• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Komplikasi Akibat Kanker Tiroid yang Perlu Diwaspadai

Komplikasi Akibat Kanker Tiroid yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu merasakan gejala seperti batuk, nyeri di leher, sakit tenggorokan, suara serak yang tidak membaik setelah beberapa minggu, pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher, hingga kesulitan menelan dan bernapas? Sebaiknya kamu tidak menyepelekan kondisi ini, pasalnya ini bisa mengindikasikan kamu alami kanker tiroid

Kanker tiroid jarang menimbulkan gejala awal. Namun, saat sel dan jaringan kanker terus tumbuh, maka akan tampak benjolan di bagian depan leher. Benjolan tersebut tidak mudah digerakkan, terasa kencang, tidak terasa sakit, dan cepat membesar.

Jika sel-sel kanker meningkatkan produksi hormon tiroid, maka kanker tiroid juga menyebabkan hipertiroidisme. Gejalanya berupa jantung berdebar, tangan tremor atau gemetar, penurunan berat badan, gelisah, mudah marah, mudah berkeringat, rambut rontok, dan diare.

Perlu diketahui, sel-sel kanker tiroid dapat mengalami penyebaran (metastasis). Metastasis kanker tiroid ini bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti paru-paru, tulang, dan otak. Selain itu, pertumbuhan kanker tiroid juga bisa menyebabkan komplikasi lainnya, yaitu cedera pada pita suara dan kesulitan bernapas.

Baca juga: Ini Ciri Kanker Tiroid yang Jarang Disadari

Penyebab Kanker Tiroid

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti kanker tiroid. Namun, kondisi ini diduga disebabkan karena adanya mutasi genetik. Akibat mutasi genetik, maka pertumbuhan sel-sel kelenjar tiroid menjadi tidak terkendali dan merusak jaringan yang ada di sekitarnya.

Ada juga beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko kanker tiroid, yaitu: 

  • Mengalami Penyakit Tiroid. Seseorang yang mengidap penyakit tiroid, seperti peradangan kelenjar tiroid (tiroiditis) dan penyakit gondok, lebih berisiko mengalami kanker tiroid.
  • Terpapar Radiasi. Paparan radiasi yang dialami selama masa kecil seperti saat melakukan radioterapi, juga akan meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid.
  • Riwayat Keluarga. Risiko terjadinya kanker tiroid juga ikut meningkat jika seseorang memiliki keluarga yang pernah mengidap penyakit ini.
  • Mengalami Kelainan Genetik. Beberapa kelainan genetik, seperti familial adenomatous polyposis (FAP), multiple endocrine neoplasia, dan sindrom Cowden, juga diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid.
  • Wanita. Wanita dilaporkan lebih rentan mengalami penyakit ini daripada laki-laki.
  • Mengidap Penyakit Tertentu. Ada juga beberapa kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid, di antaranya akromegali dan obesitas.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid

Bisakah Kanker Tiroid Sembuh Total?

Tak perlu khawatir, karena kanker tiroid biasanya bisa diobati hingga mereka sembuh total, bahkan jika pengidap sudah berada di stadium yang lebih tinggi. Perawatan dilakukan tergantung pada jenis dan stadium kanker. Tindakan yang paling sering dilakukan untuk mengatasinya adalah operasi.

Ada dua macam pembedahan, yakni tiroidektomi, yaitu jika seluruh kelenjar tiroid dihilangkan atau lobektomi jika hanya sebagian kelenjar tiroid yang diangkat. Metode lain adalah radioactive iodine ablation (RAI).

Metode RAI berfungsi untuk menghancurkan jaringan tiroid yang tersisa setelah tiroidektomi. Yodium akan masuk ke jaringan tiroid dan radiasi menghancurkannya. Ini juga bisa digunakan agar kanker tidak menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau juga menyebar ke bagian lain dari tubuh lain.

Saat semua kelenjar tiroid sudah diangkat, pengidap bisa melanjutkan treatment dengan pil hormon tiroid untuk membantu menghentikan sel-sel kanker dari tumbuh dan kembali. Obat akan menurunkan tingkat thyroid-stimulating hormon (TSH), hormon yang mendorong pertumbuhan sel kanker. Radiasi atau terapi sinar X juga bisa digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Baca juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Jika kamu mengalami gejala yang mirip kanker tiroid, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat. Kamu bisa buat janji sebelumnya dengan dokter di Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Ingat, penanganan yang dilakukan sejak dini adalah hal yang paling penting guna mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2020. What Is Thyroid Cancer?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Thyroid Cancer.
WebMD. Diakses pada 2020. What Are the Stages of Thyroid Cancer?