• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Prosedur dan Risiko Operasi Mengencangkan Payudara

Ketahui Prosedur dan Risiko Operasi Mengencangkan Payudara

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Prosedur dan Risiko Operasi Mengencangkan Payudara

“Payudara yang mengendur bisa diatasi dengan operasi yang bernama mastopeksi. Prosedur operasi mengencangkan payudara ini terbilang singkat. Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, termasuk risiko komplikasi yang mungkin bisa terjadi.”

Halodoc, Jakarta – Ada banyak hal yang bisa membuat payudara tidak lagi sekencang sebelumnya. Hamil, menyusui, atau mengalami penurunan berat badan drastis, bisa membuat payudara jadi kendur. Untuk mengatasinya, operasi mengencangkan payudara bisa jadi solusi. 

Seperti namanya, operasi ini bertujuan untuk mengembalikan bentuk payudara yang kendur seperti semula. Bila kamu tertarik mencobanya, yuk ketahui seperti apa prosedur dan risikonya!

Baca juga: Jangan Tertipu, Ini Mitos dan Fakta Tentang Payudara Kencang

Prosedur Operasi Mengencangkan Payudara

Operasi mengencangkan payudara adalah prosedur bedah estetik yang biasanya dilakukan demi menunjang penampilan. Di dunia medis, prosedur ini disebut juga mastopeksi. Berikut ini prosedurnya, mulai dari awal hingga akhir:

  1. Konsultasi dengan Dokter Bedah Plastik

Sebelum menjalani prosedur, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik. Di tahap ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, serta memeriksa kondisi payudara secara menyeluruh. 

Termasuk melihat posisi puting, kondisi areola, dan warna kulit payudara. Hal ini bertujuan untuk membantu dokter menentukan seperti apa prosedur yang dibutuhkan, sesuai kondisi yang dialami.

  1. Pemeriksaan Payudara sebelum Operasi

Beberapa hari sebelum operasi mengencangkan payudara, dokter biasanya akan menyarankan beberapa pemeriksaan, seperti mamografi atau tes payudara. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi jika terdapat perubahan pada jaringan payudara.

  1. Prosedur Operasi

Setelah semua persiapan selesai, operasi akan dilakukan. Pertama-tama, dokter akan memberi obat bius, lalu membuat sayatan di beberapa area payudara, seperti:

  • Di sekitar areola atau bagian coklat gelap yang mengelilingi puting.
  • Sayatan panjang ke bawah dari bagian areola hingga area lipatan payudara.
  • Sayatan horizontal di sepanjang lipatan payudara.

Kemudian, dokter akan melanjutkan proses dengan mengambil sejumlah jaringan payudara melalui sayatan yang telah dibuat. Bila diperlukan implan, dokter akan memasukkannya di proses berikutnya.

Namun jika tidak diperlukan implan, dokter biasanya langsung ke proses menghilangkan kelebihan kulit yang membuat payudara mengendur. Proses ini juga dilakukan sembari menggeser puting ke posisi yang tepat. 

Jika semuanya dirasa sudah selesai, dokter akan menutup kulit payudara yang terbuka karena sayatan yang tadi dibuat di awal. Keseluruhan proses biasanya berlangsung selama 2-3 jam. Namun, bisa lebih atau kurang dari itu, tergantung kondisi.

Baca juga: Ketahui 8 Penyebab Nyeri Payudara Selain Kanker

  1. Pemasangan Kasa dan Bra Khusus

Setelah semua prosedur operasi mengencangkan payudara selesai, area payudara akan ditutup menggunakan kasa dan bra khusus. Di area bekas sayatan juga akan dipasang tabung kecil untuk menampung darah atau cairan berlebih yang keluar.

Di tahap ini, kamu mungkin mengalami nyeri dan pembengkakan, terutama di area sayatan. Kamu bisa mengalami mati rasa pada area puting, areola, dan kulit payudara hingga 6 minggu. Namun, ini adalah efek samping yang wajar terjadi. 

Setelah 1-2 minggu, kasa, jahitan, dan tabung kecil yang dipasang di payudara biasanya sudah bisa dilepas. Lalu, proses selanjutnya adalah pemulihan.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan selama pemulihan:

  • Minum obat pereda nyeri yang diresepkan.
  • Jangan dulu melakukan hubungan intim atau beraktivitas berat setelah operasi, hingga dokter membolehkan.
  • Ganti perban pada payudara secara rutin.
  • Tetap kenakan bra khusus selama masa pemulihan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Adakah Risikonya?

Setiap prosedur bedah tentu memiliki risiko, termasuk operasi mengencangkan payudara. Meski tidak selalu terjadi, berikut ini beberapa risiko yang perlu diketahui:

  • Muncul jaringan parut di kulit sekitar payudara.
  • Ukuran dan bentuk payudara berbeda.
  • Puting atau areola payudara mengalami kerusakan karena aliran darah terganggu.
  • Kesulitan menyusui.

Baca juga: Kencangkan Payudara Secara Alami, Lakukan Cara Ini

Menimbang berbagai risiko tersebut, kamu bisa bicarakan lebih lanjut dengan dokter yang menangani. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat kapan saja. 

Perlu diketahui bahwa hasil operasi mengencangkan payudara tidaklah permanen. Seiring bertambahnya usia, payudara bisa kembali kendur karena elastisitas kulit yang berkurang, atau karena faktor lain. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Radiance by WebMD. Diakses pada 2021. Mastopexy (Breast Lift Surgery).
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Breast Lift.