• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketuban Pecah, Ini Tanda-Tanda Melahirkan

Ketuban Pecah, Ini Tanda-Tanda Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketuban Pecah, Ini Tanda-Tanda Melahirkan

Halodoc, Jakarta - Tanda-tanda melahirkan pasti akan dirasakan semua ibu ketika sudah mendekati waktunya. Melahirkan bisa menjadi proses yang panjang dan melelahkan. Namun, tidak semua ibu akan mengalami tanda-tanda melahirkan yang sama. Biasanya, tanda melahirkan sudah dapat dirasakan ibu beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan.

Baca juga: Yang Harus Diketahui Jika Melakukan Persalinan Normal

Ketuban pecah menjadi tanda melahirkan yang paling umum diketahui oleh semua ibu hamil. Sebelum hal ini terjadi, biasanya ibu akan lebih dulu merasakan kontraksi. Jika hal ini terjadi, berarti persalinan akan segera tiba. Namun, jika air ketuban pecah terlebih dulu dan ibu tidak juga merasakan kontraksi, Si Kecil dalam janin akan lebih mudah terserang infeksi. Hal ini disebabkan karena cairan yang melindungi bayi dari kuman telah pecah.

Tentu saja, kondisi ini akan sangat membahayakan si buah hati. Biasanya, ketika ketuban pecah dini, dokter akan melakukan proses induksi. Jadi, jika ibu mengalami ketuban pecah dini dan belum merasakan kontraksi, segera ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. Ibu bisa download dan memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk buat janji sehingga tindakan bisa segera dilakukan.

Tanda Persalinan, Apa Saja?

Selain ketuban pecah, beberapa tanda persalinan berikut ini juga perlu ibu ketahui:

1. Nyeri Punggung, Sakit atau Kram Perut

Rasa sakit ini sama seperti yang dirasakan saat pramenstruasi. Kram dan sakit perut terjadi akibat bayi mulai turun ke arah mulut rahim sehingga perut akan semakin mengeras.

Baca juga: 4 Olahraga untuk Bantu Ibu Hamil Melahirkan Normal

2. Lebih Sering Buang Air Kecil

Tidak hanya saat hamil trimester pertama, menjelang persalinan, ibu akan semakin sering buar air kecil, terlebih pada malam hari. Ini terjadi karena bayi akan turun ke tulang panggul beberapa hari atau beberapa minggu sebelum persalinan, sehingga rahim menekan kandung kemih dan membuat keinginan buang air kecil jadi meningkat.

3. Merasakan Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu biasanya mirip kram perut yang datang dan pergi. Namun, kram yang dirasakan tidak sekuat saat kontraksi sungguhan terjadi. Kontraksi palsu berlangsung antara 30–120 detik. Sedangkan kontraksi sungguhan, dapat hilang ketika ibu berpindah posisi atau relaks.

4. Muncul Lendir Kental Bercampur Darah dari Vagina

Saat ibu mengandung, serviks akan tertutup oleh lendir kental. Namun, ketika mendekati hari persalinan, serviks akan membesar dan membuat lendir tersebut keluar. Lendir ini biasanya berwarna bening, merah muda, atau sedikit bercampur darah. Jangan panik dulu, lendir bercampur dengan darah tidak selalu menjadi tanda melahirkan. Hal ini juga dapat terjadi ketika ibu berhubungan intim saat sedang hamil.

5. Terjadi Perubahan pada Serviks

Biasanya, ketika waktu melahirkan sudah semakin dekat, jaringan pada serviks akan melunak dan menjadi elastis. Namun, pembukaan serviks tidak menjadi jaminan ibu akan segera melahirkan. Ibu hamil yang sudah pernah mengalami kehamilan sebelumnya, serviks akan lebih mudah membesar dengan ukuran 1–2 sentimeter sebelum persalinan dimulai.

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Setelah Melahirkan Normal 

Perbedaan tanda saat akan melahirkan kerap menimbulkan rasa cemas pada setiap calon ibu. Meski begitu, setiap ibu hamil pun calon bayi tidak sama, yang penting ibu tetap mengetahui dan mengenali tanda-tanda melahirkan sehingga ketika ibu mengalaminya, ibu tidak khawatir berlebihan. Semoga ibu dan bayi dalam keadaan yang sehat setelah melahirkan.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Pregnancy and Signs of Labor.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2021. Signs Of Labor.