• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kondisi yang Memaksa Bayi Harus Dirawat di NICU
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kondisi yang Memaksa Bayi Harus Dirawat di NICU

Kondisi yang Memaksa Bayi Harus Dirawat di NICU

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Agustus 2022

“NICU adalah ruang perawatan intensif khusus untuk bayi yang baru lahir hingga menginjak 28 hari. Ruangan ini berfungsi untuk memantau bayi dalam kondisi kritis yang memerlukan perawatan intensif.”

Kondisi yang Memaksa Bayi Harus Dirawat di NICUKondisi yang Memaksa Bayi Harus Dirawat di NICU

Halodoc, Jakarta – NICU (Neonatal Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan yang disediakan khusus untuk bayi yang baru lahir karena kondisi kritis. Di dalam ruangan ini, tim medis akan memantau perkembangan kesehatan bayi.

Lama perawatan di dalam ruangan NICU tergantung pada gangguan kesehatan yang dialami oleh bayi. Semakin serius gangguan, semakin lama perawatan yang dilakukan di ruangan tersebut.

Ruang Nicu Ditujukan untuk Bayi Dalam Kondisi Ini

Setelah lahir ke dunia, bayi harus cepat beradaptasi dengan lingkungan dengan menggunakan organ tubuhnya sendiri. Namun, tidak semua bayi bisa beradaptasi dengan cepat dan lahir dalam kondisi sehat.

Beberapa bayi memerlukan penanganan lebih lanjut karena gangguan kesehatan yang mereka alami. Termasuk dalam kondisi:

  • Kelahiran prematur sebelum kandungan menginjak usia 37 minggu.
  • Mengalami masalah saat proses persalinan berlangsung.
  • Lahir dengan berat badan rendah, yaitu di bawah 2500 gram (2.5 kilogram) atau di atas 4000 gram (4 kilogram).
  • Menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan setelah dilahirkan.

Perawatan intensif di ruang NICU juga bisa disebabkan oleh faktor dari ibu, bayi dan kelancaran proses persalinan.

Faktor dari Ibu

Riwayat penyakit dan kondisi kesehatan ibu berdampak pada bayi saat lahir ke dunia. Beberapa di antaranya:

  • Melahirkan bayi kembar.
  • Melahirkan saat berusia di atas 40 tahun atau di bawah 16 tahun.
  • Riwayat kecanduan alkohol atau penggunaan narkoba.
  • Riwayat penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes atau penyakit menular seksual (PMS).
  • Mengalami kekurangan atau kelebihan volume air ketuban.
  • Ketuban pecah jauh sebelum hari perkiraan lahir (HPL).
  • Perdarahan dengan volume darah yang banyak sebelum atau saat persalinan.

Faktor dari Bayi

Risiko perawatan intensif di ruang NICU semakin tinggi jika bayi mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Mengidap gangguan pernapasan akibat paru-paru belum bisa berfungsi dengan baik.
  • Mengalami cacat lahir, seperti kelainan jantung, bibir sumbing, kelainan bentuk tangan dan kaki, atau bentuk tulang punggung yang tidak sesuai. 
  • Mengalami kejang saat lahir akibat kekurangan oksigen. 
  • Mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi saat gula darah dalam tubuh terlalu rendah.
  • Bayi membutuhkan infus, oksigen, transfusi darah dan obat-obatan.
  • Penularan penyakit lewat vagina akibat penyakit menular seksual yang diidap oleh ibu. Risikonya semakin tinggi pada proses persalinan normal.

Faktor dari Persalinan

Gangguan yang bisa terjadi saat proses persalinan berlangsung, meliputi:

  • Bayi lahir dalam posisi sungsang.
  • Bayi buang air besar saat masih berada dalam kandungan.
  • Bayi mengalami kekurangan oksigen.
  • Bayi terlilit tali pusar ibu.

Peralatan Medis di Dalam Ruang NICU

NICU adalah area steril yang tidak boleh dimasuki oleh banyak orang. Kebijakan mengenai jumlah dan jam kunjungan tergantung pada masing-masing rumah sakit. Ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran bakteri di dalam ruangan.

Peralatan medis yang langsung terlihat ketika mengunjungi NICU adalah tabung-tabung yang terisi bayi. Tabung ini disebut dengan inkubator yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil.

Selain inkubator, ruang NICU dilengkapi dengan peralatan medis lain, termasuk:

  1. Penghangat bayi. Alat ini menempel di tempat tidur dan berfungsi menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat.
  2. Selang makanan. Alat ini berfungsi untuk menyalurkan ASI dan nutrisi lain yang dibutuhkan bayi. Selang dimasukkan ke dalam perut melalui mulut atau hidung.
  3. Fototerapi. Alat ini berfungsi untuk menurunkan kadar bilirubin yang disebabkan oleh penyakit kuning. 
  4. Ventilator. Alat ini dihubungkan langsung oleh selang tipis untuk membantu pernapasan bayi. Selang kemudian dimasukkan ke dalam hidung atau mulut.
  5. Monitor. Alat ini diperlukan untuk memantau gejala gangguan medis yang dialami oleh bayi.

Itulah penjelasan mengenai NICU dan gangguan kesehatan yang mengharuskan bayi melakukan perawatan intensif di ruang tersebut. Jika kamu mengalami masalah saat hamil, segera buat janji medis untuk melakukan pemeriksaan.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi lain seputar kehamilan, persalinan dan tips kesehatan anak dengan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2022. The Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Kids Health. Diakses pada 2022. Nemours. When Your Baby’s in the NICU.