• Home
  • /
  • Awas, Kleptomania pada Anak Bisa Memicu 8 Komplikasi Ini

Awas, Kleptomania pada Anak Bisa Memicu 8 Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Kleptomania pada Anak Bisa Memicu 8 Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta - Kleptomania merupakan salah satu gangguan mental yang bisa diidap siapa saja, termasuk anak-anak. Umumnya kleptomania ini terbentuk di masa remaja, tetapi ada pula sebagian kasusnya yang muncul setelah dewasa.

Kleptomania masuk ke dalam kelompok gangguan kendali impulsif. Artinya, pengidapnya tak dapat menahan diri untuk mengutil atau mencuri. Orangtua yang memiliki anak dengan kleptomania rasanya perlu harap-harap cemas. Sebab penyakit mental ini bisa membuat pengidapnya terganggu secara emosional, sehingga menimbulkan berbagai komplikasi.

Lalu, seperti apa sih komplikasi kleptomania pada anak? 

Baca juga: Jangan Dimarahi, Ini Cara Mengatasi Anak dengan Kleptomania

Gangguan Kimiawi Otak

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, tak ada salahnya untuk berkenalan dengan penyebab kleptomania. Kira-kira hal apa sih yang bisa memicu kondisi ini? Sayangnya, penyebab dari gangguan mental ini hingga kini belum diketahui pasti. 

Ada dugaan bahwa kondisi ini terbentuk akibat adanya perubahan komposisi kimia di dalam otak. Diduga, perilaku impulsif ini muncul akibat gangguan zat kimia di otak, seperti turunnya kadar serotonin atau hormon yang tugasnya mengatur emosi. 

Ada juga dugaan lain seperti ketidakseimbangan sistem opioid otak yang mengakibatkan keinginan untuk mencuri tak bisa ditahan, dan terjadi pelepasan hormon dopamin. Pelepasan hormon ini membuat mereka merasa senang atau perbuatannya dan cenderung ketagihan. 

Selain itu, ada pula berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang anak mengalami kleptomania. Misalnya, riwayat keluarga, kleptomania lebih rentan terjadi pada mereka yang berasal dari keluarga yang mengidap kleptomania, pengguna narkoba, ataupun pecandu alkohol. 

Tak cuma itu saja, ada pula beberapa kondisi penyakit mental yang bisa memicu terjadinya kleptomania. Contohnya, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, hingga gangguan bipolar. 

Kembali ke pertanyaan di atas, kira-kira apa sih dampak atau komplikasi kleptomania pada anak? 

Baca juga: Pengidap Kleptomania Rentan Alami Depresi

Gangguan Mental hingga Mencoba Bunuh Diri

Anak yang mengidap kleptomania semestinya perlu mendapatkan perawatan yang tepat dari ahlinya. Kleptomania sulit bila diatasi seorang diri yang. Jika dibiarkan dapat berkepanjangan dan semakin parah, bisa menciptakan gangguan fungsi yang signifikan. 

Dengan kata lain, bila orangtua membiarkan kleptomania pada anak tanpa penanganan, maka ujung-ujungnya akan muncul persoalan baru pada Si Kecil. Anak yang mengidap kondisi ini mungkin akan merasa bersalah, malu, atau bahkan membenci dirinya sendiri. Perasaan inilah yang nantinya bisa menimbulkan masalah baru, seperti:

  1. Gangguan kepribadian;

  2. Depresi;

  3. Gangguan bipolar;

  4. Masalah sekolah atau keluarga;

  5. Terlibat masalah hukum;

  6. Sering merasa cemas;

  7. Penyalahgunaan alkohol; dan

  8. Percobaan bunuh diri.

Tuh, tidak main-main kan komplikasi kleptomania pada anak? 

Baca juga: Hati-Hati, Kleptomania pada Anak 

Awasi Gejala-gejalanya

Setidaknya ada beberapa tanda atau gejala yang bisa ibu perhatikan. Namun yang perlu diingat, kleptomania ini berbeda dengan pencurian. Bila pencurian dilandasi motif kriminal, sedangkan penyakit mental yang satu ini tak demikian. Nah, berikut beberapa gejala kleptomania.

  • Pengidapnya sering kali gagal menolak dorongan yang kuat untuk mencuri, meski barang yang dicurinya sesuatu yang tidak berharga (tak mereka butuhkan). Hal ini berbeda dengan pencurian kriminal yang mencuri barang berharga dan bernilai tinggi. 

  • Mereka merasa cemas dan tegang ketika hendak melakukan pencurian. Namun, setelah melakukannya akan timbul rasa senang dan puas. Setelah itu, barulah muncul perasaan menyesal, malu, bersalah, dan takut tertangkap. Sayangnya, mereka tetap enggak bisa menahan diri untuk mengulangi perbuatannya lagi. 

  • Dalam kebanyakan kasus, pengidapnya melakukan aksinya secara spontan dan seorang diri. Umumnya, pengidapnya akan membuang barang curian tersebut atau memberikannya ke orang lain. 

  • Pencurian yang mereka lakukan, tak berhubungan dengan respon terhadap delusi atau halusinasi. Bukan pula karena luapan balas dendam atau kemarahan. 

Mau tahu lebih jauh mengenai kleptomania pada anak? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Kleptomania
Healthline. Diakses pada 2020. Stealing.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Kleptomania.