• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Produk yang Berpotensi Mengandung Asbes
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Produk yang Berpotensi Mengandung Asbes

Ketahui Produk yang Berpotensi Mengandung Asbes

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 Juli 2020
Ketahui Produk yang Berpotensi Mengandung AsbesKetahui Produk yang Berpotensi Mengandung Asbes

Halodoc, Jakarta – Ada beberapa jenis produk atau benda di sekitar yang mengandung asbes dan harus diwaspadai. Pasalnya, kandungan asbes bisa masuk dan mengendap di dalam tubuh manusia dan menimbulkan gangguan kesehatan. Paparan asbes yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan risiko penyakit, seperti gangguan paru-paru asbestosis. 

Asbes sendiri merupakan jenis mineral yang umum terdapat dalam bahan bangunan, biasanya pada atap bangunan. Sebenarnya, asbes yang masih dalam kondisi baik tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh. Namun, asbes yang rusak bisa mengeluarkan debu halus yang bisa terhirup. Semakin lama, debu halus ini akan terpapar ke tubuh yang menyebabkan penumpukan asbes yang bisa memicu masalah kesehatan. 

Baca juga: 6 Gejala Asbestosis yang Menyerang Paru-Paru

Benda Sekitar yang Mengandung Asbes

Debu yang mengandung serat asbes rentan terhirup manusia. Kabar buruknya, debu asbes yang terhirup manusia bisa meningkatkan risiko kerusakan pada organ paru-paru. Saat terhirup, debu yang mengandung asbes bisa mulai menimbulkan gejala, salah satunya adalah sesak dan kesulitan bernapas. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele karena bisa meningkatkan risiko penyakit. 

Saat terhirup, serat debu yang mengandung asbes akan berdiam di paru-paru dan terus mengendap. Semakin lama, endapan debu tersebut akan menimbulkan masalah, seperti peradangan, bekas luka, hingga kerusakan jaringan paru-paru yang disebut dengan asbestosis. Dalam jangka panjang, asbestosis bisa meningkatkan risiko penyakit yang lebih parah, seperti karsinoma bronkus dan mesotelioma.

Ada berbagai benda atau bahan di sekitar yang mungkin mengandung asbes, di antaranya pipa dan papan lembaran, lantai vinil-asbes, kertas asbes untuk menyaring dan insulasi produk, bahan lapisan rem dan permukaan kopling, serta bahan atap dinding dan kompor. Kandungan asbes juga bisa ditemukan pada produk tekstil, seperti benang, kain pita, dan tali. Asbes juga bisa terdapat pada pembungkus pipa air panas dan kain tahan panas.

Baca juga: 8 Jenis Pekerjaan yang Rentan Alami Asbestosis

Debu asbes adalah partikel yang sebaiknya diwaspadai. Sebab, paparan asbes dalam jangka waktu panjang bisa meningkatkan risiko terjadinya asbestosis. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh paparan kandungan asbes dalam jumlah besar. Biasanya, kondisi ini baru akan menyerang saat seseorang sudah terpapar atau berada di lingkungan yang rawan asbes selama 20 tahun atau lebih. 

Penyakit asbestosis biasanya baru akan menunjukkan gejala setelah jangka waktu yang lama. Namun, terlalu sering terpapar dengan material yang mengandung asbes akan mempercepat waktu terkena gejala asbestosis. Ada beberapa gejala yang bisa muncul sebagai tanda penyakit ini, seperti mengalami sesak napas saat beraktivitas, batu kering yang terjadi dalam jangka waktu lama, serta penurunan nafsu makan. 

Kondisi ini juga bisa menyebabkan munculnya rasa tidak nyaman pada area dada, misalnya dada terasa tidak nyaman, nyeri, atau terasa berat. Semakin lama, kondisi ini akan menyebabkan penurunan berat badan pada pengidapnya. Asbestosis juga bisa ditandai dengan membengkaknya bagian ujung jari atau dikenal dengan istilah clubbing

Baca juga: Terapi Oksigen Bisa Dilakukan untuk Atasi Asbestosis

Cari tahu lebih lanjut seputar bahaya paparan asbes dan apa saja penyakit yang mungkin muncul dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Asbestos?
NHS UK. Diakses pada 2020. Asbestosis.