Ketoasidosis Diabetik Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ketoasidosis Diabetik Bisa Berakibat Fatal

Halodoc, Jakarta - Diabetes adalah salah satu penyakit yang cukup banyak diidap oleh penduduk dunia. Parahnya lagi, penyakit ini bisa berkembang dari usia muda sehingga penting untuk melakukan pengobatan demi terhindar dari komplikasi. Salah satu komplikasi berbahaya tersebut adalah ketoasidosis diabetik. Kondisi ini terjadi akibat tingginya produksi asam darah tubuh yang disebut keton. 

Ketoasidosis diabetik terjadi saat tubuh tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk menyerap glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk mengubah glukosa menjadi tenaga. Umumnya kondisi ini terjadi pada kasus diabetes tipe 1, dan jarang ditemui pada kasus diabetes tipe 2. Kondisi ini adalah hal yang membahayakan karena berakibat fatal seperti kematian jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. 

Baca juga: Asam Darah Tinggi Sebabkan Ketoasidosis Diabetik

Apa Saja Gejala yang Terjadi Saat Alami Ketoasidosis Diabetik?

Saat seseorang mengalami kondisi ini, gejala yang dirasakannya, yaitu: 

  • Frekuensi buang air kecil meningkat;

  • Sering merasa haus;

  • Kelelahan;

  • Napas beraroma seperti aseton;

  • Terasa mual dan muntah;

  • Perut terasa nyeri;

  • Napas cepat dan dalam.

  • Linglung, penurunan kesadaran, hingga koma.

  • Dehidrasi akibat frekuensi buang air kecil yang meningkat.

  • Gangguan keseimbangan elektrolit yang berfungsi untuk sel jantung, otot, dan saraf.

Kamu mengidap diabetes tipe 1 dan merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas? Jangan anggap sepele kondisi ini, segera kunjungi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter. Buat janji dengan dokter kini lebih mudah dengan menggunakan Halodoc. Tanpa perlu antre, kamu bisa langsung menemui dokter tanpa perlu buang waktu lagi. 

Baca juga: Waspada, Ini 3 Komplikasi Akibat Ketoasidosis Diabetik

Lantas, Apa yang Menyebabkan Seseorang Alami Ketoasidosis Diabetik?

Di dalam sistem metabolisme, gula adalah sumber energi utama bagi sel-sel otot dan jaringan tubuh yang lainnya. Saat kekurangan insulin, tubuh tidak mampu mengolah glukosa dan akhirnya lemak tubuh diambil sebagai bahan bakar. Proses pengolahan lemak ini bisa menghasilkan zat bernama keton yang jika berlebihan bisa mengakibatkan keseimbangan pH darah (keseimbangan asam basa) terganggu. Darah menjadi lebih asam dan mengakibatkan asidosis yang berbahaya bagi tubuh. Selain diabetes, terdapat beberapa hal lain yang memicu tubuh menghasilkan keton darah secara berlebihan, antara lain: 

  • Mengalami infeksi, karena infeksi mengakibatkan tubuh menghasilkan hormon yang menghambat kerja insulin;

  • Lupa menyuntik insulin atau dosis insulin yang terlalu rendah;

  • Trauma fisik atau emosional;

  • Kecanduan alkohol;

  • Penyalahgunaan obat, terutama kokain;

  • Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan diuretik;

  • Serangan jantung;

  • Menstruasi dan kehamilan.

Baca juga: Ini Pola Makan Sehat untuk Mencegah Ketoasidosis Diabetik

Bagaimana Cara Mengobati Ketoasidosis Diabetik?

Saat seseorang mengalami kondisi ini, umumnya dokter membuat rencana pengobatan diabetes untuk mencegah terjadinya ketoasidosis. Jika ketoasidosis diabetik terjadi akibat dari infeksi atau penyakit, dokter mungkin mengobatinya dengan antibiotik. Nah, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk atasi ketoasidosis diabetik, antara lain:

  • Terapi Insulin. Dalam tindakan ini akan diberikan suntik insulin melalui infus sampai tingkat gula darah turun di bawah 240 mg/dL. Saat kadar gula darah dalam rentang yang wajar, dokter mungkin membiarkan kamu melanjutkan penggunaan insulin seperti biasanya.

  • Pemberian Asupan Elektrolit. Saat kadar insulin lebih rendah dari tingkat normal, maka dapat menyebabkan kadar elektrolit dalam tubuh menjadi rendah secara tidak normal. Elektrolit merupakan mineral bermuatan listrik yang membantu tubuh, termasuk jantung dan saraf – berfungsi dengan baik. Penggantian elektrolit juga bisa dilakukan melalui infus.

Referensi:
American Diabetes Association. Diakses pada 2019. DKA (Ketoacidosis) & Ketones
WebMD. Diakses pada 2019. Diabetic Ketoacidosis (DKA).