• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Prosedur IVF yang Perlu Dipahami
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Prosedur IVF yang Perlu Dipahami

Ketahui Prosedur IVF yang Perlu Dipahami

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 November 2022

“IVF (fertilisasi in vitro) termasuk ke dalam jenis perawatan kesuburan. Metodenya dilakukan dengan menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh atau di laboratorium.”

Ketahui Prosedur IVF yang Perlu DipahamiKetahui Prosedur IVF yang Perlu Dipahami

Halodoc, Jakarta – IVF atau yang lebih dikenal dengan istilah bayi tabung adalah prosedur yang dilakukan untuk membantu pasangan mendapatkan kehamilan. Caranya dengan menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh. 

Prosedurnya dilakukan dengan mengumpulkan sel telur yang sudah matang dari ovarium, kemudian dibuahi oleh sperma. Pertemuan keduanya berada di laboratorium, langsung di bawah pengawasan dokter.

Satu siklus IVF membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Prosesnya terbagi menjadi beberapa langkah dan bisa memakan waktu lebih lama. Hasilnya juga tak selalu berhasil, tergantung pada kesehatan masing-masing pasangan.

Tahapan Prosedur IVF

1. Mengonsumsi Pil KB atau Hormon Estrogen

Cara ini dilakukan sebelum memulai perawatan IVF. Dokter akan memberikan pil KB atau estrogen guna membantu menghentikan perkembangan kista ovarium dan mengontrol siklus menstruasi. Langkah ini dapat membantu meningkatkan jumlah sel telur matang.

2. Stimulasi Ovarium

Alaminya sekelompok sel telur dalam rahim matang secara bergantian. Namun, selama siklus IVF, obat yang diberikan oleh dokter akan mendorong sel telur matang secara bersamaan.

Masing-masing pasien akan mendapatkan jenis dan dosis penggunaan obat yang berbeda. Ini disesuaikan dengan riwayat kesehatan, usia dan respon tubuh terhadap stimulasi ovarium selama siklus IVF berlangsung.

3. Pengambilan Sel Telur

Pertama-tama, pasien akan diberikan obat penenang dosis ringan guna mengurangi rasa ketidaknyamanan selama prosedur. Kemudian, dokter akan memasukkan jarum tipis melalui vagina yang terhubung ke alat pengisap untuk menarik telur dari setiap folikel. 

Prosesnya juga dilakukan dengan alat bernama USG untuk menampilkan gambaran organ rahim di layar monitor. Setelah diambil, sel telur kemudian ditempatkan di piring berisi larutan khusus dan dimasukkan ke dalam inkubator. 

4. Pemupukan

Beberapa jam setelah prosedur pengambilan sel telur, ahli embriologi akan mencoba membuahi semua sel telur yang sudah matang. Caranya adalah dengan menggunakan injeksi sperma intracytoplasmic atau ICSI. 

Artinya, sperma akan disuntikkan ke setiap sel telur yang sudah matang. Sebanyak 70 persen telur matang bisa dibuahi. Misalnya, jika dokter mengambil 10 buah sel telur matang, sekitar tujuh buah berhasil menjadi embrio.

5. Perkembangan Embrio

Selama 5 hingga 6 hari ke depan, perkembangan embrio akan dipantau dengan cermat oleh dokter. Embrio ini harus sesuai dengan kriteria agar bisa dipindahkan ke dalam rahim wanita. 

Rata-rata, 50 persen embrio yang dibuahi berkembang ke tahap blastokista. Ini adalah tahap yang paling cocok untuk dipindahkan ke dalam rahim. Misalnya, jika tujuh telur dibuahi, 3 atau 4 di antaranya dapat berkembang menjadi blastokista. 50 persen sisanya gagal dan dibuang.

6. Transfer Embrio

Ada dua jenis transfer embrio, yakni transfer embrio segar dan transfer embrio beku. Terkait dengan pilihan yang cocok, dokter akan memutuskan hal ini bersamaan dengan calon orang tua.

Transfer embrio segar berarti embrio dimasukkan ke dalam rahim antara 3 dan 7 hari setelah prosedur pengambilan telur. Embrio ini belum dibekukan dan masih tergolong “segar”.

Sementara transfer embrio beku berarti embrio beku dicairkan dan dimasukkan ke dalam rahim. Transfer embrio beku bisa dilakukan bertahun-tahun setelah pengambilan telur dan pembuahan.

7. Kehamilan

Kehamilan terjadi ketika embrio sudah membenamkan dirinya ke dalam lapisan rahim. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan tes darah dalam waktu 9 hingga 14 hari setelah transfer embrio berlangsung.

Jika ada hal yang ingin ditanyakan seputar IVF, kamu bisa tanya dokter secara langsung lewat aplikasi Halodoc. Dapatkan juga informasi lain seputar kesehatan, kehamilan dan pola hidup sehat lainnya dengan mendownload Halodocsekarang juga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. In vitro fertilization (IVF).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. IVF (In Vitro Fertilization).
Healthline. Diakses pada 2022. In Vitro Fertilization (IVF).