• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perubahan Kulit pada Pengidap HIV

Ketahui Perubahan Kulit pada Pengidap HIV

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sudah tidak asing dengan human immunodeficiency virus (HIV) penyebab penyakit acquired immune deficiency syndrome (AIDS)? Virus dan penyakit ini telah menjadi momok yang menakutkan selama beberapa dekade terakhir. HIV dan AIDS kira-kira telah menewaskan hampir 33 jiwa penduduk Bumi sampai saat ini. Cukup mengkhawatirkan, bukan? 

Ketika virus jahat ini menyerang seseorang, terdapat berbagai perubahan yang bisa dialami tubuhnya, salah satunya kulit. Lantas, seperti apa sih perubahan kulit pada pengidap HIV? 

Baca juga: Cari Tahu 5 Hal Mengenai HIV AIDS

Perubahan Kulit pada Pengidap HIV

HIV dan AIDS sebenarnya bukan cuma menyoal melemahnya sistem kekebalan tubuh saja. Virus dan penyakit ini bisa menimbulkan beberapa masalah atau perubahan kulit pada pengidap HIV.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kira-kira 90 persen orang yang hidup dengan HIV mengalami perubahan kulit dan gejala pada tahap tertentu selama perjalanan penyakit mereka. 

Munculnya ruam menjadi salah satu perubahan kulit pada pengidap HIV. Ruam HIV merupakan gejala HIV terkait kulit yang paling umum. Ruam HIV yang khas sering kali berupa area merah datar di kulit yang ditutupi dengan benjolan kecil. Ruam kulit akibat HIV juga dapat disebabkan oleh pengobatan yang digunakan untuk mengobati HIV.

Selain ruam kulit, perubahan kulit pada pengidap HIV juga berkaitan dengan herpes zoster yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Ruam kulit yang satu ini amat menyakitkan, bahkan dapat membuat kulit terlihat seperti melepuh. Perubahan kulit pada pengidap HIV ini terjadi karena reaktivasi virus cacar air, yang tetap tidak aktif di tubuh sejak masa kanak-kanak. 

Herpes zoster biasanya hanya mengenai satu sisi tubuh, seringkali batang tubuh atau lebih jarang pada lengan, tungkai atau bagian wajah. Menurut CDC, Perkembangan herpes zoster mungkin menjadi petunjuk pertama bahwa seseorang terinfeksi HIV dan memiliki sistem kekebalan yang lemah. 

Baca juga: Inilah 4 Cara untuk Cegah HIV/AIDS

Mungkin terdapat beberapa perubahan kulit pada pengidap HIV lainnya. Oleh, sebab itu, bagi kamu yang mengalami gejala di atas, cobalah periksakan diri ke rumah sakit pilihan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Bukan Cuma Masalah Kulit

Mau tahu berapa banyaknya pengidap HIV secara global? Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 37,9 juta orang mengidap virus ini pada 2018. Hal yang paling meresahkan, para ahli memperkirakan jumlahnya akan terus meningkat sampai sekarang. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali meremehkan penyakit HIV dan AIDS. 

Hal yang perlu digarisbawahi, virus ini tak cuma menyebabkan perubahan pada kulit saja. HIV dan AIDS bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang cukup fatal. Nah, berikut ini komplikasi HIV dan AIDS yang dapat dialami oleh pengidapnya.

  1. Tuberkulosis (TB). Di beberapa negara TB adalah infeksi oportunistik paling umum yang terkait dengan HIV. Penyakit ini menjadi penyebab utama kematian di antara orang-orang dengan AIDS.
  2. Kandidiasis. Kandidiasis adalah komplikasi HIV yang terbilang umum. Kondisi Ini menyebabkan peradangan dan lapisan putih tebal di mulut, lidah, kerongkongan atau vagina.
  3. Pneumocystis pneumonia (PCP). Komplikasi HIV dan AIDS bisa memicu terjadinya PCP. Infeksi jamur ini bisa menyebabkan penyakit parah. Di Amerika Serikat, PCP masih menjadi penyebab pneumonia paling umum pada orang yang terinfeksi HIV.

Baca juga: Jenis Persalinan Untuk Ibu Hamil Pengidap HIV

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. HIV Rash: What Does It Look Like and How Is It Treated?
CDC. Diakses pada 2020. HIV-Related Skin and Complexion Conditions
Mayo Clinic. Diakses pada Januari 2020. Diseases and Conditions. HIV/AIDS.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada Januari 2020. HIV/AIDS
WHO. Diakses pada Januari 2020. HIV/AIDS - Key Facts