• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perbedaan antara Faringitis dan Laringitis

Ketahui Perbedaan antara Faringitis dan Laringitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Perbedaan antara Faringitis dan Laringitis

Halodoc, Jakarta – Memiliki nama yang hampir mirip dan sama-sama terjadi di saluran pernapasan bagian atas, faringitis dan laringitis ternyata adalah dua penyakit yang berbeda lho. Mengetahui perbedaan di antara kedua penyakit tersebut penting agar kamu bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Faringitis adalah istilah medis untuk sakit tenggorokan. Penyakit ini terjadi ketika selaput lendir yang melapisi bagian belakang tenggorokan atau faring mengalami peradangan. Faringitis jarang menyebabkan masalah serius, dan biasanya bisa sembuh dengan sendirinya.

Sementara laringitis terjadi ketika pita suara mengalami peradangan atau teriritasi, sehingga menyebabkan suara menjadi serak. Pada beberapa kasus, suara pengidap bahkan bisa hilang. Laringitis bisa berlangsung sebentar (akut) atau tahan lama (kronis). Suara serak yang terus-menerus perlu diwaspadai karena itu bisa menandakan kondisi medis yang lebih serius.

Perbedaan Penyebab Faringitis dan Laringitis

Faringitis atau sakit tenggorokan paling sering disebabkan oleh virus, seperti pilek atau flu, atau Epstein barr, penyebab mononukleosis. Pada kasus yang lebih jarang, faringitis bisa disebabkan oleh bakteri. Bila tidak diobati, faringitis bakterial bisa menyebabkan komplikasi. Bakteri penyebab faringitis yang paling umum adalah streptokokus grup A, atau radang tenggorokan.

Sementara laringitis akut bisa terjadi akibat penggunaan suara yang berlebihan, infeksi virus yang mirip dengan penyebab pilek, dan pada kasus yang jarang, infeksi bakteri. Laringitis yang berlangsung lebih dari tiga minggu atau dikenal sebagai laringitis kronis.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh paparan bahan iritan dari waktu ke waktu, seperti asap kimia, alergen atau asap. Refluks asam, konsumsi alkohol berlebihan dan merokok juga bisa menyebabkan laringitis kronis. Terkadang suara serak yang berlangsung lama juga bisa menjadi pertanda kondisi yang serius, seperti kanker atau kelumpuhan pita suara akibat cedera operasi.

Baca juga: Memiliki Riwayat Alergi Berisiko Mengalami Faringitis

Perbedaan Gejala Faringitis dan Laringitis

Gejala faringitis bervariasi tergantung pada penyebabnya. Faringitis yang disebabkan oleh virus flu, misalnya, bisa menyebabkan sakit tenggorokan yang disertai dengan bersin, pilek, sakit kepala, batuk, pegal-pegal dan demam. Sedangkan gejala faringitis yang disebabkan oleh mononucleosis meliputi pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan parah, demam, nyeri otot, dan kehilangan nafsu makan.

Radang tenggorokan, jenis faringitis yang lain, bisa menyebabkan gejala berupa kesulitan menelan, kelenjar getah bening membengkak, demam, panas dingin, kehilangan nafsu makan, mual, dan rasa tidak biasa di mulut.

Gejala suara serak atau kehilangan suara pada kasus laringitis berkembang dalam waktu yang singkat dan bisa disertai dengan pembengkakan kelenjar leher, sakit tenggorokan atau demam. Pada beberapa kasus infeksi ringan, satu-satunya gejala yang mungkin terjadi adalah suara serak.

Baca juga: Kapan Faringitis Harus Diperiksakan ke Dokter?

Cara Mengobati Faringitis dan Laringitis

Pengobatan untuk faringitis yang disebabkan oleh virus bisa meliputi berkumur dengan air garam, menghisap permen pelega tenggorokan, minum banyak air, dan menggunakan alat pelembap udara di rumah. Bila sakit tenggorokan terus berlangsung selama lebih dari beberapa hari, bicarakan dengan dokter. Bila kamu diresepkan antibiotik oleh dokter, penting untuk menghabiskan seluruh dosis yang diberikan agar bakteri penyebab sakit tenggorokan benar-benar menghilang.

Sedangkan laringitis bisa diatasi dengan mengistirahatkan pita suara, yaitu dengan mengurangi berbicara. Menjaga tenggorokan tetap lembab dengan minum banyak cairan dan menjaga kelembaban udara dengan memasang humidifier juga bisa membantu laringitis cepat sembuh.

Sebaiknya jangan membersihkan tenggorokan secara terus-menerus dengan batuk. Sebab, tindakan ini akan membebani pita suara. Bila laringitis disebabkan oleh infeksi bakteri, maka harus diobati dengan terapi antibiotik. Bila anak mengalami demam dan laringitis yang disertai dengan kesulitan bernapas dan mengeluarkan air liur, segera periksakan ia ke dokter.

Baca juga: Cegah Laringitis, Perlukah Vaksinasi Flu?

Itulah perbedaan faringitis dan laringitis yang perlu diketahui. Bila kamu masih belum yakin apakah gejala yang kamu alami adalah faringitis atau laringitis, kamu bisa bertanya pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter bisa memberitahu diagnosis awal beserta pengobatan yang tepat. Jadi, tunggu apa lagi? Download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
U.S. Pharmacist. Diakses pada 2021. Laryngitis and Pharyngitis.
Healthline. Diakses pada 2021. Pharyngitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Laryngitis.