Ketahui Perbedaan Neurologi dan Neurosurgeon

Ketahui Perbedaan Neurologi dan Neurosurgeon

Halodoc, Jakarta - Sama-sama berkecimpung dalam bidang saraf, membuat neurologi dan neurosurgeon kerap disangka sama. Padahal, keduanya sebenarnya berbeda, meski memang memiliki keterkaitan. Untuk mengetahui perbedaan dan kaitan keduanya, berikut akan dijelaskan satu persatu. 

Neurologi

Neurologi adalah cabang ilmu medis yang mendalami seputar sistem saraf manusia, dan gangguan atau penyakit yang biasa menyerangnya. Ahli dalam bidang ini disebut dokter spesialis neurologi, yaitu dokter khusus yang bertugas mendiagnosis dan mengobati penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk otak, otot, saraf tepi, dan saraf tulang belakang. 

Sebelum menjadi seorang spesialis dalam bidang neurologi, seorang dokter perlu menyelesaikan pendidikan spesialisasi di bidang neurologi. Secara umum, dokter spesialis neurologi dapat dibagi menjadi dua sesuai dengan metode perawatan yang diberikan, yaitu dokter bedah saraf dan dokter spesialis saraf yang menangani penyakit saraf dengan metode non-bedah. Nah, dokter bedah saraf ini merupakan sebutan untuk dokter spesialis neurosurgeon. Mari kita bahas nanti. 

Di dunia medis, bidang kerja dokter spesialis neurologi dapat dibedakan menjadi delapan subspesialisasi. Dokter spesialis yang telah mendalami pendidikan subspesialisasi disebut dengan konsultan. Pembagian bidang neurologi ini bertujuan untuk mempermudah dalam menangani gangguan sistem saraf para pasiennya.

Berikut adalah subspesialisasi bidang neurologi:

  1. Neurologi anak. Dokter spesialis konsultan neurologi anak lebih terfokus pada penanganan gangguan saraf pada anak, mulai dari bayi hingga remaja. 

  2. Neurologi epilepsi. Jenis neurologi yang khusus dalam mendiagnosis dan menangani penyakit epilepsi.

  3. Neurologi vaskular. Bidang neurologi yang khusus mendalami dan mengobati penyakit pada pembuluh darah otak seperti stroke dan kelainan pembentukan pembuluh darah otak (Arteriovenous Malformation/AVM).

  4. Neurologi nyeri dan saraf tepi. Subspesialisasi dokter spesialis neurologi yang fokus dalam mendiagnosis dan menangani penyakit yang terkait dengan keluhan nyeri akibat gangguan saraf tepi dan otonom. 

  5. Neurologi intervensi. Bidang neurologi yang fokus dalam mengobati kelainan sistem saraf pusat di otak dan saraf tulang belakang dengan teknologi radiologis dan metode penanganan invasif minimal.

  6. Neuro-onkologi. Dokter spesialis neuro-onkologi yang khusus menangani tumor ataupun kanker pada otak ataupun saraf tulang belakang.

  7. Neurologi geriatri. Bidang neurologi yang terfokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit saraf akibat penuaan. 

  8. Neurologi intensif dan emergensi. Salah satu subspesialis bidang neurologi yang khusus mendiagnosis, mengobati, dan merawat pengidap gangguan sistem saraf dengan kondisi kritis. 

Baca juga: 5 Penyakit Akibat Kerusakan Saraf

Adapun penyakit-penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis neurologi adalah:

  • Stroke.

  • Epilepsi.

  • Tumor sistem saraf.

  • Multiple sclerosis.

  • Demensia, misalnya pada penyakit Alzheimer.

  • Gangguan gerak.

  • Myasthenia gravis.

  • Infeksi sistem saraf pusat, seperti meningitis, abses otak, dan radang otak (ensefalitis).

  • Penyakit Lou Gehrig.

  • Gangguan saraf tulang belakang.

  • Migrain/sakit kepala parah.

  • Neuropati perifer.

  • Tremor.

  • Penyakit Parkinson.

  • Saraf terjepit.

  • Nyeri terkait gangguan saraf.

Neurosurgeon

Neurosurgeon atau yang juga dikenal dengan sebutan bedah saraf adalah suatu prosedur medis yang bertujuan untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit yang melibatkan sistem saraf. Bedah ini tidak hanya dilakukan pada otak, tetapi bisa juga pada saraf tulang belakang dan serabut saraf tepi yang menyebar ke seluruh bagian tubuh, seperti wajah, tangan, dan kaki. 

