Ketahui Penyebab dan Pengobatan Pterygium

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Penyebab dan Pengobatan Pterygium

Halodoc, Jakarta - Pterygium adalah penyakit mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata. Pterygium menyerang pada salah satu atau kedua mata sekaligus. Faktanya, penyakit yang termasuk lesi nonkanker ini jarang menyebabkan komplikasi berbahaya. Tetapi bukan berarti bisa mengabaikan gejala yang muncul. Jika terus tumbuh dan tidak ditangani, pterygium menyebar sampai menutupi pupil mata sehingga mengganggu penglihatan pengidapnya. Oleh sebab itu, pemberian obat pterygium adalah hal yang wajib agar penglihatan tetap normal.

Meski belum diketahui secara pasti, namun orang yang kerap melakukan aktivitas di luar ruangan atau bekerja di lapangan tanpa pelindung mata memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Pajanan sinar matahari, debu, asap, serta angin adalah hal yang diduga berpotensi meningkatkan risiko pterygium. Selain itu, kamu tidak boleh membiarkan mata dalam kondisi kering, karena kondisi ini bisa menjadi pemicu munculnya pterygium.

Baca Juga: Mata Merah, Jangan Biarkan Berlama-lama!

Gejala Pterygium

Pterygium adalah kondisi saat tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata dan kerap kali tidak ada keluhan lain yang muncul. Namun kadang kondisi ini disertai beberapa gejala lain, misalnya:

  • Mata merah.

  • Iritasi, gatal, atau perih pada mata.

  • Pandangan samar atau kabur.

  • Terasa ada yang mengganjal di mata jika selaput pterygium menebal atau melebar.

Pilihan Pengobatan Pterygium

Saat gejala masih ringan, pterygium biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Jika kamu sudah merasa tidak nyaman, maka dokter merekomendasikan beberapa obat, misalnya:

  • Tetes mata pelumas, air mata buatan, atau salep.

  • Menggunakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan.

  • Penggunaan tetes mata vasokonstriktor.

  • Penggunaan tetes mata steroid jangka pendek untuk meredakan peradangan.

Baca Juga: Hati-Hati Bercak Merah pada Mata Tanda Terserang Pterygium

Pada kasus yang lebih serius yakni saat pterygium mengganggu penglihatan, dokter merekomendasikan kamu untuk melakukan operasi pengangkatan pterygium. Namun, perlu diingat terdapat risiko kembalinya pterygium yang menjadi semakin agresif setelah operasi. Mata juga terasa kering dan iritasi setelahnya. Namun, tindakan ini perlu dipertimbangkan lagi, terlebih saat terjadi kondisi seperti:

  • Pemberian obat pterygium yang tidak memberikan hasil.

  • Risiko kebutaan yang semakin tinggi.

Saat pembedahan pterygium, waktu yang diperlukan berkisar 30 hingga 45 menit. Selama operasi, pterygium diangkat dan konjungtiva (permukaan jaringan mata) atau membran amniotik (plasenta) digunakan untuk mengisi bagian yang kosong. Jika ruang kosong tidak diisi, risiko kembalinya pterygium bisa meningkat hingga 50 persen. Dengan menggunakan graft, risiko berkurang 5 hingga 10 persen.

Setelah operasi, pasien akan diberikan obat pterygium untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi, sekaligus untuk mencegahnya kambuh. Selain itu, pengidap juga tetap dipantau selama sekitar 1 tahun.

Karena Bisa Sebabkan Kebutaan, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mata pterygium, antara lain:

  • Gunakan kacamata hitam saat di luar ruangan.

  • Biarkan mata beristirahat di bawah tempat yang teduh setelah berada di luar ruangan.

  • Gunakan tetes mata atau air mata buatan untuk menghindari mata kering.

  • Hindari debu, angin, asap, dan polusi lain.

Baca Juga: Periksa Mata Sejak Dini, Kapan Sebaiknya Mulai Dilakukan?

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai pterygium serta gangguan mata lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.