• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Syarat dan Ketentuan Melakukan Terapi Skoliosis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Syarat dan Ketentuan Melakukan Terapi Skoliosis

Ketahui Syarat dan Ketentuan Melakukan Terapi Skoliosis

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 Februari 2022

“Skoliosis sering kali tidak perlu diobati karena bersifat ringan. Namun, jika kondisi ini berkembang dan kemiringan tulang semakin bertambah, dokter biasanya akan merekomendasikan sejumlah terapi. Sebelum memilih terapi, ada beberapa syarat dan ketentuan yang perlu dipertimbangkan oleh dokter.”

Ketahui Syarat dan Ketentuan Melakukan Terapi Skoliosis

Halodoc, Jakarta – Skoliosis adalah salah satu kelainan tulang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke satu sisi. Kelengkungan dapat terjadi di bagian tulang belakang mana pun, tetapi bagian yang paling rentan  adalah tulang belakang bagian atas dan punggung bawah.

Kondisi ini sering kali muncul di akhir masa kanak-kanak atau awal masa remaja. Pada masa ini, seorang individu sedang dalam masa pertumbuhan cepat. Sebenarnya, sebagian besar skoliosis tidak memerlukan pengobatan karena kurva kemiringan tidak berkembang secara signifikan.

Namun, jika kurva kemiringan semakin berubah, dokter biasanya merekomendasikan terapi. Nah, berikut syarat dan ketentuan untuk seseorang bisa menjalani terapi skoliosis.

Syarat dan Ketentuan Terapi Skoliosis

Skoliosis yang berkembang pada masa kanak-kanak dan remaja pada umumnya bersifat ringan dan tidak memerlukan pengobatan. Pada individu yang memiliki kurva kemiringan 10-25 derajat, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan pada interval 3, 6, atau 12 bulan untuk memeriksa apakah kondisinya berubah.

Apabila kurva kemiringan sudah mencapai 25-40 derajat, dokter umumnya akan merekomendasikan bracing. Jika kurva lebih besar dari ini dan kerangka masih belum matang, dokter dapat merekomendasikan operasi.

Nah, ada beberapa syarat dan ketentuan yang dipertimbangkan dokter dalam memutuskan pilihan pengobatan, yaitu:

  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko mengalami skoliosis yang lebih parah daripada pria.
  • Tingkat keparahan kurva. Jenis dan tingkat keparahan kurva dapat mempengaruhi perkembangan tulang. Kurva berbentuk S adalah tipikal yang lebih sering dialami pengidap skoliosis idiopatik. Sedangkan kurva berbentuk C lebih umum pada seseorang dengan skoliosis neuromuskular.
  • Posisi kurva. Lekukan di bagian tengah tulang belakang cenderung mudah memburuk daripada kurva di bagian bawah atau atas.
  • Kematangan tulang. Risiko skoliosis memburuk akan lebih rendah jika tulang seseorang berhenti tumbuh. Pada tulang yang masih bertumbuh, dokter biasanya merekomendasikan perawatan bracing.

 Perawatan untuk Atasi Skoliosis

Nah, apabila syarat dan ketentuan di atas sudah dipertimbangkan dokter, berikut opsi perawatan yang bisa dilakukan oleh dokter:

1. Casting

 Perawatan menggunakan casting atau gips biasanya lebih direkomendasikan pada skoliosis infantil sebagai pengganti bracing untuk membantu tulang belakang bayi tumbuh ke posisi abnormal. Gips akan menempel di bagian luar tubuh bayi dan akan dipakai setiap saat. Karena kebanyakan bayi tumbuh dengan cepat, dokter perlu mengganti gips secara teratur.

2. Bracing

Jika seseorang menderita skoliosis sedang, dan tulangnya masih tumbuh, dokter mungkin merekomendasikan bracing atau penyangga. Perawatan ini  akan mencegah kelengkungan lebih lanjut, tetapi tidak akan menyembuhkan atau membalikkan skoliosis.

Pengidap skoliosis biasanya perlu memakai penyangga sepanjang waktu, bahkan di malam hari. Efektivitasnya cenderung berkorelasi dengan jumlah jam per hari orang tersebut memakai penyangga. Ketika tulang berhenti tumbuh, penjepit tidak lagi diperlukan.

3. Chiropractic

Bagi sebagian orang, perawatan chiropractic dapat menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat skoliosis. Chiropractor atau praktisi chiropractic mampu memanipulasi tulang belakang dan memberikan pengobatan alternatif.

Perawatan chiropractic dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan skoliosis. Namun, perawatan ini bukan obat karena tidak mengatasi kelengkungan tulang belakang. Penelitian belum membuktikan bahwa manipulasi chiropractic memiliki manfaat untuk skoliosis.

Orang yang ingin mengunjungi chiropractor harus berhati-hati untuk memilih praktisi yang benar-benar punya spesialisasi dalam skoliosis. Menerima perawatan chiropractic dari yang tidak ahli justru dapat memperburuk gejala.

4. Olahraga

Berbagai latihan diklaim dapat membantu gejala yang ditimbulkan skoliosis. Namun, semuanya bertujuan untuk menyelaraskan kembali tulang belakang, tulang rusuk, bahu, dan panggul untuk mencapai postur yang khas.

Studi berjudul Physiotherapy scoliosis-specific exercises – a comprehensive review of seven major schools mengungkapkan bahwa banyak bukti yang menunjukkan jika olahraga dapat membantu mengobati skoliosis. Namun, para peneliti tersebut mencatat bahwa masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui latihan mana yang paling efektif.

5. Operasi

Dalam kasus yang parah, skoliosis dapat berkembang seiring waktu. Dalam kasus ini, dokter dapat merekomendasikan operasi fusi tulang belakang. Operasi ini mengurangi kelengkungan tulang belakang dan mencegah skoliosis bertambah parah.

Dokter bedah dapat menggunakan batang logam, kait, sekrup, atau kabel untuk menahan bagian tulang belakang tetap lurus saat tulang sembuh. Mereka juga dapat menggunakan cangkok tulang untuk membantu penyembuhan tulang.

Anak-anak biasanya dapat kembali ke sekolah setelah 4-6 minggu dan dapat mengambil berolahraga setelah antara 3 dan 6 bulan. Namun, sebaiknya hindari olahraga yang menggetarkan punggung, seperti menunggang kuda dan olahraga kontak, selama setahun. Dalam beberapa kasus, anak mungkin perlu memakai penyangga punggung selama sekitar 6 bulan untuk menopang tulang belakang.

Itulah informasi seputar skoliosis. Jika punya pertanyaan lain mengenai kondisi ini, tanya dokter malalui aplikasi Halodoc saja. Dokter yang berpengalaman akan membantu menjawab segala pertanyaan kamu. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. Everything you need to know about scoliosis.
NCBI. Diakses pada 2022. Physiotherapy scoliosis-specific exercises – a comprehensive review of seven major schools.
National Health Services. Diakses pada 2022. Scoliosis.