Komplikasi Patent Foramen Ovale pada Bayi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Komplikasi Patent Foramen Ovale pada Bayi

Halodoc, Jakarta – Dalam beberapa situasi, bayi dengan kondisi patent foramen ovale akan mengembangkan warna kulit kebiruan (sianosis) ketika mengejan atau menangis. Beberapa penelitian juga mengaitkan patent foramen ovale dengan peningkatan risiko sakit kepala migrain dan stroke kriptogenik. 

Perawatan komplikasi patent foramen ovale pada bayi, bisa orang tua tanyakan langsung ke ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orang tua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Mengapa Patent Foramen Ovale Bisa Terjadi?

Foramen ovale adalah bukaan normal antara dua kamar atas (atrium kanan dan atrium kiri) jantung bayi yang belum lahir. Foramen ovale biasanya menutup 6 bulan hingga satu tahun setelah kelahiran bayi.

Ketika foramen ovale tetap terbuka setelah lahir, itu disebut patent foramen ovale. Biasanya kondisi ini tidak menimbulkan masalah. Jika bayi baru lahir memiliki kelainan jantung bawaan, foramen ovale lebih cenderung tetap terbuka.

Sebelum lahir, foramen ovale memungkinkan aliran darah memintas paru-paru (janin mendapat oksigen yang dibutuhkannya dari plasenta, bukan paru-paru). Dengan begitu, jantung tidak bekerja keras untuk memompa darah di tempat yang tidak dibutuhkan.

Baca juga: Kelainan Bawaan Jantung, Ini Fakta Patent Foramen Ovale

Ketika bayi baru lahir mengambil napas pertama, arah aliran baru terjadi. Darah sekarang harus mengalir ke paru-paru bayi. Aliran baru ini membantu mendorong foramen ovale paten tertutup. Darah tidak lagi dapat mengalir langsung di antara dua ruang jantung bagian atas. Alih-alih, ia mengalir dari sisi kanan jantung ke paru-paru bayi untuk mengambil oksigen, dan kemudian sisi kiri jantung mengirimkan darah yang kaya oksigen ke tubuh.

Siapa yang Mendapatkan Foramen Ovale Paten?

Setiap orang memilikinya saat lahir, tetapi lubang biasanya menutup. Patent foramen ovale yang tidak menutup adalah umum, dan ditemukan pada 1 dari setiap 4 orang dewasa. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada bayi baru lahir yang memiliki kelainan jantung bawaan.

Patent foramen ovale paling sering terlihat pada ekokardiogram (ultrasound jantung) yang dilakukan karena alasan lain. Biasanya ini tidak diobati kecuali ada alasan lain untuk operasi jantung atau risiko seseorang untuk pembekuan darah atau stroke lebih tinggi daripada rata-rata.

Baca juga: Fatal, Ini Komplikasi Akibat Patent Foramen Ovale 

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke karena pembekuan darah kecil di tempat lain di tubuh dapat terlepas dan masuk ke jantung melalui darah. Gumpalan kecil ini biasanya disaring keluar dari darah oleh paru-paru. 

Pada bayi dengan patent foramen ovale, bekuan darah dapat menyelinap dari atrium kanan ke atrium kiri. Dari sana, bekuan pergi ke ventrikel kiri, yang mengirim bekuan ke tubuh atau otak, di mana itu dapat mempengaruhi organ-organ yang jauh lebih sensitif terhadap cedera daripada paru-paru. Ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak, hasilnya adalah stroke.

Perawatan biasanya berfokus pada mencegah pembekuan daripada menutup patent foramen ovale. Jika penutupan diperlukan, kateterisasi jantung dapat digunakan untuk menempatkan alat melalui tabung panjang dan tipis yang dipandu melalui pembuluh darah ke jantung untuk menutup foramen ovale.

Baca juga: Ternyata ada Penyakit Jantung Bawaan yang Bisa Disembuhkan

Dalam kasus yang jarang terjadi, foramen ovale dapat menyebabkan sejumlah besar darah mem-bypass paru-paru, menghasilkan kadar oksigen darah yang rendah (hipoksemia). Pada penyakit dekompresi, yang dapat terjadi pada penyelaman scuba, gumpalan darah udara dapat melakukan perjalanan melalui foramen ovale paten. Dalam beberapa kondisi tertentu, justru kelainan jantung lainnya mungkin ada selain foramen ovale paten.