• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Tanda-Tanda Radang Sendi pada Anak

Ketahui Tanda-Tanda Radang Sendi pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Tanda-Tanda Radang Sendi pada Anak

“Penyakit radang sendi sangat umum terjadi pada lansia. Meski begitu, masalah kesehatan ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Inilah penyebab radang sendi pada anak dan bagaimana tingkat keparahannya.”

Halodoc, Jakarta – Penyakit rheumatoid arthritis atau rematik sebenarnya juga termasuk jenis radang sendi. Akan terapi, masalah kesehatan ini lebih umum terjadi pada lansia. Lalu, bagaimana jika terjadi radang sendi pada anak?

Ternyata, radang sendi yang terjadi pada anak berbeda dengan rematik yang umum ditemukan pada lansia. Masalah peradangan pada sendi anak yang perlu orangtua waspadai adalah rematik anak atau juvenile idiopathic arthritis.

Meski begitu, rematik anak terbilang sebagai penyakit yang jarang ditemui. Jika pun muncul, biasanya menyerang anak yang masih berusia di bawah 16 tahun. Seperti apa juvenile idiopathic arthritis ini? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Komplikasi yang Disebabkan Rheumatoid Arthritis Bagi Bumil

Penyebab Radang Sendi pada Anak

Sayangnya, masalah kesehatan yang termasuk dalam penyakit autoimun ini belum diketahui penyebabnya hingga kini. Meski begitu, juvenile idiopathic arthritis bisa terjadi karena kesalahan dari kekebalan tubuh yang menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat. 

Anak yang mengidap radang sendi akan mengalami kerusakan pada lapisan sinovial yang berperan untuk melumasi sendi karena peradangan. Penyebabnya adalah imunitas tubuh yang menyerang sinovial sehingga memicu peradangan. 

Kenali Tanda dan Gejalanya

Lalu, bagaimana tanda dan gejala radang sendi yang menyerang anak-anak? Apakah sama dengan peradangan sendi yang terjadi pada orang dewasa? Ternyata, sebagian besar radang sendi pada anak tidak menunjukkan gejala pada fase awal.

Baca juga: Peduli Kesehatan, Ini Bedanya Rheumatoid Arthritis dan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Jika muncul gejala, biasanya mirip dengan penyakit lain sehingga diagnosis pun menjadi tidak akurat. Oleh sebab itulah, ibu perlu mengetahui dengan baik apa saja gejala juvenile idiopathic arthritis yang menyerang anak, yaitu: 

  • Sendi yang terasa kaku, terlebih di pagi hari.
  • Sendi yang mengalami pembengkakan dan terasa sakit.
  • Demam yang tak kunjung reda dan sering kambuh.
  • Perubahan warna kulit menjadi kemerahan.
  • Terjadi penurunan berat badan secara mendadak.
  • Mata memerah dan terasa sakit.
  • Tubuh menjadi mudah lelah dan kesulitan melakukan kegiatan fisik.

Ibu perlu segera memeriksakan kondisi sang buah hati apabila mengalami gejala di atas. Agar lebih praktis, ibu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya jawab dengan dokter setiap saat atau membuat janji jika ingin berobat ke rumah sakit terdekat. 

Baca juga: Bukan Cuma Orang Tua, Anak Muda Juga Bisa Kena Rheumatoid Arthritis

Bisakah Disembuhkan?

Sama seperti penyebab yang belum diketahui, penyakit radang sendi pada anak tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan akan membantu untuk:

  • Menghilangkan rasa nyeri.
  • Mengurangi pembengkakan dan kaku pada sendi.
  • Mencegah sendi mengalami kerusakan yang semakin parah. 

Pengobatan yang dilakukan pun didasarkan pada jenis radang sendi yang menyerang anak. Beberapa kondisi bahkan mengharuskan Si Kecil untuk mendapatkan penanganan medis guna memperbaiki bagian sendi yang meradang. 

Sementara untuk jenis obat yang biasanya diberikan pada anak yang mengidap radang sendi, yaitu: 

  • Obat untuk menghilangkan rasa sakit untuk membantu mengurangi rasa sakit.
  • Obat untuk mengurangi gejala rematik untuk membantu meringankan pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi yang terinfeksi.
  • Obat jenis kortikosteroid berupa suntikan yang diberikan langsung saat nyeri dan bengkak kambuh.
  • Obat jenis metabolit yang diberikan dengan tujuan mencegah terjadinya kerusakan pada sendi.

Pastikan ibu melakukan perawatan dan mematuhi anjuran serta dosis pemberian obat yang diresepkan oleh dokter guna menghindari komplikasi yang serius di kemudian hari.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Learn More About Juvenile Arthritis.
Arthritis.org. Diakses pada 2021. Juvenile Arthritis (JA).
urmc.rochester.edu. Diakses pada 2021. Kids Get Arthritis Too: 7 Signs of Juvenile Arthritis.