• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab Anoreksia dan Faktor Risiko yang Mengintai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab Anoreksia dan Faktor Risiko yang Mengintai

Ketahui Penyebab Anoreksia dan Faktor Risiko yang Mengintai

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Januari 2023

“Seseorang dengan anoreksia berusaha menjaga berat badannya serendah mungkin dengan tidak makan cukup atau berolahraga terlalu banyak, atau keduanya. Penyebab anoreksia bisa karena genetik hingga trauma yang membuat pengidapnya tidak dapat makan dengan baik.”

Ketahui Penyebab Anoreksia dan Faktor Risiko yang MengintaiKetahui Penyebab Anoreksia dan Faktor Risiko yang Mengintai

Halodoc, Jakarta – Anoreksia membuat pengidapnya terobsesi dengan berat badan dan makanan. Seseorang dengan kondisi ini mungkin menganggap dirinya gemuk meski sebenarnya berat badan mereka sudah sangat rendah. Namun, anoreksia sebenarnya bukan tentang makanan. 

Ini adalah cara makan yang sangat tidak sehat dan terkadang mengancam jiwa untuk mencoba mengatasi masalah emosional. Guna mencegah kenaikan terjadinya berat badan atau terus menurunkan berat badan, pengidap anoreksia biasanya sangat membatasi jumlah makanan yang mereka makan. 

Mereka dapat mengontrol asupan kalori dengan muntah setelah makan atau menyalahgunakan obat pencahar, alat bantu diet, diuretik atau enema. Selain itu, pengidapnya mungkin juga mencoba menurunkan berat badan dengan berolahraga secara berlebihan. 

Tidak peduli berapa banyak berat badan yang hilang, seseorang dengan kondisi ini akan takut mengalami kenaikan berat badan.

Apa Sebenarnya Penyebab Anoreksia?

Para ahli belum mengetahui penyebab pasti anoreksia. Namun, seperti banyak masalah kesehatan lainnya, kelainan makan ini juga kemungkinan terjadi karena kombinasi antara faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.

  • Biologis. Meski belum jelas gen mana yang terlibat, mungkin ada perubahan genetik yang membuat beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami anoreksia. Selain itu, beberapa orang lainnya mungkin memiliki kecenderungan genetik ke arah perfeksionisme, kepekaan, atau sifat lain yang mengarah pada kelainan makan ini.
  • Psikologis. Beberapa pengidap mungkin memiliki sifat kepribadian obsesif-kompulsif yang membuat mereka lebih mudah untuk menjalankan diet ketat dan tidak makan meski lapar. Selain itu, mereka juga berpotensi memiliki dorongan ekstrem perfeksionisme, yang menyebabkan munculnya pikiran bahwa mereka tidak pernah terlihat kurus dan tingkat kecemasan yang tinggi serta melakukan pembatasan makan untuk mengurangi hal ini.
  • Lingkungan. Budaya barat modern, pandangan orang terhadap kesuksesan yang dikaitkan dengan tubuh kurus, dan tekanan dari teman sebaya dapat membantu memicu keinginan untuk memiliki tubuh lebih kurus, terutama pada remaja perempuan.

Waspadai Faktor Risikonya

Anoreksia lebih sering terjadi pada anak, remaja, dan perempuan usia dewasa. Namun, gangguan makan pada laki-laki mulai meningkat, kemungkinan berkaitan dengan meningkatnya tekanan sosial.

Kelainan makan ini juga lebih umum terjadi pada kalangan remaja. Namun, orang-orang dari segala usia dapat mengalaminya, meski jarang terjadi pada usia lebih dari 40 tahun. Remaja mungkin lebih berisiko karena semua perubahan fisik yang terjadi selama masa pubertas. 

Selain itu, mereka mungkin juga menghadapi tekanan teman sebaya yang meningkat dan lebih peka terhadap kritik atau komentar tentang berat badan atau bentuk tubuh. Faktor-faktor tertentu lain yang turut berperan termasuk:

  • Genetika. Perubahan gen tertentu dapat meningkatkan risiko anoreksia. Mereka yang memiliki orang tua, saudara kandung atau anak yang memiliki kelainan tersebut, memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.
  • Diet dan kelaparan. Diet adalah faktor risiko untuk mengembangkan gangguan makan. Studi menunjukkan bahwa banyak gejala anoreksia sebenarnya adalah gejala kelaparan. Kelaparan memengaruhi otak, suasana hati, kekakuan berpikir, kecemasan, dan penurunan nafsu makan. 
  • Transisi. Baik itu sekolah baru, rumah atau pekerjaan, putusnya hubungan, kematian orang yang dicintai, semua perubahan tersebut dapat menimbulkan tekanan emosional dan meningkatkan risiko anoreksia.

Anoreksia adalah gangguan makan yang perlu segera mendapatkan penanganan. Sebab, kondisi ini bisa sangat berbahaya, bahkan penurunan berat badan secara drastis dan malnutrisi bisa mengarah pada kematian. Jika kamu mengalaminya, segera dapatkan penanganan di rumah sakit Halodoc

Cek dan download Halodoc supaya kamu bisa mendapatkan kemudahan layanan kesehatan, termasuk memenuhi semua kebutuhan medis lebih praktis melalui aplikasi. 

Referensi: 
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2023. Anorexia Nervosa.
NHS. Diakses pada 2023. Overview – Anorexia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Anorexia nervosa.