Konsumsi Jengkol Bisa Sebabkan Hematuria, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Konsumsi Jengkol Bisa Sebabkan Hematuria, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Jangan abaikan jika kamu menyadari adanya darah pada urine. Kondisi ini dikenal dengan hematuria. Penyakit hematuria merupakan kondisi ketika terdapat sel darah merah pada urine yang keluar dari saluran kemih. Kondisi ini tidak dianggap wajar karena urine tidak seharusnya bercampur dengan sel darah merah.

Baca juga: Kenali 3 Tanda dan Gejala Keracunan Jengkol

Kondisi hematuria dapat dijadikan gejala dari adanya gangguan penyakit pada tubuh. Kondisi hematuria umumnya tidak menyebabkan rasa nyeri atau sakit. Namun, jika darah yang tercampur dalam urine berupa gumpalan, kondisi ini menyumbat saluran kemih dan menyebabkan rasa nyeri ketika pengidap hematuria melakukan buang air kecil.

Ketahui penyebab seseorang mengalami kondisi hematuria agar bisa dilakukan pencegahan. Infeksi saluran kemih dan batu saluran kemih menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami hematuria. Selain itu, adanya penyakit ginjal juga menyebabkan seseorang mengalami kondisi hematuria.

Penyakit yang cukup serius seperti kanker prostat, kanker kandung kemih, dan anemia sel sabit juga menyebabkan seseorang mengalami kondisi hematuria. Seseorang yang memiliki kebiasaan melakukan olahraga berat juga rentan mengalami kondisi hematuria.

Apakah Jengkol Sebabkan Hematuria?

Lalu, apakah terlalu banyak mengonsumsi jengkol dapat menyebabkan seseorang mengalami kencing berdarah? Ya, alasannya karena jengkol memiliki kandungan asam jengkolat dalam satu buah jengkol. Kandungan asam jengkolat ini yang menjadi penyebab utama mengapa orang yang mengonsumsi jengkol berlebihan dapat mengalami hematuria. 

Ketika asam jengkolat terlalu banyak menumpuk dalam tubuh, asam jengkolat bisa mengkristal dan menyumbat saluran urine. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka kemungkinan asam jengkolat menyebabkan perdarahan yang mungkin terlihat ketika kamu buang air kecil.

Bagaimana Menghindari Hematuria Ketika Makan Jengkol?

Meskipun jengkol termasuk salah satu makanan kesukaan masyarakat Indonesia, sebaiknya jangan makan jengkol dengan berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi jengkol dapat menyebabkan keracunan jengkol dengan kondisi hematuria menjadi salah satu gejalanya.

Selain hematuria, ada gejala lain yang menandakan kamu mengalami keracunan jengkol seperti rasa mual dan rasa nyeri pada perut. Tidak hanya itu, kamu akan merasakan nyeri yang hilang timbul ketika kamu buang air kecil.

Jangan mengonsumsi jengkol secara berlebihan. Tidak ada salahnya juga untuk mengonsumsi sayur yang lain ketika kamu mengonsumsi jengkol agar kamu tidak keracunan jengkol. Hal yang paling penting adalah jangan lupa untuk banyak mengonsumsi air putih setelah makan jengkol agar racun atau kandungan yang berbahaya dapat keluar melalui urine atau keringat.

Tidak ada salahnya untuk segera atasi jika kamu merasakan kondisi keracunan jengkol hingga mengalami kondisi hematuria. Penyakit hematuria dapat menyebabkan komplikasi pada kesehatan kamu seperti gangguan pada ginjal.

Baca juga: Urine Berdarah Akibat Hematuria, Ini 3 Cara Mencegahnya

Lakukan Pemeriksaan Ketika Mengalami Hematuria

Sebaiknya lakukan pemeriksaan jika kamu merasakan kondisi hematuria atau gejala lain yang telah disebutkan. Untuk mengetahui penyebab pasti hematuria yang kamu alami, ada beberapa pemeriksaan yang perlu kamu lakukan, seperti:

1. Pemindaian. Pemeriksaan ini digunakan untuk memeriksa kondisi saluran kemih pengidap hematuria.

2. Sistoskopi. Sistoskopi dilakukan dengan menggunakan sebuah alat khusus berbentuk selang yang di ujungnya terdapat sebuah kamera. Tujuannya untuk melihat kondisi saluran kemih hingga kandung kemih lebih detail.

Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Ketahui Penyakit yang Bisa Menyebabkan Hematuria