• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perbedaan Antiperspiran dan Deodoran
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perbedaan Antiperspiran dan Deodoran

Ketahui Perbedaan Antiperspiran dan Deodoran

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 31 Oktober 2022

“Antiperspiran dan deodoran memiliki caranya sendiri untuk mengurangi bau badan. Keduanya pun dinilai aman untuk penggunaan sehari-hari.”

Ketahui Perbedaan Antiperspiran dan DeodoranKetahui Perbedaan Antiperspiran dan Deodoran

Halodoc, Jakarta – Antiperspiran dan deodoran adalah dua produk kosmetik yang banyak digunakan untuk pria dan wanita. Keduanya memiliki caranya sendiri untuk mengurangi bau badan. Namun, banyak yang menganggap dua produk ini sama, padahal mereka memiliki fungsi yang berbeda.

Memiliki bau badan yang tidak enak nyatanya bisa sangat mengganggu. Oleh karena itu, permintaan dua produk ini cukup tinggi. Namun, kamu perlu menyesuaikan kondisi dan tujuanmu sebelum memilih antara antiperspiran dan deodoran. Tak perlu khawatir, kduanya pun dinilai aman untuk penggunaan sehari-hari dan tidak menimbulkan risiko efek samping yang berbahaya.

Perbedaan Antiperspiran dan Deodoran

Deodoran diformulasikan untuk menghilangkan bau ketiak tapi bukan keringat. Produk ini biasanya berbasis alkohol. Sementara, antiperspiran bertugas untuk memblokir kelenjar ekrin tubuh, yang menghasilkan keringat. Ini biasanya berasal dari bahan berbasis aluminium.

Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut ini:

1. Deodoran untuk Menghilangkan Bau Badan

Deodoran menjadi pilihan yang paling tepat, jika tujuannya adalah menghilangkan bau ketiak. Sebab, deodoran dapat membunuh bakteri penyebab bau ketiak, sehingga dapat melindungi ketiak dari bau tidak sedap. Bau badan dapat mudah diatasi dengan memakai deodoran beraroma harum dan lembut.

Sedangkan antiperspiran tidak bisa menghilangkan dan membunuh bakteri penyebab bau badan. Antiperspiran mengandung zat yang dapat memperlambat kinerja kelenjar keringat, sehingga produksi keringat jauh berkurang.

Antiperspiran berfungsi untuk mencegah keringat keluar berlebihan. Bau ketiak yang tercium sebenarnya muncul ketika keringat bertemu dengan bakteri di permukaan kulit. 

2. Antiperspiran untuk Menghambat Keringat Ketiak

Antiperspiran termasuk ke dalam obat yang berfungsi untuk mengurangi produksi keringat. Cara kerjanya dengan memengaruhi kelenjar keringat dan perspirasi, sehingga ketiak bebas dari bau akibat penumpukan bakteri. Antiperspiran mengandung bahan aktif aluminium klorohidrat yang dapat menahan keringat selama 1-2 hari.

Namun, antiperspiran tidak dapat menutupi bau badan yang menyengat, tidak seperti deodoran. Jika kamu ingin menjaga daerah ketiak bebas bau, kamu harus tetap menggunakan deodoran. Kamu dapat menggunakan produk yang mengandung keduanya untuk mendapatkan dua manfaatnya sekaligus.

Produk kombinasi deodoran dan antiperspiran tepat digunakan untuk kamu yang berkeringat dan bau. Namun, untuk beberapa orang yang mengeluarkan keringat sangat banyak, pemakaian kombinasi deodoran dan antiperspiran tidak disarankan karena tidak maksimal untuk mengurangi produksi keringat.

Mana yang Lebih Baik?

Untuk memilih mana produk terbaik adalah dengan menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Jika masalah yang dihadapi adalah ketiak berbau tidak sedap, kamu bisa memilih deodoran untuk mengatasinya. Sedangkan untuk mengurangi keringat berlebih, kamu bisa memilih antiperspiran. Antiperspiran juga disarankan untuk kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Itulah pembahasan mengenai perbedaan antiperspiran dan deodoran. Apabila kamu perlu berkonsultasi ke dokter terkait masalah kesehatan, kamu bisa mengunjungi rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi, yuk segera  download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Benefits and Risks of Deodorants vs. Antiperspirants.
Web MD. Diakses pada 2022. Difference Between Deodorant And Antiperspirant.