• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab Terjadinya Kelumpuhan pada Otot

Ketahui Penyebab Terjadinya Kelumpuhan pada Otot

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan beberapa gejala lanjutan yang terjadi akibat penyakit stroke, seperti kesulitan berjalan, kehilangan kesimbangan, atau kelelahan pada otot. Kondisi tersebut bisa menunjukkan adanya tanda hemiplegia yang dapat mengganggu kesehatan jika tidak segera diatasi. Hemiplegia merupakan salah satu kondisi di mana tubuh mengalami kerusakan pada salah satu sisi sistem saraf yang mengatur kerja otot. Hal ini menyebabkan pengidap hemiplegia mengalami kelumpuhan pada satu sisi tubuh.

Baca juga: Alasan Stroke Bisa Sebabkan Hemiplegia

Lalu, apakah kondisi ini bisa diatasi? Hemiplegia bisa diatasi dengan beberapa perawatan, seperti fisioterapi maupun terapi okupasi. Untuk itu, tidak ada salahnya ketahui apa yang menjadi penyebab kelumpuhan pada otot atau hemiplegia. Agar kamu dapat melakukan pencegahan terhadap kondisi ini. 

Inilah Penyebab Hemiplegia

Hemiplegia atau kelumpuhan pada otot terjadi akibat adanya perdarahan pada bagian otak dan juga gangguan kesehatan pada cerebrum dan batang otak yang dapat mengganggu aliran darah menuju otak. Tidak hanya itu, ada beberapa penyebab lain yang meningkatkan risiko hemiplegia, seperti:

1.Memiliki Penyakit Stroke

Tingkat keparahan dari kondisi hemiplegia akan ditentukan dari kondisi stroke yang dialami oleh pengidap hemiplegia.

2.Infeksi Otak

Infeksi yang terjadi pada bagian otak dapat menyebabkan kerusakan permanen pada korteks otak. Sebagian besar infeksi otak disebabkan oleh bakteri, virus, dan juga jamur.

3.Trauma atau Cedera Otak

Benturan pada otak secara tiba-tiba dapat menyebabkan kerusakan permanen pada bagian otak. Kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, dan adanya benturan keras pada kepala menjadi beberapa faktor yang memicu kondisi ini.

4.Mutasi Genetik

Adanya mutasi genetik yang sangat langka dari gen ATP1A3 menyebabkan kondisi hemiplegia pada anak.

5.Tumor Otak

Tumor otak dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan, salah satunya hemiplegia. Gejala hemiplegia akan semakin memburuk ketika tumor bertumbuh semakin membesar.

Baca juga: Sering Kesemutan, Benarkah Gejala Awal Hemiplegia?

Itulah beberapa penyebab yang dapat memicu kelumpuhan pada otot. Kondisi hemiplegia nyatanya dapat dialami oleh siapa saja. Tidak ada salahnya kenali beberapa faktor yang dapat memicu kondisi terjadinya hemiplegia. Meskipun dapat dialami oleh siapa saja, tetapi kondisi hemiplegia lebih sering dialami oleh anak-anak.

Pengidap gangguan jantung atau seseorang yang memiliki riwayat gangguan jantung menjadi kelompok orang yang lebih rentan alami kondisi ini. Sebaiknya selalu jalankan gaya hidup sehat, agar risiko hemiplegia tidak meningkat. Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dapat memicu kondisi ini. Tidak ada salahnya untuk membatasi asupan gula dan garam agar kondisi kesehatan tetap terjaga dan kamu terhindar dari risiko hemiplegia.

Kenali Pengobatan Hemiplegia yang Bisa Dilakukan

Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai terkait hemiplegia, seperti kehilangan keseimbangan, kesulitan berjalan, menelan, kehilangan sensasi pada satu sisi tubuh, menggenggam objek, hingga mengalami kelelahan otot. Segera gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai keluhan kesehatan yang kamu alami terkait kondisi ini.

Hemiplegia dapat ditangani dengan melakukan perawatan agar pengidap hemiplegia dapat memperoleh kembali kekuatan otot yang sebelumnya terbatas karena kelumpuhan otot. Berikut ini perawatan yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hemiplegia:

  1. Fisioterapi;
  2. Terapi okupasi;
  3. Stimulasi listrik;
  4. Pembedahan untuk mengatasi kerusakan neurologis.

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Hemiplegia

Itulah beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hemiplegia. Dibutuhkan waktu dalam hitungan bulan atau tahun untuk memulihkan kondisi ini. Sebaiknya berikan dukungan pada keluarga yang mengalami kondisi hemiplegia agar ia bisa rutin lakukan perawatan dan terhindar dari kondisi depresi. Pengidap hemiplegia sangat rentan mengalami depresi dan frustasi akibat penurunan kualitas hidup.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Hemiplegia: Causes and Treatments for Partial Paralysis.
Children’s Hemiplegia and Stroke Association. Diakses pada 2020. Hemiplegia.
Britannica. Diakses pada 2020. Hemiplegia.