• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penjelasan Tentang Electroencephalography (EEG)

Ketahui Penjelasan Tentang Electroencephalography (EEG)

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kamu mungkin sudah sering mendengar tentang pemeriksaan electroencephalography atau yang disebut juga EEG.  Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur aktivitas elektrik di otak, yang kemudian representasikan dalam bentuk garis gelombang.

Apa Itu Pemeriksaan EEG?

Pemeriksaan EEG bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan pada otak. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bila terdapat indikasi penyakit epilepsi, demensia, narkolepsi, abnormalitas sistem saraf, abnormalitas otak atau tulang belakang, dan kelainan mental.

Pemeriksaan otak dengan metode ini dilakukan dengan menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang dilekatkan pada kulit kepala. Perlu kamu ketahui bahwa sel-sel otak berkomunikasi melalui impuls listrik dan aktif setiap saat, bahkan saat sedang tidur sekalipun. Aktivitas ini kemudian ditampilkan sebagai garis bergelombang pada rekaman EEG.

Baca Juga: Hampir Mirip, Apa Perbedaan EKG dan EEG?

Pemeriksaan EEG ini termasuk dalam salah satu tes diagnostik utama untuk epilepsi. Pemeriksaan ini juga berperan dalam mendiagnosis gangguan otak lainnya, seperti tumor otak, disfungsi otak, peradangan otak (ensefalitis), serta gangguan tidur. Tujuan utama dari pemeriksaan EEG adalah untuk mendapatkan rekaman aktivitas listrik di otak yang akurat, sehingga menghasilkan interpretasi yang akurat pula.

EEG merupakan pemeriksaan yang dapat mendukung penegakkan diagnosis, selama rekaman yang diperoleh baik dan benar. Rekaman yang tidak baik justru akan menyesatkan diagnosis.

Sebelum melakukan pemeriksaan electroencephalography, ada tiga tahapan yang harus dilakukan, yaitu:

1. Sebelum Pemeriksaan

Hal yang perlu kamu lakukan sebelum melakukan pemeriksaan EEG adalah memberi tahu dokter mengenai obat apa saja, baik resep maupun yang dijual bebas, serta suplemen yang mungkin selama ini kamu konsumsi. Sehari sebelum pemeriksaan, dokter biasanya akan menyarankan kamu untuk mencuci rambut. Namun, jangan gunakan produk kondisioner atau produk penataan rambut lainnya sesudahnya.

Baca juga: 4 Persiapan sebelum Lakukan EEG dan Brain Mapping

2. Selama Pemeriksaan

Selama pemeriksaan berlangsung, kamu akan diminta untuk berbaring di meja atau tempat tidur yang sudah disediakan. Kemudian, seorang teknisi akan menempatkan 20 sensor kecil pada kulit kepala. Sensor-sensor kecil yang disebut elektroda inilah yang akan mengambil aktivitas dari sel-sel di dalam otak yang disebut neuron.

Pada awal pemeriksaan, kamu akan diminta untuk rileks dalam posisi nyaman dengan mata tertutup selama tes. Kemudian, pada waktu-waktu tertentu, teknisi mungkin dapat meminta kamu untuk membuka lalu menutup mata, melakukan beberapa perhitungan sederhana, membaca kalimat, melihat gambar atau berdapas dalam-dalam selama beberapa menit, dan melihat cahaya yang berkedip. Beberapa aktivitas sederhana tersebut biasanya dapat mengubah pola gelombang otak. Pemeriksaan EEG juga bisa dilakukan di malam hari saat kamu tertidur. Apabila fungsi tubuh lainnya, seperti pernapasan dan denyut nadi, juga direkam, tes ini disebut polisomnografi.

Kemudian, sensor-sensor elektroda akan mengirimkan gelombang otak ke mesin, dan akan muncul hasil berupa serangkaian garis yang digambar pada kertas bergerak atau ditampilkan di layar komputer.

3. Setelah Pemeriksaan

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, teknisi akan melepas elektroda dan membasuh lem perekat. Kamu juga dapat menggunakan penghapus cat kuku di rumah untuk menghilangkan sisa-sisa lem yang masih terasa lengket. Kecuali apabila kamu secara aktif mengalami kejang atau dokter menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan, kamu biasanya sudah diperbolehkan pulang begitu tes selesai dilakukan.

Perlu kamu ingat bahwa pemeriksaan EEG ini biasanya dilakukan ketika dokter mencurigai adanya gangguan otak atau saat seseorang mengalami gejala-gejala penyakit yang berhubungan dengan gangguan otak. Karena itu, untuk melakukan pemeriksaan ini, kamu perlu mendiskusikan terlebih dahulu gejala kesehatan yang kamu rasakan pada dokter.

Baca Juga: Lakukan Pemeriksaan EEG, Adakah Efek Sampingnya?

Kamu bisa membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami melalui aplikasi Halodoc supaya mendapatkan diagnosis yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. EEG (electroencephalogram).