• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Pengobatan Pneumonia Berdasarkan Jenisnya

Ketahui Pengobatan Pneumonia Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Pengobatan Pneumonia Berdasarkan Jenisnya

Halodoc, Jakarta - Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang mesti diwaspadai karena dapat mengganggu pernapasan. Ini adalah infeksi paru-paru yang bisa menjadi penyakit yang serius dan mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani. Ketika infeksi pneumonia masuk, paru-paru bisa meradang dan munculnya cairan pada alveoli, yakni kantung udara kecil yang ada di dalam paru-paru. 

Pneumonia bisa dialami oleh siapa pun. Namun, kondisi ini berbahaya apabila dialami oleh lansia, bayi atau pengidap penyakit tertentu. Ada banyak jenis pneumonia yang dibedakan atas penyebab infeksinya. Pneumonia bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Nah, berikut pengobatan pneumonia berdasarkan jenisnya.

Baca juga: 3 Masalah Sistem Pernapasan Lansia yang Perlu Diwaspadai

Pengobatan Pneumonia Berdasarkan Jenisnya

Penting untuk mengetahui jenis-jenis pneumonia agar dapat memperoleh perawatan yang tepat. Berikut jenis-jenis pneumonia dan pengobatannya:

1. Pneumonia Bakteri

Sebagian besar kasus pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri. Penularan bakteri ini bisa didapat dari batuk atau bersin orang lain yang tidak sengaja terhirup. Nah, ketika kamu punya sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka kamu berisiko tinggi terkena pneumonia. Peluang akan semakin tinggi apabila kamu sudah mengidap asma, emfisema, atau penyakit jantung.

Pneumonia bakteri biasanya ditandai dengan batuk berlendir, demam tinggi, napas terengal-engal atau sesak napas, nyeri dada, dan kelelahan. Karena disebabkan oleh bakteri, maka pengobatannya pun menggunakan antibiotik. Namun, jika gejalanya cukup parah, dokter akan menyarankan kamu untuk dirawat di rumah sakit agar mendapatkan antibiotik melalui infus, oksigen, dan perawatan pernapasan lainnya.

2. Pneumonia Virus

Selain bakteri, virus adalah penyebab paling umum kedua pneumonia. Banyak sekali jenis virus yang dapat menyebabkan pneumonia, contohnya seperti virus yang sebabkan pilek dan flu hingga virus corona penyebab COVID-19. Gejala pneumonia virus pun terkadang sulit dideteksi karena mirip sekali dengan gejala flu biasa, seperti batuk kering atau berlendir, hidung tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, dan demam. 

Baca juga: Alami Gejala Pneumonia, Haruskah Diperiksa ke Dokter Spesialis Paru?

Karena disebabkan oleh virus, tentunya pneumonia jenis ini tidak bisa diobati dengan antibiotik. Perawatan biasanya tergantung pada jenis gejala yang kamu alami. Misalnya, jika kamu asma atau emfisema, perawatan biasanya berfokus untuk membantu pernapasan. Dokter biasanya akan menyarankan kamu untuk banyak minum cairan untuk mengencerkan lendir yang ada di dalam dada.

Untuk meredakan rasa sakit dan menurunkan demam, dokter akan memberikan kamu asetaminofen atau obat antiinflamasi non steroid (NSAID) seperti ibuprofen. Obat antivirus juga akan diberikan untuk membunuh virus dan membantu kamu lebih mudah bernafas.

3. Pneumonia Jamur

Pneumonia yang disebabkan oleh jamur adalah kondisi yang lebih jarang. Kemungkinan terkena pneumonia jamur pun sangat kecil apabila kamu punya tubuh yang sehat dan bugar. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya adalah jika kamu pernah menjalani transplantasi organ, kemoterapi untuk kanker, sedang mengonsumsi obat untuk mengobati penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis atau mengidap HIV/AIDS.

Pneumonia jamur terjadi ketika kamu menghirup partikel kecil yang disebut spora jamur. Biasanya, kondisi ini lebih rentan dialami oleh peternak yang bekerja di sekitar kotoran burung, kelelawar, atau hewan pengerat, penata taman dan tukang kebun yang mengerjakan tanah, dan pekerja konstruksi yang banyak bekerja di tempat berdebu. 

Baca juga: Mungkinkah Idap Pneumonia Tanpa Gejala Batuk?

Gejala pneumonia jamur mirip dengan jenis lainnya, yakni demam dan batuk. Dokter akan memberikan obat antijamur dan penurun demam untuk mengobati pneumonia jenis ini. Nah, untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, pastikan kamu mengonsumsi makanan sehat, cukup tidur dan berolahraga. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika kamu butuh vitamin dan suplemen, beli saja di toko kesehatan Halodoc. Tidak perlu repot keluar rumah, tinggal klik lalu pesanan akan diantar ke tempatmu. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Types of Pneumonia.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What you should know about pneumonia.