• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perbedaan antara Bronkitis dan TBC

Ketahui Perbedaan antara Bronkitis dan TBC

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ketahui Perbedaan antara Bronkitis dan TBC

Halodoc, Jakarta - Batuk yang terjadi dalam waktu yang cukup lama pasti sangat mengkhawatirkan dan pastinya mengganggu aktivitas. Ada banyak sekali penyebab batuk, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Dua jenis penyakit berat yang bisa menyebabkan gejala batuk adalah bronkitis dan tuberkulosis (TBC). Dua penyakit ini perlu ditangani dengan cepat, karena jika tidak, fungsi paru-paru akan sangat terganggu.

Paru-paru adalah organ tubuh yang paling vital, ia menyediakan ruang untuk terjadi pertukaran gas karena setiap sel dalam tubuh membutuhkan oksigen untuk hidup. Namun, udara yang kita hirup tidak hanya mengandung oksigen dan gas lainnya, ada juga kuman yang melayang-layang yang bila terhirup dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Meksi obat batuk dan pilek dapat membantu meringankan ketidaknyamanan ini, bronkitis dan tuberkulosis membutuhkan lebih dari sekedar pereda batuk dan dekongestan. Namun, apa sih beda antara bronkitis dan TBC? Simak ulasannya berikut! 

Baca juga: Bronkitis Akut dan Kronis, Mana yang Menular?

Apa itu Bronkitis?

Bronkitis adalah peradangan pada lapisan saluran bronkial, yang membawa udara ke paru-paru. Saat selaput yang teriritasi membengkak dan menebal, ia menyempit atau menutup saluran udara kecil di paru-paru, mengakibatkan batuk yang mungkin disertai dahak dan sesak napas. Penyakit ini datang dalam dua bentuk, yakni bronkitis akut dan kronis. Bronkitis akut lebih umum dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus sedangkan bronkitis kronis adalah batuk yang berlangsung selama dua hingga tiga bulan atau hingga dua tahun. Merokok adalah penyebab paling umum dari bronkitis kronis.

Apa itu Tuberkulosis?

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang biasanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa menular melalui percikan air liur saat pengidapnya batuk. Gejala klasik tuberkulosis aktif adalah batuk kronis dengan dahak yang mengandung darah, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan. Tuberkulosis umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi bagian tubuh yang lain karena infeksi dapat menyebar melalui darah dari paru-paru ke seluruh organ tubuh.

Baca juga: Kurangi Stigma, Kenali 5 Fakta tentang TBC

Antara Bronkitis dan Tuberkulosis, Mana yang Lebih Berbahaya?

Kedua penyakit tersebut berpotensi berbahaya, terutama jika tidak ditangani. Bronkitis akut, jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi pneumonia dan bronkitis kronis, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bronkitis kronis juga dikaitkan dengan penyempitan saluran udara jangka panjang, infeksi bakteri, dan penyakit lain seperti asma, emfisema, dan penyakit paru obstruktif kronis, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Sementara itu, tuberkulosis, terutama jika aktif, dapat menyebabkan kerusakan serius di beberapa area di paru-paru, yang dapat sebabkan perdarahan dan dapat terinfeksi bakteri. Pengidapnya juga akan mengalami kesulitan bernapas karena saluran udara yang tersumbat dan dapat terbentuk lubang di antara saluran udara terdekat di paru-paru. Itu juga dapat menyebabkan kematian, jika pengidapnya tidak menerima perawatan medis yang tepat.

Tubuh terdiri dari sistem organ, artinya terdiri dari beberapa organ yang bekerja sama untuk memastikan tubuh bekerja dengan baik. Jika salah satu organ seperti paru-paru mengalami kegagalan fungsi,semuanya perlahan-lahan akan memburuk. Tanpa paru-paru, oksigen tidak akan bisa masuk ke dalam darah. Tanpa oksigen, organ termasuk jantung juga akan mati. Oleh karena itu, merawat paru-paru tidak hanya bermanfaat bagi organ tersebut, tapi kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Jadi, saat kamu merasakan gejala batuk yang mencurigakan, sebaiknya segera minta saran dari dokter di Halodoc mengenai pengobatan apa yang bisa dilakukan. Dokter di Halodoc akan siap siaga memberikan semua saran kesehatan agar batuk yang kamu alami segera hilang. Ambil smartphone-mu sekarang, dan nikmati kemudahan bicara dengan dokter, kapan dan di mana saja!

Baca juga: Terapi Pengobatan Tuberkulosis, Apa Saja?

Pencegahan dan Pengobatan Bronkitis dan Tuberkulosis

Bronkitis bisa dihindari dengan tidak merokok, menjauh, atau mengurangi waktu di sekitar hal-hal yang dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru (debu dan bulu binatang penyebab alergi misalnya), sering mencuci tangan, dan menjaga pola makan yang sehat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dianjurkan juga untuk beristirahat terutama jika kamu mengalami flu, serta meminum obat yang diresepkan dokter.

Sementara itu, tuberkulosis dapat dicegah dengan tidak mengekspos diri kepada pengidap TB aktif. Kamu juga bisa mendapatkan vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin), karena vaksin ini terbukti mampu mencegah penyebaran TB, terutama pada anak kecil. TB laten (sejenis TB di mana bakterinya terperangkap dalam kapsul kecil yang diproduksi oleh sistem kekebalan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut) dan TB aktif keduanya memerlukan pengawasan medis segera sehingga diagnosis. Pengobatan dini disarankan untuk mencegah kemunduran kondisi kesehatan pengidapnya dan penyebaran penyakit. 

Referensi:
American Review of Respiratory Disease. Diakses pada 2021. Tuberculosis, Emphysema, and Bronchitis.
The Generics Pharmacy. Diakses pada 2021. Bronchitis vs Tuberculosis.