• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Penyebab Utama Terjadinya Feokromositoma

Ketahui Penyebab Utama Terjadinya Feokromositoma

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Feokromositoma merupakan jenis tumor langka yang tumbuh di kelenjar adrenal, tepatnya di atas ginjal. Kondisi ini juga dikenal sebagai paraganglioma adrenal atau tumor sel chromaffin. Gangguan ini umumnya terjadi pada orang dewasa berusia 30-50 tahun.

Selama berlangsungnya gangguan feokromositoma, kelenjar adrenal membuat hormon yang mengontrol hal-hal seperti metabolisme dan tekanan darah. Feokromositoma juga melepaskan hormon pada tingkat yang lebih tinggi dari biasanya. Hormon ekstra inilah yang menyebabkan tekanan darah tinggi, hingga akhirnya dapat merusak jantung, otak, paru-paru, dan ginjal.

Baca juga: Adakah Cara Mencegah Pheochromocytoma?

Penyebab Utama Feokromositoma

Sebenarnya belum diketahui secara pasti apa penyebab pasti dari feokromositoma. Tumor berkembang di sel-sel khusus yang disebut sel chromaffin. Sel ini terletak di pusat kelenjar adrenal. Sel-sel ini melepaskan hormon tertentu, terutama adrenalin (epinefrin) dan noradrenalin (norepinefrin), yang membantu mengendalikan banyak fungsi tubuh, seperti detak jantung serta tekanan darah dan gula darah. 

Adrenalin dan noradrenalin memicu respons tubuh untuk mempertahankan diri terhadap ancaman yang dirasakan. Hormon-hormon itu menyebabkan tekanan darah meningkat dan jantung berdetak lebih cepat. Mereka mempersiapkan sistem tubuh lain yang memungkinkan kamu bereaksi dengan cepat. Feokromositoma menyebabkan lebih banyak hormon dilepaskan. Pelepasan hormon ketika tubuh tidak berada dalam situasi yang mengancam. 

Sementara itu, kelompok kecil sel-sel juga ada di jantung, kepala, leher, kandung kemih, dinding belakang perut, dan sepanjang tulang belakang. Tumor sel chromaffin yang juga disebut paraganglioma dapat menghasilkan efek yang sama pada tubuh. Beberapa faktor risiko berikut ini juga dapat menyebabkan seseorang mengalami feokromositoma:

  • Neoplasia endokrin multipel, tipe II B (MEN II B)
  • Beberapa neoplasia endokrin, tipe II B (MEN II B)

Baca juga: 3 Tes untuk Deteksi Pheochromocytoma

Orang yang memiliki kelainan bawaan langkan tertentu memiliki peningkatan risiko feokromositoma atau paraganglioma. Tumor yang berkaitan dengan gangguan ini lebih cenderung bersifat kanker. Kondisi genetik ini meliputi:

  • Neoplasma endokrin multipel, tipe 2 (MEN 2) adalah kelainan yang menyebabkan tumor pada lebih dari satu bagian sistem penghasil hormon (endokrin) tubuh. Tumor lain yang berkaitan dengan kondisi ini dapat muncul pada tiroid, paratiroid, bibir, lidah, dan saluran pencernaan. 
  • Penyakit Von Hippel-Lindau dapat menyebabkan tumor di banyak tempat, termasuk sistem saraf pusat, sistem endokrin, pankreas, dan ginjal. 
  • Neurofibromatosis 1 (NF1) menghasilkan beberapa tumor di kulit (neurofibroma), bintik-bintik kulit berpigmen, dan tumor pada saraf optik. 
  • Sindrom paraganglioma herediter adalah kelainan bawaan yang menyebabkan feokromositoma. 

Pengobatan untuk Atasi Feokromositoma

Pengidap kemungkinan besar akan membutuhkan pembedahan untuk mengangkat tumor. Dokter mungkin melakukan operasi laparoskopi atau invasif minimal. Prosedur ini biasanya dapat pulih lebih cepat dari prosedur operasi tradisional. Sebelum operasi, kamu mungkin perlu minum obat untuk menurunkan tekanan darah dan sesekali mengontrol detak jantung yang cepat. 

Jika kamu memiliki timor hanya pada satu kelenjar adrenal, dokter mungkin akan mengangkat seluruh kelenjar. Sementara kelenjar lain akan membuat hormon yang dibutuhkan tubuh kamu. 

Baca juga: Kenali Penyebab Timbulnya Pheochromocytoma

Jika kamu memiliki tumor di kedua kelenjar, dokter bedah mungkin hanya mengangkat tumor dan meninggalkan sebagian dari kelenjar. Jika tumor ternyata adalah kanker, kamu mungkin memerlukan tindakan radiasi, kemoterapi, atau terapi yang ditargetkan (menggunakan obat-obatan untuk menyerang sel-sel kanker tertentu) untuk membantu mencegahnya tumbuh kembali.

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai penyebab feokromositoma. Jika kamu mencurigai adanya faktor risiko yang meningkatkan kamu mengalami kondisi ini, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, segera download aplikasinya di App Store atau Google Play!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma
Healthline. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma