• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab Hipertensi Berdasarkan Tipenya

Ketahui Penyebab Hipertensi Berdasarkan Tipenya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis yang tidak boleh diabaikan. Pasalnya, hipertensi dapat menyebabkan masalah jantung dan pembuluh darah, serta sulit dikendalikan. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah di atas 120 dan 129 mm Hg untuk angka atas (sistolik) dan lebih dari 80 mmHg (diastolik) untuk angka bawah.

Ternyata, tekanan darah tinggi pun ada banyak jenisnya. Jenis-jenis hipertensi ini dilatarbelakangi oleh kondisi seseorang. Berikut berbagai penyebab hipertensi berdasarkan tipe-tipenya:

1. Hipertensi Primer

Hipertensi primer umumnya disebabkan oleh kombinasi genetika, diet, gaya hidup, dan usia. Faktor gaya hidup seperti merokok, minum terlalu banyak alkohol, stres, kelebihan berat badan, makan terlalu banyak garam, dan kurang berolahraga bisa menyebabkan seseorang mengalami hipertensi primer. Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat menurunkan tekanan darah dan risiko komplikasi hipertensi.

Baca juga: 5 Komplikasi Akibat Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

2. Hipertensi Sekunder

Hipertensi sekunder sering dialami oleh orang yang lebih muda, yakni berusia antara 18-40. Penyebabnya bisa meliputi penyempitan arteri yang memasok darah ke ginjal, penyakit kelenjar adrenal, efek samping obat, sleep apnea, kelainan hormon, kelainan tiroid, dan penyempitan aorta. Ketika penyebabnya telah diidentifikasi, biasanya hipertensi jenis ini mudah diobati. 

3. Hipertensi Resisten

Hipertensi resisten adalah sebutan untuk tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan. Hipertensi dianggap resisten bila tekanan darah tidak kunjung turun dan tetap diatas rata-rata normal, meskipun kamu sudah mengonsumsi tiga jenis obat penurun tekanan darah. Orang yang mengalami hipertensi resisten umumnya mengidap hipertensi sekunder yang penyebabnya belum teridentifikasi, sehingga dokter harus mencari penyebab sekundernya.

4. Hipertensi Maligna

Hipertensi maligna adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tekanan darah tinggi yang menyebabkan kerusakan organ. Hipertensi maligna juga disebut dengan hipertensi darurat karena berisiko mengancam nyawa. Hipertensi maligna ditandai dengan peningkatan tekanan darah di mana angka sistolik mencapai lebih 180 mm Hg atau diastolik mencapai 120-130 mm Hg.

Baca juga: Pertolongan Pertama saat Tekanan Darah Melonjak

5. Hipertensi Sistolik Terisolasi

Hipertensi sistolik terisolasi terjadi ketika tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di bawah 90 mm Hg. Ini adalah jenis hipertensi yang paling sering dialami oleh lansia di atas 60 tahun. Penyebabnya diduga karena arteri menjadi kaku seiring bertambahnya usia.

6. Hipertensi Urgensi

Urgensi hipertensi adalah ketika tekanan darah di atas 180/120, tetapi tidak disertai dengan gejala lain. Penting untuk segera menangani hipertensi urgensi agar tidak berkembang menjadi hipertensi darurat. 

7. White Coat Hypertension

Hipertensi jenis ini terjadi ketika tekanan darah naik untuk sementara akibat berada di ruang praktek dokter atau kejadian lain yang membuat stres, seperti terjebak kemacetan. Sebelumnya, kondisi ini tergolong jinak. Melansir dari Healthline, baru-baru ini, white coat hypertension dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Sebelum memulai pengobatan untuk hipertensi jensi ini, dokter perlu memantau tekanan darah selama periode waktu tertentu terlebih dahulu. 

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Tekanan Darah Tinggi

Itulah berbagai tipe hipertensi berdasarkan penyebabnya. Mengalami hipertensi dan butuh obat-obatan? Kamu bisa menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc terlebih dahulu untuk bertanya seputar obat-obatan yang efektif untuk atasi hipertensi dan tentunya aman dikonsumsi. Setelah itu, dokter akan memberimu resep dan kamu bisa langsung memesan obatnya saat itu juga lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot ke luar rumah, pesanan akan diantar dalam waktu kurang lebih satu jam. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Types and Stages of Hypertension.
Stanford Healthcare. Diakses pada 2020. Hypertension types.