Ketahui Prosedur Diagnosis Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ketahui Prosedur Diagnosis Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Halodoc, Jakarta - Bladder outlet obstruction (BOO) atau obstruksi outlet kandung kemih adalah kondisi yang menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pangkal kandung kemih. Akibat kondisi ini, maka terjadi pengurangan atau penghentian aliran urine ke uretra (saluran yang membawa urine keluar dari tubuh).

Penyakit ini sering menyerang mereka yang sudah lanjut usia, dan kondisi umum yang menyebabkan ini terjadi adalah penyakit benign prostatic hyperplasia (BPH) atau dikenal dengan pembesaran prostat. Tidak hanya itu, penyakit batu kandung kemih dan kanker kandung kemih bisa menyebabkan kondisi ini pada pria.

Baca Juga: Bahaya Infeksi Saluran Kemih yang Diabaikan

Penyebab Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Pangkal kandung kemih adalah sekelompok otot yang menghubungkan kandung kemih ke uretra. Otot-otot tersebut mengencang untuk menahan urine di kandung kemih, dan rileks saat melepaskan urine ke uretra. Pada pria, hal ini bisa terjadi salah satunya akibat prostat yang membesar. Ketika kelenjar prostat membengkak, maka kelenjar tersebut menekan uretra dan membatasi keluarnya aliran urine.

Meskipun lebih jarang menyerang wanita, penyakit ini bisa berkembang ketika kandung kemih turun ke Miss V. Hal ini biasanya terjadi akibat dinding Miss V yang melemah. Beberapa hal penyebab dinding Miss V melemah antara lain:

  • Wanita usia lanjut.
  • Menopause.
  • Persalinan yang sulit.
  • Kelahiran kembar.

Gejala yang Muncul Saat Mengidap Obstruksi Outlet Kandung Kemih  

Beberapa gejala obstruksi outlet kandung kemih yang dapat terjadi, antara lain:

  • Kandung kemih selalu terasa penuh.
  • Sakit perut.
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil atau sering buang air kecil.
  • Aliran urin menjadi lambat.
  • Anyang-anyangan.
  • Sering buang air kecil di malam hari.
  • Aliran air kencing terputus putus.
  • Lemas, mual dan retensi cairan jika sudah terjadi gagal ginjal kronis.

Baca Juga: Ini Bedanya Infeksi Saluran Kemih dan Batu Kandung Kemih

Begini Cara Diagnosis Obstruksi Outlet Kandung Kemih  

Jika gejala seperti di atas sudah mulai dirasakan, dan terjadi pembesaran perut yang tampak tidak normal, maka dokter mungkin akan mencurigai kamu sudah mengidap penyakit ini.

Jika kandung kemih kamu sudah lebih besar dari ukuran normal dan terjadi pembesaran prostat pada pria atau wanita mengalami sistokel (kandung kemih turun), maka dokter mencurigai penyakit obstruksi outlet kandung kemih menyerangmu. Untuk memastikannya, diperlukan beberapa tes untuk mendiagnosisnya, antara lain:

  • Tes darah untuk mengecek kerusakan ginjal.
  • Kultur urin untuk mengetes infeksi.
  • USG ginjal dan kandung kemih untuk menemukan lokasi penyumbatan urine.
  • Tes urin untuk mencari apakah ada darah di dalam air kencing.
  • Rontgen untuk mencari penyempitan uretra.

Langkah Pengobatan Obstruksi Outlet Kandung Kemih  

Pengobatan yang dilakukan disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk kebanyakan kasus, kateter dimasukkan ke dalam uretra menuju kandung kemih untuk memperbaiki penyumbatan yang terjadi. Jika diperlukan, dokter juga melakukan kateter suprapubik yaitu dengan cara memasukkan kateter lewat perut untuk mengosongkan urine dari dalam kandung kemih.

Selain itu, pembedahan dibutuhkan dalam pengobatan jangka panjang. Namun, pada beberapa kasus, pemberian obat saja sudah cukup. Untuk itu, bicarakan dengan dokter mengenai cara pengobatan terbaik yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Batu Kandung Kemih

Itulah hal-hal terkait penyakit obstruksi outlet kandung kemih yang wajib kamu waspadai. Jika kamu mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas, atau memiliki keluhan kesehatan lainnya, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!