Ketahui Penyebab Alergi Mata pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Penyebab Alergi Mata pada Anak

Halodoc, Jakarta - Alergi mata, dikenal dengan istilah alergi konjungtivitis adalah respon imun yang terjadi ketika mata bersentuhan dengan zat yang mengiritasi atau alergen. Kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya cukup dengan menggunakan obat tetes mata atau antialergi yang dijual di apotek. Namun, untuk kasus yang parah, diperlukan pengobatan dan perawatan tambahan.

Sistem kekebalan melindungi tubuh terhadap kuman dan virus berbahaya yang menyebabkan terjadinya penyakit. Pada orang yang mengalami alergi mata, sistem kekebalan mengira bahwa alergen adalah zat yang berbahaya. Akibatnya, imunitas menciptakan zat tertentu untuk melawannya, yang memicu munculnya gejala tidak menyenangkan, seperti mata memerah, bengkak, berair, dan perih.

Pada beberapa kondisi, alergi mata juga berhubungan dengan eksim dan asma. Sayangnya, gangguan mata ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada anak. Sebenarnya, apa yang menyebabkan alergi mata pada anak?

Baca juga: 3 Faktor Risiko yang Meningkatkan Seseorang Terkena Konjungtivitis

Penyebab Alergi Mata pada Anak

Faktanya, alergi mata sering terjadi pada anak. Gejalanya menjadi satu-satunya tanda respon tubuh terhadap alergi, atau bisa juga dikaitkan dengan hidung tersumbat, pilek, tenggorokan gatal, atau batuk. Biasanya, penyebab terjadinya alergi mata pada anak yang sering ditemui sebagai berikut:

  • Serbuk sari. Ini biasanya terkait dengan alergi musiman. Waktunya bervariasi, bergantung pada jenis serbuk sari. Di negara subtropis dengan 4 musim, setiap musimnya memiliki jenis alerginya masing-masing.

  • Hewan peliharaan. Kucing, anjing, kelinci, hamster, dan hewan peliharaan berbulu umumnya mengalami kerontokan bulu, yang menyebabkan terjadinya alergi mata. Setelah hewan dipisahkan dari anak, gejala dapat berkurang dan sembuh dengan sendirinya.

  • Debu. Seringnya, alergi terjadi karena paparan debu yang masuk dan mengiritasi mata. Ini membuat mata menjadi perih, gatal, memerah, dan membengkak jika sudah parah.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Alergi, Waspadai Gejala-Gejalanya

Gejala alergi mata pada anak mudah dikenali, yaitu mata yang memerah, berair, membengkak, dan gatal. Anak menggosok mata secara berlebihan untuk mengurangi rasa gatal dan perih. Padahal, hal ini bisa memperburuk kondisi mata, terlebih jika anak menggosoknya dengan tangan kotor.

Tindakan Pengobatan dan Pencegahan

Ada banyak pilihan pengobatan yang bisa dilakukan, bergantung pada penyebab alerginya dan tingkat keparahan dari reaksi alergi yang terjadi. Pengobatan yang dilakukan termasuk:

  • Membersihkan mata dari alergen dengan kain lap hangat dan bersih.

  • Menggunakan obat tetes mata antihistamin.

  • Apabila alergi mata cukup parah, penggunaan tetes mata antiinflamasi mungkin dianjurkan.

  • Jika gejala juga mencakup batuk atau pilek, dokter biasanya meresepkan obat antialergi dalam bentuk minum atau oral.

Baca juga: 7 Tanda Seseorang Kena Alergi Obat

Cara terbaik untuk mencegah alergi mata pada anak adalah menghindari semua hal yang menjadi pemicunya. Ini termasuk membiasakan hidup sehat pada anak, rajin membersihkan rumah dan ruangan agar bebas dari debu dan bulu hewan. Pastikan pertumbuhan anak selalu terjaga imunitasnya agar tubuhnya kebal terhadap penyakit.

Jika anak mengalami alergi mata yang parah dan membutuhkan perawatan, ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter ahli mata di rumah sakit terdekat dengan rumah ibu di sini. Penanganan yang tepat membantu mengurangi akibat yang terjadi, sehingga pengobatan bisa segera diberikan. Ibu bisa juga menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter, download segera di ponsel ibu.