Ketahui Tahapan Gejala Terkena Penyakit Rabies

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ketahui Tahapan Gejala Terkena Penyakit Rabies

Halodoc, Jakarta – Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus rabies. Seseorang bisa terkena penyakit ini jika tergigit oleh hewan liar yang terinfeksi virus tersebut. Beberapa hewan liar yang dapat menyebarkan virus rabies adalah anjing, sigung, rakun, kelelawar, dan rubah. Gejala penyakit rabies terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu:

1. Masa Inkubasi

Tahap ini merupakan masa sebelum gejala muncul, tepatnya ketika tubuh mulai terinfeksi oleh virus. Masa ini umumnya berlangsung selama 35 hingga 65 hari, hingga munculnya gejala pertama. Ketika gejala telah muncul, biasanya penyakit rabies telah masuk ke kategori fatal. Oleh karena itu, segeralah cari bantuan medis jika tergigit hewan liar, tanpa perlu menunggu munculnya gejala.

Baca juga: Tak Hanya karena Anjing, Gigitan Hewan Ini Juga Bisa Sebabkan Rabies

2. Periode Prodromal

Ketika memasuki tahap ini, pengidap penyakit rabies akan merasakan gejala-gejala awal, seperti:

  • Demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih.

  • Sakit kepala.

  • Kecemasan.

  • Merasa tubuh tidak sehat secara keseluruhan.

  • Sakit tenggorokan.

  • Batuk.

  • Mual, disertai muntah.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Rasa sakit atau mati rasa di area yang digigit.

Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung selama 2 hingga 10 hari. Seiring berjalannya waktu, gejala umumnya akan bertambah parah.

3. Gangguan Neurologis Akut

Pada tahap berikutnya, penderita mulai merasakan gangguan sistem saraf yang akut, seperti:

  • Merasa kebingungan, resah, dan gelisah.

  • Lebih agresif dan hiperaktif.

  • Terkadang melewati masa tenang.

  • Kejang otot dan kelumpuhan mungkin terjadi.

  • Bernapas berlebihan (hiperventilasi), terkadang kesulitan bernapas.

  • Memproduksi lebih banyak air liur.

  • Takut dengan air (hydrophobia).

  • Kesulitan menelan.

  • Berhalusinasi, bermimpi buruk, dan insomnia.

  • Ereksi permanen pada pria.

  • Takut cahaya (photophobia).

Baca juga: 4 Fakta tentang Rabies pada Manusia

4. Koma dan Kematian

Jika penyakit rabies tidak segera diobati setelah mendapat gigitan, pengidap hampir selalu akan memasuki fase koma. Namun sayangnya, koma akibat rabies seringkali berujung pada kematian hanya dalam hitungan jam. Kecuali pengidapnya terhubung dengan alat bantu pernapasan (ventilator). Kematian akibat rabies juga biasanya terjadi dari hari ke-4 hingga hari ke-7 setelah pertama kali muncul gejala.

Berdasarkan tahapan-tahapan gejala penyakit rabies tersebut, dapat diketahui bahwa penyakit ini dapat menjadi fatal dalam waktu singkat, jika tidak segera mendapat penanganan medis. Oleh karena itu, segeralah cari pertolongan medis terdekat jika digigit oleh hewan apapun, termasuk hewan peliharaan. 

Dokter biasanya akan memutuskan apakah kamu perlu menerima pengobatan untuk penyakit rabies atau tidak, setelah melihat cedera dan situasi saat gigitan terjadi. Bahkan, meski kamu tidak yakin telah tergigit, sebaiknya tetaplah cari pertolongan medis. Sebab, tubuh setiap orang dapat menunjukkan tanda dan gejala yang bervariasi, terhadap infeksi rabies yang terjadi.

Baca juga: Hoax atau Bukan, Tembakau dapat Obati Penyakit Rabies

Faktor-Faktor yang Tingkatkan Risiko Penyakit Rabies

Rabies sebenarnya merupakan penyakit yang dapat menyerang semua orang, dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini, yaitu:

  • Tinggal di negara-negara berkembang, terutama di daerah dengan fasilitas kesehatan dan pemahaman yang kurang memadai tentang penyakit rabies.

  • Bepergian ke daerah dengan kasus kejadian rabies yang tinggi, seperti negara di Afrika dan Asia Tenggara. Sebaiknya, lakukanlah riset sebelum pergi ke suatu daerah, dan jika perlu bekali diri dengan pemahaman tentang penyakit rabies. Lebih jelasnya, kamu juga bisa diskusi dengan dokter di aplikasi Halodoc kapan dan di mana saja, lewat Chat atau Voice/Video Call. Jadi, pastikan sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

  • Melakukan kegiatan outdoor, terutama kegiatan yang memungkinkan kamu berhubungan dengan hewan liar, seperti menjelajah gua yang terdapat banyak kelelawar atau berkemah tanpa melakukan pencegahan masuknya hewan liar.

  • Memiliki hewan peliharaan atau ternak yang belum divaksin. Jika memiliki hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, atau hewan ternak, misalnya sapi dan kambing, pastikan sudah memberikan vaksin pada hewan-hewan tersebut.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rabies.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Overview: Rabies.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What you need to know about rabies.