Pada tindakan bedah saraf terdapat berbagai jenis teknik diagnosis atau teknik pengobatan, yang dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  • Bedah saraf tumor. Ini merupakan prosedur bedah yang bertujuan untuk mendiagnosis dan mengobati tumor yang terdapat pada sistem saraf.

  • Bedah saraf vaskular. Ini merupakan prosedur bedah saraf yang dapat mendiagnosis dan mengobati penyakit saraf akibat kelainan pembuluh darah pada otak.

  • Bedah saraf fungsional. Ini merupakan prosedur bedah saraf yang dapat mendiagnosis dan mengobati penyakit saraf akibat kelainan fungsi sistem saraf.

  • Bedah saraf traumatik. Ini merupakan prosedur bedah saraf yang dapat mengobati penyakit saraf pada otak dan tulang belakang akibat cedera.

  • Bedah saraf pediatrik. Ini merupakan prosedur bedah saraf untuk menangani penyakit saraf pada bayi dan anak-anak.

  • Bedah saraf spinalis. Ini merupakan prosedur bedah saraf yang menangani penyakit yang terjadi pada tulang belakang.

Baca juga: Hilang Keseimbangan, Waspada Kena Gangguan Saraf

Lebih lanjut, teknik dan metode bedah saraf yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit saraf tersebut sangat beragam. Terlepas dari jenis penyakit yang diidap. Beberapa metode bedah saraf yang cukup sering dilakukan adalah:

1. Stereotactic Radiosurgery (SRS)

SRS adalah metode bedah saraf yang agak berbeda dari metode lainnya, karena tidak membutuhkan teknik invasif melalui irisan kulit. SRS menggunakan radiasi yang difokuskan pada titik-titik tertentu di bagian otak untuk menghancurkan sel-sel tumor yang terdapat pada otak. Radiasi yang dipancarkan akan merusak DNA sel-sel tumor, sehingga sel-sel tersebut akan mengalami kematian. SRS dapat menggunakan radiasi dalam bentuk sinar Rontgen, gamma, ataupun tembakan proton.

2. Neuroendoskopi

Ini adalah metode bedah yang memfasilitasi dokter untuk memantau kondisi saraf secara visual dan melakukan operasi tanpa membuka tulang tengkorak. Neuroendoskopi dilakukan menggunakan endoskop yang dimasukkan lewat hidung atau mulut hingga mencapai bagian dalam tengkorak. Neuroendoskopi diterapkan untuk mendiagnosis adanya tumor secara visual dan mengambil sampel jaringan, serta mengangkat tumor.

3. Bedah Otak atau Kraniotomi

Kraniotomi merupakan prosedur bedah yang dilakukan dengan cara membuka dan mengangkat sebagian kecil tulang tengkorak untuk melakukan tindakan medis pada otak. Bagian tulang tengkorak yang diangkat tersebut dinamakan bone flap atau penutup tulang tengkorak. Setelah tulang tengkorak dipotong dan bone flap diangkat, dokter dapat melakukan berbagai prosedur medis, baik untuk keperluan diagnosis atau untuk tindakan medis. 

4. Awake Brain Surgery (AWS) 

Ini merupakan prosedur bedah saraf kraniotomi yang dilakukan pada saat pasien sadar. Berbeda dengan kraniotomi konvensional yang menggunakan obat bius total, pasien yang menjalani AWS hanya diberikan obat bius lokal dan obat penenang. 

AWS biasanya dilakukan untuk mengobati tumor otak atau kejang epilepsi, terutama jika bagian otak yang menyebabkan kejang terletak dekat pusat penglihatan, pergerakan anggota badan, dan pusat berbicara. Kondisi tersebut menyebabkan pasien harus tetap sadar selama prosedur bedah dilakukan, agar dapat memberikan respons kepada dokter untuk memastikan bedah saraf dilakukan pada lokasi yang tepat.

Baca juga: Yakin Saraf Berfungsi dengan Baik? Intip Tes Saraf Sederhana Ini

5. Microsurgery 

Ini merupakan teknik bedah saraf yang menggunakan mikroskop untuk memperbaiki saraf tepi pada organ tubuh yang mengalami kerusakan. Penggunaan mikroskop pada bedah saraf mikro bertujuan untuk memberikan gambaran visual saraf yang sangat halus dengan lebih teliti untuk membantu perbaikan saraf.

Itulah sedikit penjelasan tentang perbedaan antara neurologi dan neurosurgeon. Jika kamu mengalami tanda-tanda gangguan saraf, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!