• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kondisi yang Menandakan Terjadinya Retardasi Mental

Kondisi yang Menandakan Terjadinya Retardasi Mental

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kondisi yang Menandakan Terjadinya Retardasi Mental

Halodoc, Jakarta - Kebanyakan orang pasti pernah melihat seseorang yang mengalami cacat intelektual atau disebut juga dengan retardasi mental. Hal ini terjadi ketika seseorang mengalami tingkat kecerdasan yang di bawah rata-rata. Kondisi ini dapat membuat pengidapnya memiliki proses yang lebih lambat untuk mempelajari sesuatu. Kecacatan intelektual yang terjadi dapat berkisar antara ringan hingga berat.

Maka dari itu, setiap orangtua yang memiliki anak harus mengetahui kondisi yang dapat menandakan retardasi mental. Dengan mengetahui hal tersebut lebih dini, penanganan yang tepat dapat dilakukan segera sehingga pencegahan untuk masalah yang lebih besar dapat dilakukan. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menandakan seseorang mengalami retardasi mental!

Baca juga: Kenali Gejala Munculnya Retardasi Mental

Kondisi yang Timbul saat Seseorang Mengalami Retardasi Mental

Seorang anak yang mengidap disabilitas intelektual, otaknya tidak berkembang dengan baik atau mengalami gangguan. Selain itu, otaknya mungkin juga tidak berfungsi pada kisaran normal fungsi intelektual. Gangguan ini disebut juga dengan kondisi keterbelakangan atau retardasi mental. Pengidap gangguan ini mengalami IQ rendah dan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, kondisi apa saja yang dapat timbul saat anak mengidap retardasi mental?

Anak dengan kondisi ini dapat mengalami keterlambatan dalam fungsi motorik, kemampuan bahasa, hingga pencapaian secara sosial yang terlihat dalam dua tahun pertama. Dirinya akan lebih sulit untuk mengurus diri sendiri dan mungkin membutuhkan bantuan untuk berbicara, berjalan, berpakaian, hingga makan.

Meski begitu, kecacatan intelektual yang ringan mungkin tidak dapat diidentifikasi hingga anak sudah memasuki usia sekolah saat tantangan terkait pembelajaran akademis terjadi. Meskipun biasanya terjadi selama periode perkembangan, tetapi retardasi mental juga dapat berkembang di masa depan sebagai akibat dari penyakit atau cedera pada otak.

Beberapa kondisi lainnya yang dapat menjadi anak mengalami retardasi mental, antara lain:

  • Berguling, duduk, merangkak, hingga berjalan yang terbilang terlambat.
  • Terlambat atau kesulitan untuk berbicara.
  • Kesulitan untuk mengingat sesuatu.
  • Lambat untuk menguasai kemampuan, seperti berpakaian dan makan sendiri.
  • Tidak mampu untuk menghubungkan tindakan dengan konsekuensi.
  • Memiliki masalah terhadap perilaku, seperti tantrum yang meledak-ledak.

Pada anak-anak dengan masalah disabilitas intelektual yang parah, masalah kesehatan lainnya juga dapat terjadi. Masalah-masalah tersebut, seperti kejang, gangguan suasana hati, gangguan keterampilan motorik, masalah terhadap penglihatan, hingga masalah pendengaran. Maka dari itu, jika anak ibu mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya segera mendapatkan penanganan dari ahli medis.

Lalu, jika ibu memiliki pertanyaan terkait kelainan retardasi mental, dokter anak dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah sekali, fitur-fitur seperti Chat atau Voice/Video Call dari aplikasi Halodoc dapat dimanfaatkan untuk memudahkan interaksi dengan ahli medis. Maka dari itu, download aplikasinya sekarang juga!

Baca juga: Retardasi Mental Bisa Terjadi karena Kelainan Genetik

Cara Mencegah Retardasi Mental

Penyebab tertentu dari kecacatan intelektual dapat dicegah untuk terjadi dan yang paling umum adalah sindrom alkohol janin. Faktanya, wanita hamil tidak boleh mengonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, beberapa pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan prenatal yang tepat, mengonsumsi vitamin prenatal, dan mendapatkan vaksinasi terhadap penyakit menular tertentu.

Selain itu, jika ada riwayat dari keluarga yang memiliki kelainan genetik, pengujian genetik mungkin disarankan sebelum konsepsi dilakukan. Tes ultrasound amniosentesis juga dapat dilakukan selama kehamilan agar dapat mencari masalah yang mampu menyebabkan kecacatan intelektual. Walau begitu, pemeriksaan ini hanya dapat mengidentifikasi masalah tersebut sebelum lahir, tetapi tidak dapat memperbaikinya.

Baca juga: Ini Hal yang Harus Dipahami Orangtua tentang Retardasi Mental

Itulah beberapa kondisi yang dapat menandakan seseorang mengidap retardasi mental. Jika anak ibu mengalami beberapa kondisi tersebut, ada baiknya untuk mendapatkan pemeriksaan langsung ke ahli medis. Dengan begitu, penanganan yang lebih cepat dapat dilakukan sehingga gangguan tersebut menjadi lebih baik ke depannya.

Referensi:

Web MD. Diakses pada 2020. Intellectual Disability.
Mill Creek. Diakses pada 2020. Understanding Intellectual Disabilities.