• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Komplikasi Berbahaya dari Hifema

Waspada, Ini Komplikasi Berbahaya dari Hifema

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Hati-hati jika mengalami cedera atau trauma yang mengakibatkan iris atau pupil mata robek. Sebab, biasanya yang terjadi selanjutnya adalah hifema, yaitu kondisi ketika darah terkumpul di bilik depan mata, tepatnya di antara kornea dan iris. Gejala yang ditimbulkan adalah rasa nyeri pada bola mata. 

Selain itu, hifema juga dapat membuat separuh atau seluruh penglihatan tertutup atau terhalangi. Jika mengalami hifema, sebaiknya segera cari pertolongan medis terdekat, untuk menghindari risiko kerusakan penglihatan secara permanen dan komplikasi lainnya, seperti glaukoma.

Baca juga: 7 Penyakit Tak Biasa Pada Mata

Glaukoma sebagai Komplikasi Berbahaya Hifema

Glaukoma adalah komplikasi umum dari hifema yang tidak segera mendapat penanganan. Hal ini terjadi akibat adanya peningkatan tekanan pada bola mata. Dalam medis, glaukoma dijelaskan sebagai kondisi kerusakan saraf mata, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan, hingga kebutaan. 

Setelah hifema berkembang menjadi glaukoma, kamu perlu sangat waspada. Sebab, glaukoma dapat membuat saraf-saraf mata yang menghubungkan retina ke otak terganggu. Akibatnya, saraf-saraf mata tersebut gagal menyampaikan apa yang ditangkap retina mata ke otak. Secara perlahan, kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara keseluruhan. 

Baca juga: Screening Retina Hanya untuk Gangguan Mata Parah, Benarkah?

Tingkatan Gejala Hifema yang Perlu Diwaspadai

Seperti dijelaskan di awal, gejala utama hifema adalah munculnya bercak darah di bilik depan mata. Jika perdarahan yang terjadi masih ringan atau sedikit, hifema mungkin belum begitu bisa terlihat jelas. Namun, jika perdarahan yang terjadi sudah banyak, mata akan terlihat seperti dipenuhi darah.

Selain memunculkan gejala nyeri, hifema juga terbagi menjadi beberapa tingkatan, yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Tingkat pertama, ditunjukkan dengan perdarahan yang masih sedikit, sekitar sepertiga dari bilik depan mata. 

  • Tingkat kedua, darah sudah mulai memenuhi setengah bagian dari bilik depan mata. 

  • Tingkat ketiga, lapisan darah sudah memenuhi lebih dari separuh bilik depan mata. 

  • Tingkat keempat, darah sudah memenuhi seluruh bagian bilik mata. Di tahap ini mata terlihat seperti bola billiard angka 8.

Selain keempat tingkat tersebut, ada juga jenis perdarahan yang tidak terlihat secara kasat mata. Hifema jenis ini disebut mikrohifema. Jika kamu mengalami kondisi atau gejala hifema seperti yang dijelaskan, segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, atau pergi ke pusat layanan kesehatan terdekat, agar bisa mendapat penanganan.

Baca juga: Sering Diabaikan, 6 Penyebab Retina Mata Rusak

Bagaimana Pengobatan untuk Hifema?

Pengobatan untuk hifema biasanya akan ditentukan oleh dokter, berdasarkan usia dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Pada tingkatan yang ringan, hifema bisanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam 1 minggu. Namun, tetap diperlukan perawatan rumahan berdasarkan instruksi dari dokter mata, jika tidak ingin mengalami perdarahan kembali.

Beberapa perawatan rumahan yang biasanya disarankan oleh dokter adalah:

  • Kurangi aktivitas fisik yang berat dan banyak beristirahat.
  • Batasi pergerakan bola mata.
  • Gunakan pelindung khusus mata untuk mencegah terjadinya cedera kembali.
  • Sangga kepala ketika tidur dan jaga kemiringan kepala di 40 derajat, agar darah pada mata bisa terserap cepat ke dalam tubuh.

Jika rasa nyeri yang dialami terasa mengganggu, dokter biasanya juga akan meresepkan obat pereda nyeri, seperti paracetamol. Sementara obat pereda nyeri jenis aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid tidak direkomendasikan karena dapat memicu perdarahan lebih lanjut. 

Dokter juga akan memberi obat tetes mata yang mengandung kortikosteroid, guna mengurangi peradangan yang terjadi, serta obat tetes untuk melebarkan pupil agar nyeri bisa mereda. Selama menjalani perawatan di rumah, pastikan mata tidak mendapat tekanan apapun. Sebab, tekanan pada bola mata dapat membuat hifema bertambah parah atau memicu perdarahan kembali. 

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. Hyphema.
Healthline. Diakses pada 2020. What is a Hyphema?
WebMD. Diakses pada 2020. Hyphema (Bleeding in Eye).