• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang Aman
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang Aman

Ketahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang Aman

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 November 2022

“Sebelum mendonorkan darah, petugas medis akan meminta kamu untuk mengisi riwayat medis. Pasalnya, kamu harus terbebas dari infeksi penyakit yang bisa ditularkan melalui darah.”

Ketahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang AmanKetahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang Aman

Halodoc, Jakarta – Donor darah adalah prosedur kesehatan yang dilakukan sebagai tindakan kemanusiaan yang bisa membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Donor darah membutuhkan proses dan metode yang spesifik, seperti pengumpulan, pengujian, pemrosesan, penyimpanan, dan distribusi darah yang terkoordinasi. 

Prosedur dan persiapan donor darah yang aman melibatkan peralatan sekali pakai yang baru dan steril. Oleh karena itu, risiko penularan infeksi melalui darah bisa dihindari. Informasi selengkapnya mengenai prosedur dan persiapan donor darah yang aman bisa kamu baca di sini!

Persiapan Donor Darah

Kebanyakan orang dewasa yang sehat dapat menyumbangkan setengah liter darahnya dengan aman tanpa risiko kesehatan. Dalam beberapa hari setelah donor darah, tubuh akan mengganti cairan yang hilang. Setelah dua minggu, tubuh pun akan menggantikan sel darah merah yang hilang.

Agar memenuhi syarat untuk mendonorkan darah lengkap, plasma, atau trombosit, pendonor perlu melengkapi beberapa syarat mutlak. Seperti sudah berusia minimal 16 atau 17 tahun dengan berat badan minimal 50 kg. Pendonor juga harus memenuhi persyaratan riwayat kesehatan.

Sebelum donor darah ada baiknya calon pendonor melakukan beberapa hal berikut:

  • Tidurlah yang cukup di malam hari sebelum berencana untuk mendonorkan darah. 
  • Makan makanan sehat sebelum donasi, hindari makanan berlemak, dan junk food
  • Minum banyak air sebelum proses donor.
  • Jujurlah pada petugas mengenai obat yang sedang kamu minum atau baru saja diminum. Sebab beberapa obat sangat mungkin menghalangi proses donor darah terjadi. Misalnya, jika kamu adalah pendonor trombosit, kamu tidak boleh minum aspirin selama dua hari sebelum mendonor. 
  • Kenakan kemeja dengan lengan yang bisa digulung.

Sebelum mendonorkan darah, kamu akan diminta untuk mengisi riwayat medis. Ini mencakup pertanyaan tentang perilaku kesehatan supaya kamu sebagai pendonor bisa dipastikan terbebas dari berbagai infeksi yang ditularkan melalui darah.

Hal-Hal yang Menyebabkan Orang Tidak Dapat Mendonorkan Darah

Ada beberapa jenis infeksi yang dapat ditularkan melalui darah sehingga tidak semua orang dapat mendonorkan darah. Berikut hal-hal yang menyebabkan orang tidak dapat mendonorkan darahnya:

  • Siapa pun yang pernah menggunakan obat suntik, steroid, atau zat lain yang tidak diresepkan oleh penyedia layanan kesehatan dalam tiga bulan terakhir.
  • Memiliki penyakit atau kelainan darah.
  • Mengidap HIV/AIDS.
  • Pekerja seks dan pengguna narkoba. 
  • Siapa pun yang dalam 12 bulan terakhir telah melakukan kontak dekat ataupun melakukan kontak seksual dengan seseorang yang mengidap virus hepatitis.

Sebelum melakukan donor darah, calon pendonor juga akan menjalani pemeriksaan fisik singkat. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, dan suhu. Sampel kecil darah diambil dari tusukan jari dan digunakan untuk memeriksa tingkat hemoglobin. 

Jika konsentrasi hemoglobin berada dalam kisaran yang sehat dan kamu telah memenuhi semua persyaratan pemeriksaan lainnya, maka calon pendonor dapat mendonorkan darahnya. Saat hendak mendonorkan darah, kamu akan diminta untuk berbaring atau duduk di kursi dengan lengan terentang di sandaran tangan. 

Manset tekanan darah atau tourniquet akan ditempatkan di sekitar lengan atas untuk membuat pembuluh darah lebih mudah dilihat dan lebih mudah untuk memasukkan jarum ke dalamnya. Penempatan manset ini juga dapat membantu mengisi kantong darah lebih cepat. 

Petugas akan memasukkan jarum steril baru ke pembuluh darah di lengan. Petugas lalu memasang jarum pada tabung plastik tipis dan kantong darah. Setelah itu, petugas akan meminta kamu mengepalkan tangan beberapa kali untuk membantu aliran darah dari vena. 

Setelah itu, darah dikumpulkan ke dalam tabung untuk pengujian. Kemudian darah dibiarkan memenuhi kantong, kira-kira sekitar setengah liter. Jarum biasanya di tempat sekitar 10 menit. Jika sudah selesai, petugas akan mencabut jarum dan memasangkan perban kecil di tempat jarum dan petugas akan memilitkan pembalut di lengan.

Setelah berdonasi, kamu akan duduk di area observasi untuk beristirahat. Setelah donor darah, kamu direkomendasikan untuk:

  • Minum cairan ekstra.
  • Hindari aktivitas fisik yang berat atau angkat berat selama sekitar lima jam.
  • Jika merasa pusing, berbaringlah sampai perasaan itu hilang.
  • Jangan lepaskan perban selama lima jam ke depan.
  • Jika mengalami pendarahan setelah melepas perban, tekan area tersebut dan angkat lengan hingga pendarahan berhenti.
  • Jika terjadi memar, oleskan kompres dingin ke area tersebut secara berkala selama 24 jam pertama.
  • Pertimbangkan untuk menambahkan makanan kaya zat besi ke dalam diet untuk menggantikan zat besi yang hilang setelah donor darah.

Itulah informasi mengenai prosedur dan persiapan donor darah yang perlu kamu ketahui. Informasi lebih lanjut bisa ditanyakan langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Blood Donation.
World Health Organization. Diakses pada 2022. Blood safety and availability.
American Red Cross. Diakses pada 2022. What to Do Before, During, and After Your Donation.
Medical News Today. Diakses pada 2022. Advantages and disadvantages of donating blood.