Ketahui Penyebab Terjadinya Leukositosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Penyebab Terjadinya Leukositosis

Halodoc, Jakarta - Peningkatan kadar sel darah putih di dalam darah dapat memicu sejumlah kondisi, salah satunya adalah leukositosis. Leukosit memiliki peran yang penting untuk tubuh, yaitu menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan masuknya penyakit dan infeksi. Leukosit dibuat oleh sumsum tulang belakang, disalurkan dalam darah dan disimpan kembali dalam sumsum tulang. 

Di dalam tubuh terdapat banyak jenis leukosit, yaitu limfosit, neutrofil,basofil, eosinofil, dan monosit. Masing-masing memiliki peran dalam memerangi masuknya virus, bakteri, dan kuman yang menyebabkan infeksi maupun penyakit tertentu. Lalu, apa yang penyebab seseorang mengalami leukositosis?

Penyebab Terjadinya Leukositosis

Gejala leukositosis yang sering muncul adalah kehilangan nafsu makan sehingga berat badan menurun, mual, demam, selalu merasa lelah, dan mudah lebam serta perdarahan pada bagian tubuh. 

Baca juga: Kondisi Medis yang Bisa Picu Leukositosis

Gejala yang muncul akibat leukositosis sering disalahartikan dengan penyakit lain, karena memang ada kemiripan. Namun, kamu tidak boleh menyepelekannya. Jika kamu merasakan salah satu gejala di atas, ada baiknya kamu segera buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan. Diagnosis yang tepat membuat kamu bisa mengetahui tindakan pengobatan dan pencegahan serta terhindar dari komplikasi yang membahayakan. 

Lalu, apa yang menjadi penyebab leukositosis pada seseorang? Ternyata, penyebab dari kelainan sel darah putih ini terbagi berdasarkan jenis sel darah putih yang mengalami peningkatan di dalam tubuh, yaitu: 

  •  Neutrofilia

Jenis leukositosis ini terjadi ketika sel darah putih jenis neutrofil memiliki jumlah berlebihan dalam darah. Umumnya, jumlah neutrofil berkisar antara 40 hingga 60 persen dari total keseluruhan sel leukosit di tubuh. Dari semua jenis leukositosis, neutrofilia menjadi yang paling sering ditemukan. Peningkatan jumlahnya bisa terjadi karena infeksi, peradangan, merokok berlebihan, juga reaksi terhadap stres atau jenis obat tertentu. 

Baca juga: 3 Penanganan Leukositosis pada Anak

  • Limfositosis

Ketika leukosit jenis limfosit mengalami kenaikan jumlah, maka akan terjadi limfositosis. Seharusnya, jumlah limfosit adalah antara 20 sampai 40 persen dari jumlah keseluruhan leukosit dalam tubuh. Tidak hanya neutrofilia, limfositosis juga menjadi jenis leukositosis yang paling sering ditemui. Penyebab leukositosis ini termasuk infeksi karena virus, reaksi alergi, batuk rejan, dan leukemia. 

  • Monositosis

Selanjutnya, adalah monositosis, yang terjadi ketika jumlah monosit meningkat dari jumlah normalnya, yaitu sekitar 2 hingga 8 persen dari total leukosit dalam tubuh. Kelainan ini terjadi karena infeksi virus, bakteri, maupun jamur, penyakit autoimun, kanker, dan tindakan pasca pengambilan limpa dari dalam tubuh. 

  • Eosinofilia

Penyebab leukositosis jenis ini adalah tingginya jumlah eosinofil di dalam tubuh. Jumlah normalnya antara 1 hingga 2 persen dalam leukosit. Eosinofilia ini terjadi karena infeksi yang disebabkan parasit, beberapa jenis penyakit kulit, reaksi alergi, dan limfoma serta kanker yang berkaitan dengan imunitas tubuh. 

Baca juga: Alami Leukositosis, Benarkah Gejala dari Leukemia?

  • Basofilia

Terakhir adalah basofilia, yang terjadi ketika jumlah basofil dalam tubuh meningkat dari angka normalnya, sekitar 0,1 hingga 1 persen. Kondisi ini termasuk langka terjadi, dan biasanya terjadi karena leukemia dan kanker sumsum tulang serta reaksi alergi. 

Ketahui bahwa leukositosis rentan menyerang ketika tubuh berada dalam keadaan kurang sehat alias sedang sakit. Kelainan darah ini bisa muncul ketika kamu sedang memiliki beban pikiran atau stres. Untuk itu, selalu jaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai gangguan penyakit.

Referensi: 
Drugs. Diakses pada 2019. Leukocytosis.
Healthline. Diakses pada 2019. Leukocytosis.
MDDK. Diakses pada 2019. Leukocytosis.