• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kondisi Anak yang Rentan Terkena Sindrom Cinderella Complex

Kondisi Anak yang Rentan Terkena Sindrom Cinderella Complex

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kondisi Anak yang Rentan Terkena Sindrom Cinderella Complex

Halodoc, Jakarta – Siapa sih yang tidak tahu cerita tentang Cinderella? Cinderella adalah sebuah dongeng yang mengisahkan gadis dengan hidupnya penuh penderitaan, tetapi akhirnya bahagia bersama pangeran pujaan hatinya. Di dunia yang nyata, ternyata ada kondisi yang disebut sindrom Cinderella complex. Sindrom Cinderella complex juga tidak jauh berbeda dengan kondisi Cinderella dalam dongeng. 

Sindrom ini bisa dialami oleh wanita. Wanita yang mengidap sindrom Cinderella complex punya masalah dengan kemandirian yang membuatnya bergantung dengan pasangan agar hidupnya lebih nyaman dan bahagia. Munculnya sindrom ini diyakini hasil dari pola asuh yang kurang tepat saat masa kanak-kanak. Lantas, kondisi anak seperti apa yang rentan mengalami sindrom Cinderella complex? Simak penjelasan berikut ini. 

Baca juga: Sering Diberi Hadiah, Anak Bisa Kena Sindrom Cinderella Complex

Kondisi Anak yang Rentan Alami Sindrom Cinderella Complex

Melansir dari Women’s Wellbeing and Mental Health, sindrom Cinderella Complex merupakan istilah psikiatri modern yang pertama kali dicetuskan oleh Colette Dowling, terapis asal New York sekaligus penulis buku “The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence”. Melalui buku tersebut, sindrom ini muncul akibat orangtua tidak pernah mendidik anak perempuannya untuk menghadapi ketakutan dan tidak diajarkan mengatasi masalahnya sendiri.

Perbedaan pola asuh antara anak laki-laki dan perempuan juga dapat memicu timbulnya sindrom Cinderella complex. Orangtua cenderung tidak terlalu mendorong anak perempuannya untuk mendiri. Selain itu, orangtua lebih protektif kepada anak perempuan daripada anak laki-laki. Anak laki-laki sering mendapatkan tekanan yang kuat dari orangtua untuk membangun identitasnya. Nah, pada anak perempuan hal seperti itu tidak terlalu ditekankan. 

Hubungan antara anak perempuan dan orangtua juga cenderung lebih dekat dan harmonis. Sayangnya, orangtua pada umumnya tidak terlalu mendorong anak perempuan untuk mengeksplor dirinya, sehingga mereka kurang mendapatkan nilai-nilai kemandirian. Akibatnya, para anak perempuan hanya mendapat keterampilan hidup yang alakadarnya atau bahkan hanya tahu cara menggantungkan hidup pada orang lain saja.

Baca juga: 4 Hal yang Akan Dialami oleh Pengidap Cinderella Complex

Orangtua yang suka memanjakan anak perempuan juga bisa menjadi pemicu utama munculnya sindrom ini. Sebagian besar pengidap sindrom Cinderella complex rata-rata sangat dimanja di masa kecil, sehingga tidak pernah diajarkan untuk menerima kenyataan hidup. Jadi, anak-anak yang sangat dimanja oleh orangtuanya berisiko mengembangkan sindrom Cinderella complex di kemudian hari.

Tanda Wanita yang Mengalami Sindrom Cinderella Complex

Sama seperti dongeng Cinderella, wanita yang mengalami sindrom Cinderella complex mendambakan pasangan yang dapat menyelamatkan hidupnya. Ia sangat berharap bahwa orang yang entah dari mana datangnya akan melindungi, mengayomi, dan menyediakan segala kebutuhan hidupnya. Bukan itu saja, seseorang dengan sindrom ini juga tidak dapat diandalkan dalam pekerjaan. Mereka juga bisa merasa sangat cemas saat memikirkan masa depan. 

Sejauh ini, belum ada penelitian lebih dalam mengenai sindrom Cinderella complex, sehingga informasi mengenai kondisi ini masih sangat sedikit. Namun, sindrom Cinderella complex saat ini belum dikategorikan ke dalam gangguan psikologis. Meski begitu, sindrom Cinderella complex berhubungan erat dengan gangguan kepribadian dependen. Gangguan psikologis ini terjadi ketika seseorang sangat bergantung pada orang lain karena tidak sanggup hidup mandiri.

Baca juga: Ajarkan Anak Kemandirian untuk Cegah Sindrom Cinderella Complex

Jika kamu masih ingin tahu lebih banyak tentang sindrom Cinderella complex, kamu bisa menanyakannya ke dokter di aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Women’s Wellbeing and Mental Health. Diakses pada 2020. The Cinderella Complex.
NCBI. Diakses pada 2020. The Cinderella Complex: Word embeddings reveal gender stereotypes in movies and books.