• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit Masa Sih

Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit Masa Sih

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Bahaya narkoba bagi kesehatan nyatanya sudah tidak diragukan lagi. Selain itu, kecanduan narkoba dan obat-obat terlarang lain sering diidentikkan dengan hal-hal yang negatif. Namun, banyak ahli yang menyebut bahwa ketergantungan atau kecanduan narkoba ternyata adalah sebuah penyakit. Masa sih?

Baca juga: Kecanduan Narkoba Berdampak pada Fungsi Otak, Benarkah?

Ketergantungan terhadap suatu hal, seperti ketergantungan main game, kecanduan alkohol dan juga narkoba adalah hal yang bisa menyerang siapa saja. Ketergantungan disebut sebagai penyakit kompleks pada otak dan tubuh, yang melibatkan penggunaan beberapa zat secara kompulsif. Pada tingkat yang lebih lanjut, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang memiliki kualitas kesehatan yang semakin memburuk, termasuk berdampak pada kehidupan sosial.  

Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit

Dilansir dari situs halaman American Society of Addiction Medicine, kondisi kecanduan termasuk pada narkoba, adalah penyakit kronis yang disertai dengan perubahan signifikan pada otak. Umumnya, seseorang dengan kondisi kecandungan atau ketergantungan akan menjadi kompulsif dan sering melakukan hal yang menjadi ketergantungan meskipun ada dampak yang berbahaya setelahnya.

Hal ini disebabkan karena kecanduan merupakan satu kondisi yang rumit dan melibatkan kemampuan otak dalam memproduksi hormon dopamin. Pasalnya bagian otak yang memilki hormon ini merupakan tempat paling mudah bagi zat adiktif untuk merusak tubuh.

Dopamin merupakan zat kecil di otak yang penting untuk membawa sinyal dari satu sel otak ke organ-organ tubuh lainnya. Hormon ini memiliki peran dalam mengatur pergerakan, pembelajaran, daya ingat, emosi, rasa senang, tidur, dan kognisi. Fungsi itulah yang akan dirusak oleh zat-zat dalam alkohol dan narkoba.

Pada tubuh yang sehat, dopamin berfungsi untuk mengenali sesuatu yang “enak” dan bermanfaat bagi tubuh seperti makan, berolahraga. Namun pada kasus kecanduan, dopamin menipu otak dengan cara mengatakan bahwa narkoba adalah hal yang sama baik dan dibutuhkan oleh tubuh, seperti makan. Hal itu yang memicu perasaan senang pada seseorang setelah mengonsumsi narkoba, dan mendorong keinginan untuk terus mendapatkan sensasi tersebut.

Selain itu, tak dapat dimungkiri bahwa sensasi yang diberikan dari obat-obatan tersebut mungkin membuat seseorang menyukainya. Banyak jurnal yang telah menyebut bahwa selain adiktif, efek samping lain dari penggunaan obat-obatan adalah perasaan tenang dan senang.

Baca juga: Enggak Hanya Bikin Ketagihan, Ini 4 Bahaya Narkoba

Penyalahgunaan Narkoba dan Ketergantungan Narkoba Nyatanya Berbeda

Nyatanya penyalahagunaan narkoba dan ketergantungan narkoba adalah dua hal yang berbeda. Namun meskipun berbeda, keduanya masih berkaitan. Dilansir dari Web MD, penyalahgunaan narkoba adalah ketika seseorang menggunakan zat legal maupun illegal dengan cara konsumsi yang seharusnya tidak dilakukan. Seseorang yang menyalahgunakan narkoba umumnya menginginkan dampak jangka pendek, seperti merasa senang atau mengurangi stres.

Ketergantungan adalah tingkatan yang lebih parah. Sebab pada kecanduan, seseorang cenderung akan sangat sulit, bahkan tak mampu melepaskan apa yang ia sukai. Berbeda dengan kondisi penyalahgunaan narkoba yang bisa saja dilewatkan, entah karena alasan apapun.

Sebab penelitian menemukan bahwa salah satu faktor penyebab ketergantungan adalah kebiasaan. Saat pertama kali mencoba sesuatu, seseorang mungkin melakukannya dengan “sukarela” dan yakin akan mampu mengendalikan diri.

Baca juga: Selain Kerusakan Sel, Apa Saja Bahaya Narkoba?

Namun seiring berjalannya waktu, dan karena hal itu dilakukan terus secara berulang, ia jadi memiliki dosis yang meningkat untuk dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Jumlah narkoba atau hal lain yang dibutuhkan untuk memenuhi tingkat kenikmatan dan kepuasaan seperti saat pertama mencoba, akan bertambah. Di sinilah proses ketergantungan akan dimulai.

Menurut National Institutes on Drug Abuse, seseorang dengan kondisi ketergantungan narkoba nyatanya masih bisa disembuhkan seperti penyakit kronis lainnya. Penggunaan obat dan terapi perilaku nyatanya menjadi salah satu pengobatan yang bisa dilakukan pada rumah sakit terdekat. Tidak hanya pengguna narkoba, sebaiknya keluarga dan lingkungan terdekat juga mendampingi agar kondisi ini tidak semakin parah. 

Referensi:
American Society of Addiction Medicine. Diakses pada 2019. Definition of Addiction
Web MD. Diakses pada 2019. What Is Drug Addiction
National Institutes on Drug Abuse. Diakses pada 2019. Understanding Drug Use and Addiction