• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perbedaan Vaksin HPV dan Pap Smear
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perbedaan Vaksin HPV dan Pap Smear

Ketahui Perbedaan Vaksin HPV dan Pap Smear

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 April 2022

“Vaksin HPV dan pap smear sama-sama penting dilakukan untuk mencegah kanker serviks. Bedanya vaksin HPV melindungi dari infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks, sedangkan pap smear untuk mendeteksi kanker lebih awal.”

Ketahui Perbedaan Vaksin HPV dan Pap SmearKetahui Perbedaan Vaksin HPV dan Pap Smear

Halodoc, Jakarta – Kanker serviks masih menjadi momok yang menakutkan bagi para wanita hingga saat ini. Pasalnya, kanker yang berkembang di leher rahim wanita (serviks) ini adalah jenis kanker paling umum keempat yang menyerang wanita dan sering menyebabkan kematian. 

Pada tahun 2018, diperkirakan ada sekitar  570.000 wanita di seluruh dunia yang didiagnosis mengidap kanker serviks. Dari angka tersebut sekitar 311.000 wanita yang meninggal akibat penyakit tersebut.

Itulah mengapa penting bagi para wanita untuk mewaspadai penyakit berbahaya ini dengan melakukan dua langkah, yaitu pemeriksaan dan pencegahan. Nah, pap smear merupakan salah satu pemeriksaan yang umum digunakan untuk mendeteksi kanker serviks, sedangkan vaksin HPV bermanfaat untuk mencegah kanker tersebut. Yuk, ketahui bedanya vaksin HPV dan pap smear lebih lanjut di sini.

Mengenal Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel sehat di serviks mengalami perubahan atau mutasi pada DNA mereka. Akibatnya, sel-sel bertumbuh dan berkembang biak di luar kendali dan membentuk massa (tumor). 

Penyebab kanker serviks masih belum bisa dipastikan sampai saat ini, tapi menurut World Health Organization (WHO), hampir semua kasus kanker tersebut (99 persen) terkait dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). HPV merupakan virus yang sangat umum yang menular melalui kontak seksual. Kebanyakan orang yang pernah terinfeksi virus tersebut bisa  sembuh dengan sendirinya tanpa mengalami gejala. Namun, infeksi yang persisten, lingkungan dan gaya hidup diduga bisa memicu infeksi HPV berkembang menjadi kanker serviks.

Nah, dua langkah sangat penting yang perlu wanita lakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan mendapatkan vaksin HPV (pencegahan primer) dan melakukan pemeriksaan secara berkala (pencegahan sekunder).

Bedanya Vaksin HPV dan Pap Smear

Vaksin HPV adalah vaksin yang bisa melindungi dari berbagai jenis HPV yang menyebar melalui kontak seksual. Vaksin ini bisa mencegah sebagian besar kanker serviks jika diberikan sebelum anak perempuan atau wanita terpapar oleh virus. Vaksin ini juga bisa mencegah kanker vagina dan vulva. Selain itu, vaksin HPV juga bisa mencegah kutil kelamin, kanker dubur, dan kanker mulut, tenggorokan, kepala dan leher pada wanita dan pria.

Ingat, vaksin HPV bisa mencegah infeksi HPV baru, tapi tidak bisa mengobati infeksi atau penyakit yang sudah ada. Inilah mengapa vaksin HPV paling baik diberikan sebelum paparan virus HPV terjadi. Namun, bahkan setelah kamu sudah mendapatkan vaksin HPV, kamu juga perlu melakukan pemeriksaan kanker serviks secara teratur untuk mewaspadai penyakit tersebut.

Nah, pap smear adalah salah satu pemeriksaan yang paling umum untuk mendeteksi perubahan awal pada sel yang mungkin bisa menyebabkan kanker serviks. Pemeriksaan ini melibatkan pengumpulan sampel sel dari serviks. 

Bila terdeteksi dini dan segera diatasi secara efektif, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang bisa diobati. Sedangkan kanker serviks yang terdeteksi pada stadium lanjut juga bisa dikontrol dengan pengobatan yang tepat.

Jadi, vaksin HPV dan pap smear adalah dua langkah penting yang perlu dilakukan untuk mencegah kanker serviks secara efektif. Meskipun sama-sama bermanfaat untuk mencegah kanker serviks, keduanya memiliki peranan yang berbeda. 

Bedanya vaksin HPV dan pap smear adalah vaksin HPV mencegah infeksi HPV yang menjadi penyebab sebagian besar kasus kanker serviks. Sementara itu pap smear untuk mendeteksi dini kanker serviks, sehingga bisa diobati lebih awal. Kombinasi vaksinasi dan pemeriksaan secara berkala efektif untuk mencegah kanker serviks.

Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan organ kewanitaan, buat janji saja di rumah sakit pilihan kamu dengan melakukan aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Cervical cancer.
World Health Organization. Diakses pada 2022. Cervical cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. HPV vaccine: Who needs it, how it works.
Cancer. Diakses pada 2022. Cervical Cancer: Screening and Prevention