• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kolesterol pada Ibu Hamil, Apa Bahayanya?

Kolesterol pada Ibu Hamil, Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Banyak pasangan yang sangat menantikan kehamilan pada partner wanitanya. Ketika terjadi, kamu benar-benar harus menjaga kesehatan demi keberlangsungan hidup pada janin yang dikandung. Maka dari itu, asupan makanan yang dikonsumsi juga harus dijaga.

Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada ibu hamil dan bahaya adalah kolesterol tinggi. Walaupun sebenarnya, kandungan tersebut diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kehamilan tetap sehat. Namun, bahaya apa saja yang dapat terjadi ketika ibu hamil mengalami kolesterol tinggi? Berikut bahasan lengkapnya!

Baca juga: 7 Makanan Berbahaya untuk Ibu Hamil

Bahaya dari Kolesterol pada Ibu Hamil

Tahukah kamu kadar kolesterol tinggi dibutuhkan saat hamil? Hal tersebut berguna untuk membuat hormon steroid, seperti estrogen dan progesteron yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dari kehamilan. Kolesterol berguna untuk pertumbuhan anggota tubuh dan otak pada janin.

Tingkat kolesterol dapat meningkat secara alami pada trimester kedua yang akan mencapai puncaknya pada trimester ketiga. Setelah itu, kandungan tersebut akan kembali normal setelah empat minggu dari melahirkan. Jadi, jangan kaget ketika memeriksa tingkat kolesterol tetap tinggi setelah melahirkan.

Ibu hamil harus mengetahui kadar kolesterol yang aman untuk menjaga kesehatan bayinya. Kadar kolesterol yang buruk (LDL) harus kurang dari 100 mg/dL dan kadar kolesterol baik (HDL) harus lebih besar dari 60 mg/dL. Pada wanita hamil, kadar kolesterolnya akan meningkat 25-50 persen, tetapi tingkat HDL yang meningkat lebih banyak.

Apa kemungkinan bahaya yang dapat terjadi ketika kolesterol terlalu tinggi pada ibu hamil? Tingkat kolesterol yang tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan hipertensi yang terinduksi pada kehamilan. Pada tingkat yang parah, gangguan tersebut dapat menyebabkan gangguan pada hidup bayi dan sang ibu. Kolesterol yang rendah juga dapat menyebabkan lahir prematur dan berat bayi lahir rendah.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Daging Kambing?

Bahaya lainnya dari kolesterol tinggi pada ibu hamil adalah dampak turunan pada janin, baik saat di dalam rahim atau di kemudian hari. Anak yang ibunya memiliki tingkat kolesterol tinggi sebelum hamil mempunyai kemungkinan lebih besar untuk memiliki gangguan hipertensi ketika dewasa.

Maka dari itu, saat kondisi masih normal, dokter akan meresepkan obat statin untuk menurunkan kadar kolesterol yang terlalu tinggi. Walau begitu, obat ini ternyata dapat menyebabkan kelainan pada perkembangan fisiologis bayi. Dokter akan benar-benar mempertimbangkan manfaat dan dampak buruknya pada ibu dan janin.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait bahaya kolesterol pada ibu hamil, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemesanan online untuk pemeriksaan janin pada beberapa rumah sakit yang berafiliasi dengan Halodoc.

Baca juga: Rutin Konsumsi Telur Saat Hamil Trimester Kedua Baik untuk Janin?

Pembatasan Konsumsi Obat Penurun Kolesterol Penting Dilakukan

Dengan mempertimbangkan dampak kolesterol pada ibu hamil, kamu sangat disarankan untuk menurunkan kadar tersebut dengan cepat. Kamu memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebabkan komplikasi ketika telah mengalami hipertensi sebelum hamil. Cara tersebut dapat membuat risiko yang terjadi menurun drastis.

Walau begitu, wanita tersebut disarankan untuk menghentikan obat penurun lipid selama minimal 3 bulan sebelum mencoba untuk hamil. Hal ini dapat memungkinkan obat-obatan tersebut hilang sepenuhnya hingga tidak tersisa di dalam darah di awal kehamilan. Waktu 3 bulan tersebut disebut dengan periode pembersihan.

Hal ini disebabkan obat penurun kolesterol, seperti statin dan ezetimibe, dapat melewati plasenta dan dapat membahayakan bayi yang berada di dalam janin. Walaupun risikonya terbilang kecil, obat-obatan ini tidak dapat dianggap aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2019. Is High Cholesterol During Pregnancy Normal?
Heartuk. Diakses pada 2019. Pregnancy and Blood Fats