• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kolesterol Baik Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kolesterol Baik Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Kolesterol Baik Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 April 2022

“Penelitian terbaru mengungkapkan kemungkinan kolesterol baik bisa menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan.”

Kolesterol Baik Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Halodoc, Jakarta – Penyakit Alzheimer adalah kondisi yang melemahkan dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang lanjut usia atau lansia. Ditandai dengan gejala mudah lupa dan ketidakmampuan melakukan tugas-tugas kehidupan sehari-hari.

Para peneliti masih berusaha memahami bagaimana penyakit ini berkembang, dan bagaimana mencegahnya. Namun, studi baru-baru ini menemukan bahwa kolesterol baik bisa menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Berikut ini pembahasannya!

Kaitan Kolesterol Baik dan Penyakit Alzheimer

Sebuah studi yang diterbitkan pada 13 April 2022 di The Journal of the Alzheimer’s Association membahas mengenai kaitan kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL) dan penyakit Alzheimer. 

Para peneliti mempelajari hubungan antara HDL atau kolesterol baik dalam cairan serebrospinal dan risiko penyakit Alzheimer. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat HDL yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit Alzheimer.

Studi tersebut melibatkan 180 peserta berusia 60 tahun atau lebih. Peneliti melihat fungsi kognitif peserta melalui berbagai tes kognitif. Mereka mengambil sampel cairan serebrospinal. 

Ini adalah cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan sampel plasma dari peserta dan mengisolasi DNA. Kemudian, para peneliti menguji gen APOE 4 dari DNA, sebuah potensi faktor risiko untuk penyakit Alzheimer. Peneliti kemudian memeriksa kadar partikel HDL di cairan serebrospinal. 

Mereka menemukan bahwa tingkat partikel HDL yang lebih tinggi dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih baik di antara peserta. Mereka juga menemukan hasil ini bahkan setelah memperhitungkan gen APOE 4, usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan peserta.

Meski begitu, para peneliti mencatat bahwa penelitian mereka memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, sulit untuk mengidentifikasi partikel mana yang memiliki sifat protektif karena ada banyak subtipe HDL. 

Mereka mengakui bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami interaksi dan perbedaan antara HDL di otak dan yang beredar di sirkulasi umum.

Lebih lanjut, para peneliti juga mengakui bahwa temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasi, dan penelitian ini tidak menunjukkan penyebabnya. Penelitian lebih lanjut dalam skala besar dibutuhkan untuk melihat apakah kadar kolesterol baik dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer. 

Mengenai Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah jenis demensia yang memengaruhi memori, pemikiran, dan perilaku. Ini adalah penyebab paling umum dari demensia, istilah umum untuk kehilangan ingatan dan kemampuan kognitif yang cukup serius. 

Menurut laman Alzheimer’s Association, penyakit Alzheimer menyumbang 60-80 persen dari kasus demensia. Namun, perlu dipahami bahwa penyakit ini bukanlah bagian normal dari penuaan. 

Memang benar bahwa faktor risiko terbesar penyakit ini adalah bertambahnya usia, dan mayoritas penderita Alzheimer berusia 65 tahun ke atas. Namun, ini adalah penyakit progresif, di mana gejala demensia secara bertahap memburuk selama beberapa tahun. 

Pada tahap awal, bisa jadi kehilangan memori ringan. Namun di tahap akhir, pengidap penyakit ini bisa kehilangan kemampuan untuk melakukan percakapan dan merespons lingkungan mereka. 

Rata-rata, seseorang dengan penyakit Alzheimer hidup 4 sampai 8 tahun setelah diagnosis tetapi dapat hidup selama 20 tahun, tergantung pada faktor lain.

Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pengidap penyakit ini. Jadi, penting untuk mewaspadai gejala penurunan kemampuan mengingat, terutama jika berusia di atas 60 tahun.

Jika orang terdekat kamu menunjukkan gejala penyakit ini, segera download Halodoc untuk bertanya pada dokter lebih lanjut. Dokter tentunya akan memberi saran perawatan terbaik, sesuai dengan kondisi.

Referensi:
The Journal of the Alzheimer’s Association. Diakses pada 2022. The Small HDL Particle Hypothesis Of Alzheimer’s Disease.
Medical News Today. Diakses pada 2022. ‘Good’ Cholesterol May Decrease Your Risk Of Alzheimer’s Disease.
Alzheimer Association. Diakses pada 2022. What is Alzheimer’s Disease?Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Alzheimer’s Disease.