Ketahui Persiapan sebelum Pemeriksaan Otoacoustic Emissions

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ketahui Persiapan sebelum Pemeriksaan Otoacoustic Emissions

Halodoc, Jakarta - Dalam mengetahui kemampuan pendengaran seseorang, maka tes pendengaran bisa dilakukan. Tes ini dilakukan untuk mengukur seberapa baik suara terkirim ke otak. Proses pendengaran ini bisa terganggu jika ada bagian telinga yang rusak, sehingga terjadi gangguan pendengaran.

Mengenal Otoacoustic Emissions

Salah satu tes pendengaran yang bisa dilakukan adalah otoacoustic emission, yaitu tes untuk memeriksa fungsi dari sel rambut terluar pada koklea setelah diberi stimulus. Munculnya gelombang ini sebagai indikasi rumah siput bekerja dengan baik, yang berhubungan langsung dengan fungsi pendengaran.

Pemeriksaan otoacoustic emission dilakukan dengan stimulasi jangkauan frekuensi luas atau frekuensi spesifik, dan hanya mengukur area tertentu dari sel rambut. Pemeriksaan ini dilakukan di rumah sakit pada bayi yang baru lahir, sebagai screening awal adanya gangguan pendengaran atau tidak.

Di banyak negara maju, screening bayi menjadi keharusan tanpa kecuali, dikenal dengan istilah Universal Newborn Screening. Pemeriksaan dilakukan dengan menempelkan sumbat kecil ke telinga bayi atau anak selama beberapa detik. Meski begitu, orang dewasa bisa melakukan pemeriksaan ini.

OAE screener dilengkapi dengan speaker dan mikrofon mini yang dibalut dengan sumbat dari bahan lembut. Speaker menghantarkan stimulan ke dalam liang telinga dan direspons oleh koklea berupa getaran. Pada pendengaran yang normal, getaran tersebut menghasilkan suara kecil yang menggema ke liang telinga. Suara dari getaran itu yang diukur oleh screener sehingga orang yang menjalankan tes ini tidak perlu memberikan tanda apapun.

Baca Juga: 5 Jenis Gangguan Pendengaran yang Perlu Diketahui

Persiapan Sebelum Otoacoustic Emissions

Sebelum melakukan pemeriksaan ini, terdapat hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Beri tahu dokter jika belakangan ini kamu kerap mendengar suara nyaring yang membuat telinga sakit dan berdenging, atau mengalami infeksi pada telinga.
  • Beri tahu dokter jika mengalami gangguan dalam mendengar percakapan, atau merasakan gejala hilang pendengaran.
  • Beri tahu dokter jika mengonsumsi antibiotik yang bisa merusak fungsi organ pendengaran, seperti gentamicin.
  • Dokter akan memeriksa bagian dalam telinga. Jika terdapat kotoran telinga yang mengeras, dokter mengeluarkannya agar tidak memengaruhi hasil tes.
  • Beberapa tes dilakukan dengan mengenakan headphone. Pasien diminta melepas kacamata, anting, aksesori pada rambut, dan alat bantu pendengaran agar tidak mengganggu tes.

Sementara itu, jika dilakukan oleh bayi, maka biasanya tes dilakukan saat bayi tertidur atau keadaan sudah tenang.

Baca Juga: Ini Alasan Pentingnya Melakukan Otoacoustic Emissions

Hal yang Dilakukan Setelah Menjalankan Tes

Setelah menjalankan tes, alat tersebut langsung mencetak hasil dari pemeriksaan berupa struk. Jika hasilnya PASS, maka kamu berhasil melalui tes. Namun jika REFER, kemungkinan ada kelainan. Hasil tes yang REFER bisa jadi karena terdapat sisa-sisa cairan yang tertinggal pada telinga bayi saat proses persalinan berlangsung (air ketuban, dll). Sementara itu, beberapa hal lain yang menyebabkan kelainan pendengaran pada anak, antara lain:

  • Pasca Rawat ICU.
  • Kelahiran prematur.
  • Riwayat penyakit hiperbilirubinemia (bilirubin tinggi dengan transfusi darah).
  • Riwayat masalah pendengaran pada keluarga (tuli genetik).
  • Anomali Craniofacial.
  • Pemakaian ventilator lebih dari 5 hari.
  • Meningitis bakteri.

Baca Juga: Jenis Tes Pendengaran, Ini Fakta Otoacoustic Emissions

Nah, itulah persiapan sebelum melakukan pemeriksaan otoacoustic emissions yang perlu diketahui. Bila mengalami gejala-gejala gangguan pendengaran, lebih baik periksakan diri ke dokter THT secepat mungkin. Kamu bisa membicarakan masalah kesehatan yang dialami dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.