• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab Batuk Mudah Sekali Menular

Ketahui Penyebab Batuk Mudah Sekali Menular

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Batuk adalah respon alami tubuh untuk mengeluarkan zat dan partikel dari dalam saluran pernapasan serta mencegah benda asing masuk ke saluran napas bawah. Bisa dibilang, batuk merupakan salah satu bentuk sistem pertahanan tubuh. Batuk terjadi saat saraf pada tenggorokan dan saluran pernapasan merasakan zat atau benda asing yang mengganggu.

Adanya zat atau benda asing tersebut akan menstimulasi saraf untuk mengirim sinyal pada otak yang akan direspon dengan batuk untuk mengeluarkan zat atau benda asing tersebut. Lantas, bagaimana jika seseorang mengidap batuk karena terpapar virus? Ini alasan batuk mudah menular!

Baca juga: Batuk Berdahak Jangka Panjang Bisa Jadi Tanda Bronkitis

Ini Alasan Mengapa Batuk Mudah Menular

Saat seseorang batuk, virus dapat menular dengan cepat pada seseorang lewat perantara udara. Kamu juga bisa terdapat virus saat melakukan kontak langsung dengan pengidap. Seperti pada penjelasan sebelumnya, batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Salah satu penyebabnya adalah virus flu. Selain itu, infeksi kuman, adanya peradangan, serta paparan zat kimia juga menjadi penyebab batuk.

Untuk virus flu, batuk merupakan salah satu cara penularan virus saat terpapar air liur pengidap. Penyebarannya sendiri dapat terjadi sejauh 2 meter. Virus juga dapat menginfeksi kurang lebih 24 jam. Namun, dapat bertahan hingga beberapa hari di atas permukaan benda. Untuk mencegah penularan virus tersebut, salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Selain memperkuat kekebalan tubuh, jangan lupa untuk menjaga jarak dengan pengidap. Sebagai langkah awal pencegahan, kamu dapat memperbaiki kualitas makan dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang agar daya tahan tubuh menjadi lebih kuat, sehingga dapat mencegah diri dari penularan penyakit dengan sendirinya.

Untuk orang yang sehat, kamu disarankan untuk tetap menjaga pola hidup sehat dengan sering mencuci tangan dan menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah. Sedangkan bagi pengidap, disarankan untuk mengonsumsi obat dan menggunakan masker untuk mencegah penularan. Untuk mengetahui obat apa yang harus dikonsumsi, kamu bisa diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Ini Bedanya Batuk Akibat Virus dan Alergi

Sebelum Parah, Begini Langkah Mengatasi Batuk

Jika kamu mengidap penyakit ini, kamu dapat mengatasi batuk dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Istirahat yang cukup.
  • Penuhi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi.
  • Jangan mengonsumsi makanan yang dilarang saat batuk.
  • Jangan merokok.
  • Hindari tempat kotor dan lembap. 
  • Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
  • Rajin mencuci tangan.
  • Hindarilah kontak dengan pengidap secara langsung atau tidak langsung.
  • Jangan bergantian menggunakan peralatan pribadi.

Penanganan batuk akan dilakukan berdasarkan penyebabnya. Batuk yang disebabkan oleh infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh yang baik.

Baca juga: Obat Batuk yang Aman dan Alami untuk Si Kecil

Sejumlah Komplikasi dan Pencegahan Batuk

Batuk biasa umumnya akan sembuh dalam waktu 1–2 minggu. Meski dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi ketika mengidap batuk yang tergolong intens, pengidap akan mengalami sejumlah komplikasi berupa kelelahan, pusing, sakit pada tenggorokan, bahkan patah tulang iga.

Yang perlu kamu perhatikan adalah, batuk juga bisa muncul sebagai gejala dari suatu penyakit. Batuk jenis ini tidak akan sembuh sebelum penyebabnya teratasi dengan baik. Pada kasus ini, komplikasinya yang muncul akan sesuai dengan penyakit yang dialami. Jika kondisi ini dibiarkan, maka penyakit dapat berkembang menjadi lebih buruk dan menimbulkan sejumlah gejala lain dan komplikasi yang semakin parah.

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2020. Cough.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cough.
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Cough?
WebMD. Diakses pada 2020. Why You Cough.