• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Muntah Darah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Muntah Darah

Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Muntah Darah

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 Agustus 2022

“Muntah darah sering dianggap kondisi darurat. Komplikasinya bisa berkisar ringan hingga parah, tergantung penyebab utamanya”

Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Muntah DarahKomplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Muntah Darah

Halodoc, Jakarta – Muntah darah atau dalam dunia medis disebut sebagai hematemesis bisa disebabkan banyak hal. Mulai dari yang ringan sampai kondisi paling serius. 

Penyebab ringannya mungkin karena menelan darah saat kamu mimisan atau cedera di bagian mulut. Dalam kasus yang parah, hal ini bisa mengindikasikan luka, pendarahan hingga pecahnya organ bagian dalam tubuh. 

Dokter bisa menduga penyebabnya lewat warna darah yang dimuntahkan. Warna merah cerah seringkali disebabkan oleh pendarahan di bagian kerongkongan atau perut. Namun, jika warnanya lebih gelap, asal muasalnya mungkin dari saluran pencernaan. 

Waspada Komplikasi Muntah Darah

Komplikasi muntah darah bisa berbeda-beda tiap orang, tergantung apa penyebabnya dan tingkat keparahannya. Salah satu yang paling mungkin terjadi adalah anemia. Pasalnya, keluarnya darah berlebihan bisa menurunkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. 

Muntah darah juga bisa menyebabkan syok, yaitu kondisi fatal yang butuh ditangani segera. Tanda-tandanya mencakup sesak nafas, detak jantung cepat, pucat, kedinginan, pingsan, pusing dan penglihatan kabur. Jika telat ditangani, hal ini bisa membuat organ-organ tubuh gagal berfungsi dan berujung kematian. 

Jika penyebab muntah darah tergolong ringan, dokter umumnya meresepkan obat-obatan untuk menghentikan pendarahan. Apabila cukup parah, pembedahan mungkin diperlukan.

Bagaimana Mendiagnosis Penyebab Muntah Darah?

Muntah darah sering dikategorikan sebagai keadaan darurat. Dokter dan perawat akan menilai kondisi kamu terlebih dahulu untuk menentukan jenis penanganan yang tepat. 

Ketika ada indikasi banyak kehilangan darah, tim medis menanganinya dengan pemberian infus, transfusi darah dan selang oksigen. Langkah-langkah ini disebut sebagai resusitasi.

Setelah resusitasi dan keadaan sudah terkontrol, dokter baru menyelidiki penyebab muntah darah. Mereka akan bertanya soal mulai terjadinya muntah darah, gejala yang dirasakan dan riwayat muntah darah sebelumnya. Selain itu, dokter juga akan bertanya soal obat-obatan yang sedang kamu konsumsi secara terperinci. 

Tim medis kemudian melanjutkannya dengan tes pencitraan atau pemeriksaan endoskopi untuk mendeteksi sumber perdarahan dan memastikannya telah berhenti. 

Tes pencitraan bertujuan untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh melalui metode pemindaian, seperti ultrasonorafi (USG), rontgen, Computed Tpmography Scan (CT-Scan), Magnetic Resonance Imagining (MRI) atau Pemindaian Positron Emission Tomography (PET). 

Endoskopi adalah pemeriksaan bagian tubuh menggunakan alat berbentuk selang yang dilengkapi dengan kamera dan senter pada bagian ujungnya. Melalui endoskopi, dokter bisa melihat organ bagian dalam secara detail melalui layar. 

Sebelum prosedur, dokter memberikan obat penenang agar kamu merasa rileks. Kemudian alat endoskop dimasukan melalui mulut menuju kerongkongan dan berakhir di usus duodenum. Jika sumber pendarahan sudah ditemukan, dokter juga bisa menutup luka melalui alat ini. Dokter juga bisa mengambil sampel jaringan dengan alat endoskopi untuk dianalisis di laboratorium (biopsi). 

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Bila kamu mengalami masalah yang berhubungan dengan mental, jangan ragu untuk menemui psikolog. Segera buat janji medis dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download  Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Hematemesis: Causes and Treatments for Vomiting Blood.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Vomiting Blood.