• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab dan Gejala Tunagrahita pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab dan Gejala Tunagrahita pada Anak

Ketahui Penyebab dan Gejala Tunagrahita pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Agustus 2022

“Penyebab tunagrahita yang paling umum yaitu kondisi genetik, dan masalah saat kehamilan atau melahirkan. Tunagrahita dapat menyebabkan seorang anak belajar dan berkembang lebih lambat dari anak-anak seusianya.”

Ketahui Penyebab dan Gejala Tunagrahita pada AnakKetahui Penyebab dan Gejala Tunagrahita pada Anak

Halodoc, Jakarta – Tunagrahita atau disabilitas intelektual merupakan gangguan perkembangan belajar, penalaran, sosial, dan kemampuan hidup. Kondisi ini dapat terlihat sejak lahir atau selama masa kanak-kanak dan berlanjut hingga dewasa. Tunagrahita dapat terjadi dalam berbagai tingkat dan dapat diakibatkan oleh faktor genetik, lingkungan, atau yang tidak diketahui.

Tingkat tunagrahita sangat bervariasi pada anak-anak dan dapat menghambat pertumbuhan anak. Pengidapnya biasanya mengalami kesulitan untuk membiarkan orang lain mengetahui keinginan dan kebutuhan mereka, dan mengurus diri mereka sendiri. Tunagrahita dapat menyebabkan seorang anak belajar dan berkembang lebih lambat dari anak-anak yang seumuran. 

Lantas, apa sebenarnya penyebab tunagrahita?

Penyebab Tunagrahita pada Anak

Menurut American Association on Intellectual and Developmental Disabilities (AAIDD), disabilitas intelektual atau tunagrahita adalah ketidakmampuan yang ditandai dengan keterbatasan signifikan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif.

Fungsi intelektual mencakup kemampuan seperti belajar, mempraktikkan penilaian, dan pemecahan masalah. Sedangkan perilaku adaptif yaitu aktivitas fungsi sehari-hari, seperti hidup mandiri dan berkomunikasi.

Setiap kali ada sesuatu yang mengganggu perkembangan otak normal manusia, kecacatan intelektual dapat terjadi. Namun, penyebab tunagrahita secara spesifik hanya dapat ditentukan sekitar sepertiga dari waktu hidup pengidap.

Penyebab paling umum dari tunagrahita yaitu:

  • Kondisi genetik. Ini termasuk hal-hal seperti sindrom down dan sindrom X rapuh (fragile X syndrome).
  • Masalah selama kehamilan. Hal-hal yang dapat mengganggu perkembangan otak janin yaitu penggunaan alkohol atau narkoba, malnutrisi, infeksi tertentu, atau preeklamsia.
  • Masalah saat melahirkan. Tunagrahita dapat terjadi jika bayi kekurangan oksigen saat melahirkan atau lahir sangat prematur.
  • Penyakit atau cedera. Infeksi seperti meningitis, batuk rejan, atau campak dapat menyebabkan cacat intelektual. Cedera kepala parah, hampir tenggelam, malnutrisi ekstrem, infeksi otak, paparan zat beracun seperti timbal, dan penyalahgunaan zat juga dapat jadi penyebabnya.
  • Penyebab tidak diketahui. Sebesar dua pertiga anak mengalami tunagrahita yang penyebabnya tidak diketahui.

Gejala Tunagrahita pada Anak

Ada banyak gejala yang berbeda dari tunagrahita pada anak. Ada gejala yang muncul selama masa bayi, tapi ada juga yang tidak terlihat sampai ia memasuki usia sekolah. Gejala yang muncul tergantung pada tingkat keparahan kecacatan. 

Beberapa gejala tunagrahita pada anak yang paling umum adalah:

  • Terlambat belajar berguling, duduk, merangkak, atau berjalan.
  • Kemampuan berbicara lambat atau mengalami masalah dengan berbicara.
  • Lambat untuk menguasai hal-hal seperti latihan toilet, berpakaian, dan makan sendiri.
  • Kesulitan mengingat sesuatu.
  • Tidak mampu menghubungkan tindakan dengan konsekuensi.
  • Memiliki masalah perilaku seperti tantrum yang meledak-ledak.
  • Sulit memecahkan masalah atau tidak memiliki pemikiran logis.

Pada anak-anak dengan tunagrahita yang parah atau berat, kemungkinan juga memiliki masalah kesehatan lainnya. Masalah-masalah tersebut seperti kejang, gangguan mental (kecemasan, autisme, dll), gangguan keterampilan motorik, masalah penglihatan, atau masalah pendengaran.

Peran Orang Tua dalam Mengasuh Anak Tunagrahita

Kiat-kiat berikut ini dapat membantu ayah dan ibu mengembangkan keterampilan anak di rumah:

  • Dorong anak dengan cara yang ringan atau sedang untuk bertanggung jawab dan mandiri.
  • Beri mereka tugas dan bantu mereka mempelajari keterampilan merawat diri sehari-hari semampu mereka. 
  • Bacakan buku untuk anak dan nikmati aktivitas menyenangkan bersama mereka dan anggota keluarga yang lain. 

Ayah dan ibu juga perlu mencarikan sekolah yang dapat mendukung dan merawat kondisi anak dengan tepat. Tanyakan pada dokter di Halodoc tentang bagaimana mengasuh dan merawat anak dengan tunagrahita dengan baik. Dengan dukungan berbagai pihak, maka anak dapat tumbuh dengan baik. Tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2022. Recognizing and Addressing Your Child’s Intellectual Disability
WebMD. Diakses pada 2022. Intellectual Disability
Healthline. Diakses pada 2022. What You Should Know About Intellectual Disability