, di sini!

Kenali Gejala OCD

Rasa khawatir dan cemas berlebihan menjadi salah satu ciri khas dari gangguan obsesif kompulsif. Namun, melansir dari National Institute of Mental Health, pengidap gangguan ini juga dapat mengalami dua jenis gejala, yaitu obsesif dan kompulsif.

Gejala obsesif terjadi ketika pengidap memiliki pikiran, dorongan, atau gambaran yang muncul secara berulang dan menimbulkan kecemasan. Sedangkan gejala kompulsif, merupakan perilaku berulang yang dialami pengidap sebagai respon dari gejala obsesif yang dialami. 

Ada beberapa contoh gejala obsesif yang akan dirasakan oleh pengidap OCD, seperti:

  1. Takut terkontaminasi oleh kotoran, virus, atau bakteri.
  2. Khawatir terhadap ketidakpastian.
  3. Perlu melakukan segala sesuatu dengan teratur.
  4. Takut untuk melakukan suatu hal dengan tidak baik.

Kondisi inilah yang menyebabkan muncul gejala lanjutan dikenal sebagai gejala kompulsif. Gejala ini akan terjadi untuk merespon gejala obsesif. Misalnya, mencuci tangan terus-menerus, selalu memikirkan kondisi keamanan diri sendiri atau orang lain, serta melakukan hal sama berulang untuk memastikan kondisi yang teratur.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Otak saat Mengalami OCD

Inilah Kaitan OCD dengan Tidur dan Insomnia

Menurut Journal of Clinical Sleep Medicine, gangguan tidur seperti insomnia merupakan salah satu masalah yang cukup umum dialami oleh pengidap OCD. Hal serupa juga diterangkan dalam MedCrave, bahwa kondisi OCD dapat memicu gangguan tidur.

Pengidap OCD dapat mengalami insomnia dan gangguan tidur akibat mengalami gejala obsesif pada malam hari. Gejala obsesif dapat muncul berupa pikiran khawatir akan keamanan lingkungan rumah, hingga kebersihan tubuh sebelum tidur. 

Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan gejala kompulsif, seperti melakukan pengecekan berulang terhadap kondisi rumah atau membersihkan tubuh. Hal ini akhirnya membuat kamu kembali terjaga dan mengalami kesulitan tidur.

Tidak hanya itu, gejala obsesif yang tidak diatasi dengan baik terkadang menyebabkan seseorang mengalami stres atau depresi. Gangguan ini juga dapat memicu insomnia. 

Atasi OCD dengan Cara Ini

Saat ini belum ada pengobatan yang dapat menghilangkan kondisi OCD. Pengobatan yang dilakukan untuk mengendalikan gejala agar pengidap OCD dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik. 

OCD dapat diatasi dengan melakukan beberapa terapi dan penggunaan beberapa jenis obat-obatan. Bahkan, cara ini akan menjadi lebih maksimal ketika pengidap OCD menjalankan kedua pengobatan secara bersamaan.

Terapi yang perlu dijalankan adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini akan membantu pengidap OCD untuk mengubah cara berpikir dan mengendalikan gejala yang muncul. 

Sementara itu, dokter akan memberikan obat untuk mengatasi depresi yang dialami pengidap OCD. Untuk mempermudah pengobatan, kamu bisa membeli obat-obatan yang dibutuhkan melalui Halodoc dengan menggunakan resep yang diberikan oleh dokter. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengantre lama di apotek.

Baca juga: Inilah Pemeriksaan yang Dapat Mendiagnosis OCD

Lakukan terapi dan pengobatan secara rutin sesuai dengan saran dokter. Tentunya kondisi ini dapat membantu kamu untuk mengatasi OCD. Selain pengobatan medis, kamu juga bisa mengatasi OCD dengan beberapa perubahan gaya hidup. Melakukan aktivitas yang menyenangkan, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari alkohol menjadi cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi OCD.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. Effects of Obsessive Compulsive Disorder on Sleep and Insomnia.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Obsessive Compulsive Disorder (OCD).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Obsessive Compulsive Disorder (OCD).
Journal of Clinical Sleep Medicine. Diakses pada 2021. Early Sleep Psychiatric Intervention for Acute Insomnia: Implications from a Case of Obsessive Compulsive Disorder.
MedCrave. Diakses pada 2021. Sleep Disturbance in Obsessive Compulsive Disorder.