Waspadai Komplikasi Stres Pasca Trauma Bila Tak Segera Ditangani

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Waspadai Komplikasi Stres Pasca Trauma Bila Tak Segera Ditangani

Halodoc, Jakarta - PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stress pasca trauma adalah sebuah kondisi ketika kejiwaan seseorang mengalami gangguan. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh suatu kejadian yang pernah terjadi atau pernah terlihat, dan masih melekat di ingatan. Trauma tersebut menyebabkan seseorang mengalami kelainan, sehingga dirinya merasakan kecemasan.

PTSD adalah gangguan kecemasan yang terjadi karena pengidapnya trauma akan suatu hal. Kondisi tersebut akan menyebabkan pengidapnya berpikir negatif terhadap dirinya sendiri dan juga orang-orang di sekitarnya. Gejala dari PTSD yang umum terjadi adalah mempunyai pikiran negatif akan suatu hal, bermimpi buruk, selalu merasa bersalah, sulit untuk berkonsentrasi, dan sulit untuk tidur. Gangguan ini diperkirakan terjadi sekitar 30 persen dari orang yang pernah mengalami trauma.

Penyakit PTSD dan Fakta yang Perlu Diketahui

Gejala-Gejala PTSD

Gejala PTSD yang terjadi pada seseorang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan juga orang-orang di sekitar. Gejala yang timbul pada setiap orang mungkin saja berbeda-beda. Seseorang yang mengidap gangguan stres pasca trauma akan menimbulkan gejala, di antaranya:

  1. Terus mengingat peristiwa yang terjadi saat siang maupun malam hari.

  2. Secara sadar atau tidak sadar menghindari sesuatu yang mengingatkan pada trauma tersebut.

  3. Sering bermimpi buruk tentang kejadian yang menyebabkan trauma.

  4. Pikiran yang negatif terhadap diri sendiri dan juga orang lain.

  5. Perubahan emosi yang cepat (mood swing).

Intensitas gejala dari stres pasca trauma tersebut dapat berbeda-beda dalam hal durasi. Ada yang terjadi selama beberapa minggu, ada juga yang mengalaminya hingga hitungan tahun. Separuh dari orang yang mengalami PTSD dapat sembuh dengan sendirinya setelah satu hingga dua tahun. Namun, di sisi lain, masalah tersebut juga dapat berkembang menjadi lebih kronis.

Baca Juga : Ketahui 3 Cara Menghilangkan PTSD

Mengalami Komplikasi Hyperarousal

Seorang pengidap PTSD akan mengalami perasaan tertekan dan rasa cemas. Lama-kelamaan, dampak dari PTSD yang terjadi akan menjadi lebih parah, sehingga menyebabkan trauma yang lebih parah, yaitu hyperarousal. Hal ini adalah salah satu dampak yang dapat terjadi pada seseorang yang mengidap PTSD, selain gangguan emosi dan rasa cemas. Efek utama yang terjadi pada seseorang yang mengidap hyperarousal adalah stres kronis.

Kondisi hyperarousal dapat menjadi efek samping jangka panjang yang disebabkan oleh PTSD yang sudah tidak terkendali. Selain itu, pengidap PTSD akan lebih berisiko mengalami depresi. Pengidap mungkin saja terdorong untuk mengonsumsi alkohol dan narkoba sebagai cara untuk menghilangkan perasaan tersebut. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memicu gangguan pikiran yang mendorong pengidap untuk melakukan bunuh diri.

Baca Juga : Ketahui Berbagai Gejala dan Penanganan PTSD

Cara Mengatasi Hyperarousal

Hyperarousal memang dapat membahayakan pengidap PTSD. Maka dari itu, kondisi ini harus segera ditangani, supaya tidak berkembang menjadi lebih parah. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi perasaan hyperarousal yang terjadi adalah dengan terapi untuk mengurangi rasa stres yang terjadi dan rasa cemas yang timbul.

Selain itu, pengidap PTSD dapat mengurangi perasaan depresi dan emosi yang tidak stabil dengan cara mengonsumsi obat-obatan, seperti anti-depresan. Konsumsi obat-obatan tersebut berguna untuk mengurangi rasa emosi dan depresi, supaya gejala hyperarousal tidak timbul.

Selain pengobatan, terapi kejiwaan dan terapi kognitif juga dapat dilakukan untuk mencegah gejala yang berlebihan. Cara ini terbilang lebih efektif dan lebih umum digunakan, karena dapat membuat pengidapnya berpikiran positif, mengajarkan untuk menghadapi gejala PTSD yang muncul, dan mengatasi ketergantungan akan suatu hal.

Jika kamu mempunyai pertanyaan mengenai PTSD, dokter dari Halodoc siap membantu. Dengan Halodoc, kamu bisa berdiskusi dengan dokter, psikiater, atau psikolog melalui Chat atau Voice/Video Call. Ayo, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!